Tampilkan postingan dengan label Cakarlangit. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cakarlangit. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 23, 2011

Cakarlangit


Cakarlangit adalah nama angkatan gue, Teknik Sipil ITB 2008. Dibandingkan dengan TK, SD, SMP, atau SMA, maka masa kuliah adalah masa yang paling menorehkan sejuta cerita, menurut gue. Gue digodok lahir dan batin di ITB ini. Gak kerasa kira-kira setahun lagi kami akan mulai menempuh jalan hidup masing-masing. Tiga tahun gue bersama kalian, Cakarlangit! Dan itu indah. Raga boleh pisah, tetapi jiwa tetap satu!


Mars Cakarlangit!


Kokoh

Selalu kuat
Selalu teknik sipil ITB
Berjayalah dan bersatulah dua ribu delapan

Satukan asa
Menggapai cita
Untuk Indonesia
Bersama Ganesha
Membangun nusa
Memajukan bangsa

Saat engkau lelah

Janganlah mudah menyerah
Jangan engkau ragu
Kami s'lalu bersamamu

Kokoh
Selalu kuat
Selalu teknik sipil ITB
Berjayalah dan bersatulah s'lalu, Cakarlangitku!

Naskah asli (fotokopian sih) Mars Cakarlangit:

Video Mars Cakarlangit saat buka bareng 19 Agustus 2011 di Ruang ALSI:



Keep in touch, Fellas!

Selasa, November 16, 2010

Ekskursi dan Kersos

Selamat pagi! Salam sejahtera untuk kita semua. Dalam post kali ini aku ingin berbagi cerita dan (banyak) gambar tentang dua kegiatan yang sudah aku jalani. Pertama adalah ekskursi ke PT. Wika Beton di Cibinong dan kedua adalah Kerja Sosial (Kersos) HMS ITB 2010, Sipil Bangun Desa (Sibades).

1. Ekskursi!
Kuliah lapangan ke sebuah pabrik beton yang katanya terbesar di Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 12 November 2010. Kami, Teknik Sipil ITB 2008 a.k.a Cakarlangit, berkumpul pagi hari pukul 06.30 di gerbang Ganesha dengan kode baju: Hijau. Telah disediakan 3 bus utama dan 1 mini bus sebagai moda transportasi ke Cibinong, Bogor. Seharusnya kami berangkat sekitar pukul 07.00 namun pada kenyataannya kami berangkat pukul 08.00 karena ada yang telat bangun dan harus boker dulu. Haha.

Modal kami hanya pakaian yang melekat di badan namun kami disuguhkan materi dan non-materi yang berlimpah. Materi berupa makan siang Ayam Suharti dan makan sore Hoka-Hoka Bento. Sangat wah tentunya untuk ukuran anak kosan, terlebih lagi: Gratis! Non-materi berupa ilmu dan pengalaman tentang ketekniksipilan khususnya di bidang material beton.

Lelahku tidak berarti jika dibandingkan dengan chemistry hangat bersama teman-teman seperjuanganku. Entah mengapa ketika Pak Bambang Budiono menyebut kami sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, aku terhenyak. Ya, sebuah tanggung jawab moral yang ada di setiap pundak insan muda. Sebuah konsekuensi logis setiap mahasiswa Cap Ganesha untuk memikirkan dan melakukan langkah nyata mengenai mau dibawa ke mana bangsa ini nanti.

Cukup berat memang pikiran seperti. Akan tetapi, hei! Lihatlah beberapa foto ekskursi ini!

2. Kersos!
Sebuah bentuk aplikasi dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil membangun Jembatan Cicariuk di Desa Ciroyom, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat. Selain pengmas, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengasah sense ketekniksipilan kami. Kami belajar tahap-tahap apa saja yang harus dilakukan untuk membangun sebuah jembatan, manajemen proyek, site manager, hingga membantu mang-mang di lokasi eksekusi.

Minggu, 14 November 2010 aku berangkat ke lokasi bersama yang lain, kebanyakan HMS 2009. Kami naik tronton tentara dan perjalanan memakan waktu selama 90 menit dari ITB. Aku berperan sebagai pendamping beberapa HMS 2009. Di sana kami sama-sama belajar. Pertama, kami memeriksa apakah kondisi di lapangan sesuai dengan desain yang telah kita rancang. Kedua, kami melakukan pekerjaan mang-mang. Selain itu kami juga melakukan social engineering, yakni menganalisis pengaruh dibangunnya jembatan terhadap kehidupan masyarakat sekitar dengan metode wawancara.

Hal yang aku pelajari, tenaga mang-mang itu sungguh super. Mungkin aku harus memukul si batu sebanyak 1000 kali dengan godam barulah pecah sedangkan mang-mang cukup melakukannya dengan satu-dua pukulan. Punten mang kalau kami malah merepotkan. Hehe. Setelah dua jam berkutat di sana, kami disuguhkan sajian ala desa. Daun pisang dibentangkan hingga bermeter-bermeter lalu nasi, lauk-pauk, lalap, sambal, dan kerupuk ditaruh di atasnya. Kami semua makan dengan lahap. Akhirnya kami kembali ke ITB dengan truk tronton yang sama, jalur yang sama namun berlawanan. Angin menabrak rambut dan sekujur tubuhku di dalam tronton hingga mata ini sayup-sayup selama perjalanan pulang. Rapuh namun aku senang. Doakan jembatan ini cepat selesai ya.

Pictures? Cekidot, Gan.
Sekian informasi dari saya
Ambil sisi positif dari setiap kegiatan.
Karena hidup di dunia ini hanya sekali, mari kita buat berarti.

Jumat, November 20, 2009

Satria 2008!







































Apa yang ada di pikiran elo saat pertama kali melihat kedua foto di atas? Jujur aja, boy. Kalo gue: anjiiiir, siapa tuh? culun banget! kampungan dah!

FYI, dia adalah ketua angkatan gue. KETUA ANGKATAN! Ketua angkatan Teknik Sipil ITB 2008. Namanya Taufan Satria Bijaksana, asalnya dari Purwakarta.

Benar, first impression gue ke dia emang jelek. Dulu gue sempet kaget, anjiiir kenapa ketua angkatan gue si Topan. Mau jadi apa Sipil 2008 nantiii?!

Semua itu salah. Impresi pertama gue salah. Dia adalah pemimpin yang baik dan peduli. Dia adalah seorang yang tahan banting. Jujur aja, gue sendiri gak yakin bisa mengemban title 'ketua angkatan'. Sumpah berat banget deh. Apalagi selama proses kaderisasi. Pengorbanan Topan udah to the maxx!

Tampang boleh kayak gitu, kumis boleh nanggung, tapi yang penting kontribusinya, boy!
Don't judge a book by its cover berlaku di dunia ini.
Ya, gue bangga ketua angkatan gue adalah Topan!
Hidup HMS ITB!
Ijo! Ijo! Ijo!