Satu hal yang bisa dipetik dari seorang Risma adalah niat tulus membantu sesama.
Risma 'hanya' lulusan sarjana teknik arsitektur yang kemudian melanjutkan karirnya 'hanya' menjadi PNS dan sempat menjabat sebagai Kepala Dinas Pertamanan dan Kebersihan Kota Surabaya.
Mendengar setiap lantunan jawaban yang ditanyakan oleh Najwa, tercermin bahwa Risma bukan seorang yang mahir beretorika menyulap rangkaian kata menjadi kalimat yang syahdu. Akan tetapi, justru kesyahduan itu dengan sendirinya tercipta lewat ketulusannya menjadi abdi masyarakat.
Kesalehan sosial yang ia implementasikan berakar dari kesalehan pribadi. Ya, pribadi yang terus merasa diawasi oleh Tuhannya dan terus berpikir apa yang bisa diperbuat agar sekitar lebih sejahtera karena alam dunia ini bersifat fana. Sesimpel itu pola pikirnya. Iya, sungguh sesimpel itu. Implikasinya, Tuhan pun tak bosan mengarahkan ke mana ia harus melangkah setiap harinya entah itu Timur, Barat, Selatan, atau Utara.
Sekarang Risma goyah. Tekanan politik membuatnya terlampau lelah.
Yang jelas, Risma telah berhasil menyuntikkan semangat dan inspirasi kepada penulis. Ternyata sebuah simplisitas yang diiringi dengan konsistensi bisa begitu jauh bermakna untuk publik. Kalau Risma tegar, maka kami selaku generasi berikutnya harus lebih tegar.
Doa dari penulis mengalir untukmu, Risma.
Tuhan, kuatkan Risma.
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perempuan. Tampilkan semua postingan
Rabu, Februari 19, 2014
Sabtu, Januari 26, 2013
Ainun
Sudah nonton Habibie & Ainun?
Menurut saya, Habibie adalah seorang sosok ideal yang berhasil di dalam tiga bidang: teknologi, nasionalisme, dan cinta. Sebenarnya impian Habibie itu sangat sederhana: dia ingin Indonesia memiliki teknologi pesawat terbang karya anak bangsa. "Pokoknya, Indonesia harus bisa buat pesawat sendiri!", saya yakin kalimat itu yang selalu terpatri di dalam benak Habibie. Dengan niat yang baik dan dibarengi dengan kerja keras, Tuhan memberikan jalan.
Konon katanya, di samping laki-laki sukses, ada perempuan yang senantiasa setia mendampingi. Saya yakin berlaku sebaliknya: di samping perempuan sukses, ada laki-laki yang senantiasa setia mendampingi. Di sini letak peran seorang Ainun dalam kehidupan Habibie. Ada yang diciptakan untuk berakting di depan layar tapi ada juga yang berperan di belakang layar. Keduanya memiliki peran tersendiri dan sama pentingnya. Saya yakin tidaklah mudah menjadi seorang perempuan; menjadi seorang istri. Terlebih lagi istri seorang teknokrat besar semacam Habibie.
Begini. Bayangkan. Seorang suami pasti menceritakan setiap detail liku kehidupan kepada istrinya. Oh, dan saya yakin tidak ada laki-laki yang suka dengan kecerewetan perempuan. Maksudnya, cukuplah perempuan menjadi pendengar yang baik. Gampang kah? Tidak.
Ketika cerita itu mengalir, secara otomatis, mau atau tidak mau, sang istri akan ikut memikirkan bagaimana seharusnya ia berbuat ke depannya. Walaupun pada kenyataannya, saat proses penumpahan cerita berlangsung, istri hanya bisa manggut-manggut dan berpesan sabar. "Nggih, Mas. Sabar, ya. Pasti ada kok jalannya. Yuk, kita jalani bersama". Pun dengan reaksi seperti itu, sang suami merasa jauh lebih lega walaupun sebenarnya masalah masih ada dan solusi belum ditemukan. Kira-kira seperti itu.
Tidak ada yang salah. Adalah sebuah kewajaran terjadi curahan hati dalam pasangan. Namun, saya mencoba melihat dari sudut pandang perempuan. Ditambah lagi sisi emosional perempuan sangatlah sensitif dan fluktuatif akibat gejolak hormon di dalam tubuhnya yang terjadi setiap jangka waktu tertentu dan terus berlangsung hingga tiba masa menopause.
Nah, bayangkan Anda menjadi Ainun lalu Habibie curhat bahwa dia akan menjadi menristek, dia akan menjadi wakil presiden, dia akan menjadi presiden, dia memutuskan untuk melepas Timor Timur, dan skenario kehidupan lain yang ukurannya tidaklah sekecil biji zarah. Skalanya luar biasa besar. Saya tidak begitu mengamati Habibie dan Ainun dulu, tetapi setelah Ainun meninggalkan dunia ini, saya sadar bahwa Habibie-Ainun adalah satu kesatuan yang saling bersandar.
Saya angkat topi untuk Ainun.
Seorang perempuan luar biasa yang berhasil dengan ikhlas mengerem egonya.
Sesuatu yang melebihi sabar.
Menurut saya, Habibie adalah seorang sosok ideal yang berhasil di dalam tiga bidang: teknologi, nasionalisme, dan cinta. Sebenarnya impian Habibie itu sangat sederhana: dia ingin Indonesia memiliki teknologi pesawat terbang karya anak bangsa. "Pokoknya, Indonesia harus bisa buat pesawat sendiri!", saya yakin kalimat itu yang selalu terpatri di dalam benak Habibie. Dengan niat yang baik dan dibarengi dengan kerja keras, Tuhan memberikan jalan.
Konon katanya, di samping laki-laki sukses, ada perempuan yang senantiasa setia mendampingi. Saya yakin berlaku sebaliknya: di samping perempuan sukses, ada laki-laki yang senantiasa setia mendampingi. Di sini letak peran seorang Ainun dalam kehidupan Habibie. Ada yang diciptakan untuk berakting di depan layar tapi ada juga yang berperan di belakang layar. Keduanya memiliki peran tersendiri dan sama pentingnya. Saya yakin tidaklah mudah menjadi seorang perempuan; menjadi seorang istri. Terlebih lagi istri seorang teknokrat besar semacam Habibie.
Begini. Bayangkan. Seorang suami pasti menceritakan setiap detail liku kehidupan kepada istrinya. Oh, dan saya yakin tidak ada laki-laki yang suka dengan kecerewetan perempuan. Maksudnya, cukuplah perempuan menjadi pendengar yang baik. Gampang kah? Tidak.
Ketika cerita itu mengalir, secara otomatis, mau atau tidak mau, sang istri akan ikut memikirkan bagaimana seharusnya ia berbuat ke depannya. Walaupun pada kenyataannya, saat proses penumpahan cerita berlangsung, istri hanya bisa manggut-manggut dan berpesan sabar. "Nggih, Mas. Sabar, ya. Pasti ada kok jalannya. Yuk, kita jalani bersama". Pun dengan reaksi seperti itu, sang suami merasa jauh lebih lega walaupun sebenarnya masalah masih ada dan solusi belum ditemukan. Kira-kira seperti itu.
Tidak ada yang salah. Adalah sebuah kewajaran terjadi curahan hati dalam pasangan. Namun, saya mencoba melihat dari sudut pandang perempuan. Ditambah lagi sisi emosional perempuan sangatlah sensitif dan fluktuatif akibat gejolak hormon di dalam tubuhnya yang terjadi setiap jangka waktu tertentu dan terus berlangsung hingga tiba masa menopause.
Nah, bayangkan Anda menjadi Ainun lalu Habibie curhat bahwa dia akan menjadi menristek, dia akan menjadi wakil presiden, dia akan menjadi presiden, dia memutuskan untuk melepas Timor Timur, dan skenario kehidupan lain yang ukurannya tidaklah sekecil biji zarah. Skalanya luar biasa besar. Saya tidak begitu mengamati Habibie dan Ainun dulu, tetapi setelah Ainun meninggalkan dunia ini, saya sadar bahwa Habibie-Ainun adalah satu kesatuan yang saling bersandar.
Saya angkat topi untuk Ainun.
Seorang perempuan luar biasa yang berhasil dengan ikhlas mengerem egonya.
Sesuatu yang melebihi sabar.
Senin, April 23, 2012
Sedikit Filosofi Bersepeda
Saya pernah menulis tentang Warung Bandrek. Selengkapnya bisa dibaca di sini.
Hampir setiap minggu saya bersepeda ke Warung Bandrek. Beruntung sekali Bandung memiliki destinasi bersepeda yang hijau dan menantang di daerah Utara. Coba saja bandingkan dengan Jakarta. Tanjakan-turunan di Bandung ada karena kontur yang memang berbukit-bukit. Jakarta? Jembatan layang mungkin. Aduh.
Sekitar dua atau tiga minggu yang lalu, saya ke Warung Bandrek lagi. Kali ini beda. Teman saya, seorang perempuan, bernama Febrini atau biasa dipanggil Tya telah membulatkan tekadnya untuk gowes ke Warban. Saya sangat mengapresiasi dia. Sangat. Pisan. Faktanya, pondokannya berada di daerah Kanayakan (dekat Borma Dago) dan dia gowes ke kampus! Hore!
Dengan modal semangat, Tya didampingi oleh saya, Rendy, dan Ari. Sebut saja kami Tya's Angels.
Hampir setiap orang yang pertama kali melahap beberapa tanjakan menuju Warban pasti bermuka pucat layaknya mayat. Tidak heran sih, tanjakannya memang terjal dan ada satu buah yang bernama 'putus asa'. Ya, bayangkan saja dari namanya. Selama mendampingi Tya, pikiran saya berkecamuk hingga ke ranah filosofis. Saya baru sadar ternyata sepeda dan perempuan memiliki korelasi antara satu dengan yang lain. Haha. Jadi seperti ini.
Perempuan diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang lembut. Bukan bermaksud menurunkan derajat, tetapi secara umum fisik laki-laki lebih kuat daripada perempuan. Di sisi yang berseberangan, perempuan punya peran yang tidak bisa digantikan oleh laki-laki. Makanya, kedua makhluk ini saling membutuhkan.
Perempuan, makhluk pembawa sejuk dan pemanja rasa, butuh keberadaan laki-laki dari tiga posisi: depan, belakang, dan sejajar. Saya menganalogikannya dengan gowes bersama. Hidup itu ibarat tanjakan terjal yang mau tidak mau harus dilalui secara berpasang-pasangan.
Sesekali saya berada di belakang Tya sebagai pengawas sehingga saya akan menjadi orang pertama yang menolongnya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sesekali saya tepat berada di sampingnya; sebagai teman bercerita, bercengkerama, atau bersenda gurau. Sesekali saya melaju terlebih dahulu meninggalkan yang lain menuju puncak bukit lalu meneriakkan semangat kalau dia bisa melalui semua itu. Kemudian saya langsung teringat dengan perkataan Ki Hajar Dewantara:
Ing ngarso sung tulodo.
Ing madyo mangun karso.
Tut wuri handayani.
Di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Sedikit kurang sreg sih dengan apa yang saya tulis sebelumnya tapi biarlah. Haha. Tidak berhenti sampai di situ, saat turun dari Warban juga melakukan hal yang sama. Intinya mendampingi perempuan ini. Biasanya, di antara teman-teman saya, saya adalah orang yang paling ekstrem saat melibas turunan. Kecepatan penuh! Tuh benar kan, manfaat bersepeda banyak loh. Tidak hanya menjadi sahabat Bumi, bersepeda juga menyegarkan tubuh dan pikiran. Yay!
Bersepedalah sebelum payah!
Hampir setiap minggu saya bersepeda ke Warung Bandrek. Beruntung sekali Bandung memiliki destinasi bersepeda yang hijau dan menantang di daerah Utara. Coba saja bandingkan dengan Jakarta. Tanjakan-turunan di Bandung ada karena kontur yang memang berbukit-bukit. Jakarta? Jembatan layang mungkin. Aduh.
Sekitar dua atau tiga minggu yang lalu, saya ke Warung Bandrek lagi. Kali ini beda. Teman saya, seorang perempuan, bernama Febrini atau biasa dipanggil Tya telah membulatkan tekadnya untuk gowes ke Warban. Saya sangat mengapresiasi dia. Sangat. Pisan. Faktanya, pondokannya berada di daerah Kanayakan (dekat Borma Dago) dan dia gowes ke kampus! Hore!
Dengan modal semangat, Tya didampingi oleh saya, Rendy, dan Ari. Sebut saja kami Tya's Angels.
Hampir setiap orang yang pertama kali melahap beberapa tanjakan menuju Warban pasti bermuka pucat layaknya mayat. Tidak heran sih, tanjakannya memang terjal dan ada satu buah yang bernama 'putus asa'. Ya, bayangkan saja dari namanya. Selama mendampingi Tya, pikiran saya berkecamuk hingga ke ranah filosofis. Saya baru sadar ternyata sepeda dan perempuan memiliki korelasi antara satu dengan yang lain. Haha. Jadi seperti ini.
Perempuan diciptakan Tuhan sebagai makhluk yang lembut. Bukan bermaksud menurunkan derajat, tetapi secara umum fisik laki-laki lebih kuat daripada perempuan. Di sisi yang berseberangan, perempuan punya peran yang tidak bisa digantikan oleh laki-laki. Makanya, kedua makhluk ini saling membutuhkan.
Perempuan, makhluk pembawa sejuk dan pemanja rasa, butuh keberadaan laki-laki dari tiga posisi: depan, belakang, dan sejajar. Saya menganalogikannya dengan gowes bersama. Hidup itu ibarat tanjakan terjal yang mau tidak mau harus dilalui secara berpasang-pasangan.
Sesekali saya berada di belakang Tya sebagai pengawas sehingga saya akan menjadi orang pertama yang menolongnya apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sesekali saya tepat berada di sampingnya; sebagai teman bercerita, bercengkerama, atau bersenda gurau. Sesekali saya melaju terlebih dahulu meninggalkan yang lain menuju puncak bukit lalu meneriakkan semangat kalau dia bisa melalui semua itu. Kemudian saya langsung teringat dengan perkataan Ki Hajar Dewantara:
Ing ngarso sung tulodo.
Ing madyo mangun karso.
Tut wuri handayani.
Di depan memberi teladan, di tengah memberi semangat, dan di belakang memberi dorongan. Sedikit kurang sreg sih dengan apa yang saya tulis sebelumnya tapi biarlah. Haha. Tidak berhenti sampai di situ, saat turun dari Warban juga melakukan hal yang sama. Intinya mendampingi perempuan ini. Biasanya, di antara teman-teman saya, saya adalah orang yang paling ekstrem saat melibas turunan. Kecepatan penuh! Tuh benar kan, manfaat bersepeda banyak loh. Tidak hanya menjadi sahabat Bumi, bersepeda juga menyegarkan tubuh dan pikiran. Yay!
Bersepedalah sebelum payah!
Senin, September 05, 2011
Jilbab
Jilbab adalah salah satu fenomena yang unik. Di Indonesia, mayoritas penduduknya beragama Islam sehingga perempuan mengenakan jilbab itu biasa saja. Di negara dimana Islam merupakan minoritas, aku yakin perempuan berjilbab mau tidak mau terlihat berbeda dan (mungkin) menjadi pusat perhatian.Di dalam buku ini, penulis (Quraish Shihab) membentangkan pendapat dari ulama-ulama terdahulu yang terkesan ketat dan pendapat dari cendikiawan kontemporer yang terkesan longgar.
Wajar terjadi keragaman, karena itu merupakan ciri dari redaksi al-Qur'an dan hadits yang memang dapat menampung aneka pendapat. Mengemukakan lebih dari satu pendapat berarti memberi alternatif-alternatif semuanya bisa ditampung oleh kebenaran sehingga mempermudah umat melakukan aktivitas yang dibenarkan oleh agama.
Islam mengajarkan pengikutnya untuk menggunakan potensi akal. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama universal yang mampu berinteraksi dengan seluruh manusia tanpa mengenal waktu dan tempat.
QS. an-Nahl [16]: 44
"Dan Kami menurunkan kepadamu al-Qur'an, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan."
Pakaian selain terkait dengan kebutuhan juga terkait dengan keindahan. Tetapi, apakah keindahan itu? Dulu kegemukan merupakan pertanda kesejahteraan hidup dan digemari oleh wanita. Sekarang wanita berlomba-lomba tidak makan dan minum agar tampak ramping dan kurus. Demikianlah definisi keindahan yang berubah-ubah antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain dan juga terkait dengan perkembangan zaman.
Agama Islam menghendaki pemeluknya untuk berpakaian semestinya atau paling tidak memiliki fungsi terpenting, yakni menutup aurat. Mulai dari sini timbullah perdebatan mengenai batas aurat wanita dan pria.
Tidak usah munafik, sedikit senyuman atau betis yang terungkap dari seorang wanita bisa menimbulkan pikiran yang bermacam-macam bagi seorang pria. Oleh karena itu Islam memberikan batasan. Agama tidak memerintahkan untuk membunuh nafsu, tetapi untuk mengendalikannya.
Setiap manusia pasti menyadari ada hal-hal yang menimbulkan rangsangan bagi pria dan wanita, baik bagian tubuh tertentu, ucapan, ataupun perbuatan. Hal tersebut sangat rawan dan bisa berujung pada hubungan seksual sehingga diperlukan suatu aturan khusus. Hal yang rawan tersebut dinamakan aurat.
Jangan berkata bahwa Anda dapat menjaga diri. Sekian orang malah terjerumus setelah mengatakan demikian. Bukankah kecelakaan dapat terjadi walaupun kita sudah menyetir dengan hati-hati?
*
Al-Qur'an tidak menyebutkan secara jelas dan rinci batas-batas aurat, makanya timbul perbedaan pendapat. Ulama-ulama masa lalu terbagi menjadi dua dalam hal batasan aurat wanita. Yang pertama yang mengatakan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat dan yang kedua mengecualikan muka dan telapak tangan. Ada beberapa ayat dalam al-Qur'an yang dijadikan rujukan. Ayat-ayat tersebut dipahami berbeda oleh kedua kelompok dan dijadikan dasar suatu ketetapan ulama. Berikut rujukannya, sila cek sendiri di al-Qur'an milikmu.
QS. al-Ahzab [33]: 53
QS. al-Ahzab [33]: 59
QS. an-Nur [24]: 30-31
QS. al-Ahzab [33]: 32-33
QS. an-Nur [24]: 60
Di buku ini dijelaskan perbedaan pendapat ulama di setiap ayat. Rasanya terlalu panjang untuk dibahas di sini dan aku sendiri belum menjamin diriku mengerti. Baca sendiri saja ya bukunya. Hehe.
Selain al-Qur'an, para ulama juga merujuk ke hadits. Redaksi al-Qur'an dipastikan tidak disentuh sedikit perubahan pun. Ayat al-Qur'an disampaikan Malaikat Jibril ke Nabi Muhammad persis sama dalam lafazh (ucapan) dan maknanya hingga sekarang. Sedangkan hadits, walaupun telah disepakatai keshahihannya, masih bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda.
Penulis cenderung mengacu kepada kelompok kedua.
Suka tidak suka, diakui atau tidak, wanita cenderung untuk berhias. Terlebih lagi zaman sekarang, tidak bisa masuk logika wanita yang menghalangi mereka berhias apalagi dalam batasan yang masih dibolehkan oleh agama.
Dengan wanita tampil seluruh tubuhnya tertutupi pakaian hitam longgar, hanya dua bola mata yang terlihat, tidak jarang ditutupi kacamata hitam, mereka seperti hantu yang sedang berjalan. Maka musnahlah fungsi hiasan atau keindahan dalam pakaian. Demikian menurut penulis dan aku sepakat.
*
Cendikiawan kontemporer juga terbagi menjadi dua kelompok.
Kelompok pertama
Kelompok ini mengemukakan pendapatnya tanpa acuan dalil manapun dan merupakan subjektivitas semata. Kelompok ini sangat ditentang oleh para ulama.
"Hijab (pakaian tertutup) telah menutup keterlibatan wanita dalam berkegiatan. Menutup atau telanjang, menjadikan wanita sebagai jasad semata. Saya, ketika menutup badan saya, maka itu mengandung arti bahwa saya adala fitnah (penggoda/perayu). Saya adalah akal dan bukan jasad yang mengundang syahwat atau rayuan."
Kelompok kedua
Berpendapat mengacu pada ulama terdahulu namun tidak mendapat dukungan dari ulama yang menganut paham ulama-ulama terdahulu.
*
Masalah batas aurat wanita tidak harus menimbulkan tuduh menuduh apalagi kafir mengafirkan. Disepakati dalam Forum Pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah Maret 1988: "Tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi, dan kebutuhan."
Di bagian penutup penulis menganjurkan pemakaian jilbab sesuai dengan pendapat mayoritas ulama, apalagi pemakainya sama sekali tidak terhalangi untuk melakukan kegiatan positif di manapun dan untuk kepentingan siapapun.
*
Quraish Shihab mengatakan menganjurkan, bukan mewajibkan sehingga hal ini pula yang menimbulkan polemik.
Aku juga mau berpendapat. Tetapi jangan jadikan ini sebagai acuan, ilmu agamaku tidak sebanding dengan para ulama. Menurutku jilbab wajib hukumnya dikenakan oleh wanita muslimah. Aurat dari seorang wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.
Pun sudah memakai pakaian wanita muslimah, tolong jangan yang ketat juga. Lekuk tubuh kalian itu sangat mengundang pikiran kotor. Dan yang sering terabaikan adalah bagian leher. Bagian itu sering terungkap, sengaja atau tidak sengaja.
4 September adalah hari hijab internasional. Pesan seorang temanku kepada seluruh wanita muslimah adalah sebagai berikut:
"Semoga para muslimah saling peduli dan saling mengingatkan ketimbang merasa benar sendiri."
Subjektifku, kalian indah dengan jilbab itu.
Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyenangi keindahan.
Minggu, Februari 27, 2011
Perempuan
Perempuan diciptakan Allah untuk mendampingi laki-laki. Perempuan adalah yang terbaik untuk laki-laki. Perempuan memberi ketenangan dan ketentraman hidup untuk laki-laki.
Ibuku perempuan. Kakak dan adikku juga perempuan. Bahkan seorang Muhammad SAW membutuhkan perempuan untuk menyalurkan cinta di dalam jiwanya. Jika seorang laki-laki tidak menemukan seorang perempuan yang dia cintai maka dia akan mencintai perempuan yang dia temukan.
Pertemuan perempuan dan laki-laki begitu indah selama mereka telah terbiasa dan saling mengenal, terlebih lagi saling membutuhkan. Tanpa perempuan, masa muda lelaki menjadi gersang, masa matangnya menjadi hampa, dan masa tuanya menjadi penyesalan.
Laki-laki memerlukan dan mendambakan perempuan.
Dia menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Keberpasangan itu sendiri terdiri dari persamaan dan perbedaan. Kedua hal ini harus diketahui agar perempuan dan laki-laki bisa bekerja sama mencapai suatu tujuan kemanusiaan.
Kecintaan diri sendiri menjadikan perempuan sanggup menahan rasa sakit seperti haid, mengandung dan melahirkan, serta menyusukan dan membesarkan anak. Karena rasa sakit itu pula, Allah menganugerahkan perempuan berupa kenikmatan bukan saja dalam hubungan seks, seperti laki-laki, tapi juga dalam memelihara anak-anaknya. Berbeda dengan laki-laki yang harus berjuang mencari nafkah di luar sana untuk sang istri dan anak.
Dunia ini adalah kesenangan dan yang paling menyenangkan adalah perempuan yang shalihah.
(HR Muslim dan An-Nasa'i)
Kalau perempuan berbicara, jangan dengarkan apa yang diucapkan lidahnya, tetapi perhatikan kalimat-kalimat yang dipancarkan matanya.
Apakah ukuran kecantikan dari seorang perempuan? Jawabannya adalah tergantung dari subjektivitas manusia. Seorang perempuan bisa saja dianggap cantik oleh si A namun belum tentu B mengatakan hal yang sama. Oleh karena itu, sungguh bijak ketika kita menyatakan bahwa tidak ada perempuan yang jelek, yang ada hanyalah sebagian mereka tidak pandai atau belum berhasil membuat diri mereka menarik.
Di samping taraf kecantikan setiap individu, kecantikan sangat relatif antara satu masyarakat dan masyarakat lainnya, bahkan pada masa tertentu dan masa yang lain.
Agama Islam menganjurkan untuk memadukan keindahan jasmani dengan keindahan rohani. Kecantikan luar hanya menyenangkan mata sedangkan yang bersumber dari dalam akan menawan hati. Kedua keindahan harus terpadu, tidak boleh dikorbankan salah satu. Oleh karena itu, Islam menganjurkan perempuan untuk berdandan, ada hadits mengenai pacar (pewarna kuku).
Hanya satu seni yang dimahiri perempuan: Mencintai dan dicintai. Oleh karena itu Allah menganugerahi perempuan kemampuan menangis, cemburu, berduka, dan kesediaan berkorban untuk kekasih. Karena air mata mengundah kasih dan cinta, cemburu menghangatkannya, sedangkan duka cinta tidak akan terobati kecuali dengan cinta pula.
Perempuan dianugerahi berbicara lebih cepat dan lebih banyak karena yang menyuburkan cinta adalah kata-kata indah sedangkan yang meredupkan cinta adalah diam seribu bahasa. Cinta kepada lawan jenis bagi perempuan adalah kisah romantis yang pemeran utamanya adalah perempuan walau sutradaranya lelaki.
Menurut pakar, cinta antar-manusia adalah hubungan dua 'aku'. Keakuan masing-masing dihormati namun kemudian, secara konseptual, keakuan diri lebur pada keakuan kekasih. Karena cinta mengharuskan adanya dua 'aku'.
Mencintai lawan jenis tidak dilarang agama karena cinta adalah fitrah, naluri dalam diri manusia. Allah tidak mungkin melarang cinta, Dia hanya mengarahkan manusia ke dampak yang lebih baik. Silakan bercinta dan luapkanlah cinta kepada kekasih selama tidak melanggar agama dan norma budaya.
Cinta yang terbesar dan paling langgeng adalah cinta kepada Allah dan cinta antar-sesama manusia yang dijalin karena Allah. Cinta yang dikehendaki agama adalah memandang lawan jenis sebagai makhluk dwi dimensi, roh dan jasad, yang memiliki keindahan rohani dan jasmani. Cinta adalah kecendrungan hati yang mendalam terhadap sifat lahir dan batin kekasih, sedangkan syahwat hanyalah dorongan nafsu kepada sifat lahiriah kekasih, kepada jasad saja.
Semestinya tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama karena belum bisa melihat sisi-sisi batiniah sang kekasih, baru sebatas lahiriah. Cinta menuntut kesetiaan dua 'aku'. Menepati janjinya, memelihara nama baik kekasih, menjauhkan segala sesuatu yang mengeruhkan jiwanya, membantu memperbaiki aktivitasnya, menutupi kekurangannya, serta memaafkan kesalahannya.
Cinta adalah pohon yang tumbuh subur di dalam hati. Akarnya adalah kerendahan hati kepada kekasih, batangnya adalah pengenalan kepadanya, dahannya adalah rasa takut kepada Tuhan, dedaunannya adalah rasa malu, buahnya adalah kesatuan hati yang melahirkan kerja sama, sedangkan air yang menyiraminya adalah mengingat dan menyebut namanya.
Pada zaman Yunani kuno saat hidup filosof kenamaan seperti Plato, Socrates, dan Aristoteles, martabat perempuan sangat rendah. Socrates berpendapat kalau dua sahabat setia harus mampu meminjamkan istrinya kepada sahabatnya. Demosthenes berpendapat bahwa istri hanya berfungsi melahirkan anak sedangkan Aristoteles berpendapat kalau perempuan sederajat dengan hamba sahaya.
Seandainya seorang lelaki harus memilih ketenangan tanpa perempuan atau kesusahan bersama perempuan, niscaya lelaki itu akan memilih pilihan yang kedua. Pada dasarnya tidak ada yang suka dengan kesendirian, kesepian, dan kegelisahan. Kita sangat familiar dengan ucapan sebagai berikut, di belakang lelaki yang sukses ada perempuan.
Istri adalah pakaian bagi suami, begitu juga sebaliknya, suami adalah pakaian bagi istri. Tidak bisa dipungkiri, salah satu fungsi istri adalah fungsi reproduksi. Ibaratnya, istri adalah tempat bercocok tanam bagi para suami maka garaplah lahan bercocok tanam itu kapan dan bagaimana saja yang dikehendaki. Oleh karena itu, harus pintar dalam memilih tanah garapan. Tanah yang subur pun harus diatur masa dan musim penanamannya. Setelah ditanam, tanah garapan tersebut juga harus dijaga dari hama atau alang-alang. Dengan demikian, buah yang dihasilkan merupakan buah dengan kualitas tinggi.
Keberpasangan manusia bukan hanya didorong oleh naluri seksual, tetapi lebih dari itu. Ia adalah dorongan jiwanya untuk meraih ketenangan. Sakinah dalam rumah tangga bukan sekedar apa yang terlihat pada ketenangan batin yang tercermin pada kecerahan raut muka. Lebih dari itu, kecerahan raut muka yang diiringi dengan kelapangan dada, budi pekerti yang halus, yang dilahirkan oleh ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati, serta bergabungnya pandangan dengan tekad yang jelas dan kuat.
Perempuan berbeda dengan lelaki namun perempuan setara dengan lelaki. Kesetaraan tidak berarti persamaan dalam setiap hal. Perbedaan bukan hanya terletak pada alat reproduksinya, tetapi juga struktur fisik dan cara berpikirnya. Perbedaan ini tidak menjadikan satu jenis kelamin lebih unggul atau istimewa daripada yang lain, tetapi justru menggabungkan keduanya untuk mencapai kesempurnaan kedua pihak.
Seandainya jarum tidak lebih keras daripada kain dan cangkul tidak lebih kuat daripada tanah, maka tidak akan ada jahit-menjahit dan hasil pertanian. Artinya, kekuatan dan kelemahan satu pihak tidak menunjukkan superioritas, tetapi merupakan keistimewaan yang saling membutuhkan guna mencapai tujuan bersama.
Perempuan tidak lepas dari pembentukan watak anak-anaknya. Sifat keibuan seorang perempuan sangat luar biasa. Dorongan ini jauh lebih kuat daripada dorongan haus, lapar, kebutuhan seksual, dan rasa ingin tahu. Seorang Napoleon berkata bahwa dia adalah ciptaan ibunya. Begitu pula Abraham Lincoln yang berkata kalau apa yang dia ketahui, dia kerjakan, dan dia impikan adalah hasil kerja ibunya. Karena itu peranan yang paling agung dan besar bagi seorang perempuan adalah peranannya sebagai ibu. Peranan ini mustahil digantikan oleh lelaki.
Kau luar biasa, Perempuan.
Minggu, Januari 23, 2011
Songbird
Your voice is just so tender.
Anyone who tried to deny you must be out of their mind.
Cause I'm the one that loves you lately.
Oh you're seem so wonderful to me.
Tidaklah mawar hampiri kumbang.
Jika memang adanya, aku dan kamu, kita bahagia.
Hingga pagi pun mau bila oh denganmu karena ku selalu senang bersamamu.
Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu.
I need to know what's on your mind so I'll let you know what's on my mind.
You're the one, you're my inspiration.
My hands are shaking from carrying you this torch for you.
Cause you give me something that make me scared alright.
Biding my time, trying to find a heart that's lonely.
So come and spend some time with me.
Tell me I'm special even when I know I'm not.
I need you more than ever.
Smile like you mean it.
Tanpa buat kata, kau curi hatiku.
And I'll find her, cause it's about time.
But life is for living we all know and I don't wanna live it alone.
Big girl, you are beautiful.
Could you smile a little smile for me?
I love you anyway no matter how things have gone.
My love is so articulate but I'm such a mess.
Your skin, oh yeah, your skin and bones turn into something beautiful.
Aku sedang mencari sesuatu di balik matamu yang mampu membuatku terpesona.
My heart is drenched in wine but you'll be on my mind forever.
Your hypnotic compassion always grabs my attention.
If you don't know then you can't care.
My cold hands needed a warm, a warm touch, and I was thinking about you.
Relax your back and let the noise sing you to sleep in my arms.
Desperately need you.
Knowing that love is to share.
Because it takes to two whisper quietly.
Would it be alright if we just sat and talked for a little while?
Tell me things even you never even tell your closest friends.
And I'm ready to make someone mine.
Do you wish we'd fall in love?
#
Untuk Dia
Anyone who tried to deny you must be out of their mind.
Cause I'm the one that loves you lately.
Oh you're seem so wonderful to me.
Tidaklah mawar hampiri kumbang.
Jika memang adanya, aku dan kamu, kita bahagia.
Hingga pagi pun mau bila oh denganmu karena ku selalu senang bersamamu.
Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu.
I need to know what's on your mind so I'll let you know what's on my mind.
You're the one, you're my inspiration.
My hands are shaking from carrying you this torch for you.
Cause you give me something that make me scared alright.
Biding my time, trying to find a heart that's lonely.
So come and spend some time with me.
Tell me I'm special even when I know I'm not.
I need you more than ever.
Smile like you mean it.
Tanpa buat kata, kau curi hatiku.
And I'll find her, cause it's about time.
But life is for living we all know and I don't wanna live it alone.
Big girl, you are beautiful.
Could you smile a little smile for me?
I love you anyway no matter how things have gone.
My love is so articulate but I'm such a mess.
Your skin, oh yeah, your skin and bones turn into something beautiful.
Aku sedang mencari sesuatu di balik matamu yang mampu membuatku terpesona.
My heart is drenched in wine but you'll be on my mind forever.
Your hypnotic compassion always grabs my attention.
If you don't know then you can't care.
My cold hands needed a warm, a warm touch, and I was thinking about you.
Relax your back and let the noise sing you to sleep in my arms.
Desperately need you.
Knowing that love is to share.
Because it takes to two whisper quietly.
Would it be alright if we just sat and talked for a little while?
Tell me things even you never even tell your closest friends.
And I'm ready to make someone mine.
Do you wish we'd fall in love?
#
Untuk Dia
Senin, Agustus 02, 2010
Wanita
Halo semua! Lama tak bersua! Maafkan aku kalau tidak eksis lagi menulis post dalam blog ini. Aku punya kesibukan yang sangat menyita waktuku. Ditambah selama bulan Juli tidak ada internet di kosan karena teman-temanku pulang ke kampung halaman masing-masing. Oh ribet sekali tidak ada internet. Hal itu membuatku menjadi anak-gaul-warnet. Akan tetapi mari kita ucapkan 'Halo!' kepada Tuan Internet karena beliau telah kembali ke kosanku! Hehe.
Di post berikutnya mungkin aku akan menceritakan kegiatanku itu. :D
Baiklah post kali ini aku ingin menulis tentang wanita. Iseng-iseng buka facebook, ada sebuah notes yang membicarakan wanita. Setelah membaca, ingin rasanya menuangkan pendapat dalam bentuk tulisan. Post kali ini sungguh spontan loh!
Ketiklah 'wanita' dalam mesin pencari Google. Sudah? Bagus. Sekarang tekan tombol 'enter' atau pilih 'Penelusuran Google'. Sudah? Apa yang kau lihat di pencarian pertama? Yah, aku kecewa. Sungguh kecewa. Sudah lah kita tinggalkan Mbah Google dulu, ada sebuah sajak yang aku kutip dari blog temanku.
Hawa diciptakan dari rusuk Adam
Bukan dari kepala untuk dipuja
Bukan dari kaki untuk diinjak
Melainkan dari sisinya dekat di hati untuk dikasihi dan dicintai
Hei, Wanita. Aku ingin kau tahu kalau kau menarik perhatianku, perhatian semua laki-laki normal yang ada di dunia. Kau diciptakan begitu anggun dan menyejukkan organ mata ini. Sungguh luar biasa dirimu, terlebih lagi penciptamu.
Sayangnya aku miris melihatmu belakangan ini. Di depanku kau hanya memakai seutas tank-top tipis, di samping kiriku pinggulmu terlihat jelas, di samping kananku kau memakai baju dan celana super ketat yang menunjukkan lekuk tubuhmu, di belakangku kau menghadang dengan dada yang menantang. Munafik? Tidak. Aku tidak mau menjadi seorang yang munafik. Aku senang dengan itu semua (nafsu) tapi hidupku bukan untuk nafsu belaka.
Oh wanita. Kau mempunyai sisi kecantikan masing-masing, entah itu senyummu, gelak tawamu, cara berjalanmu, kekritisanmu, keibuanmu, keluguanmu, atau apa pun itu. Jangan khawatir, wanita. Tolong tampil dengan sopan di khalayak umum.
Aku mohon jaga tubuh dan kehormatanmu di samping aku menjaga pandanganku sebagai laki-laki.
Kau indah, wanita.
:D
Sumber 1
Sumber 2
Di post berikutnya mungkin aku akan menceritakan kegiatanku itu. :D
Baiklah post kali ini aku ingin menulis tentang wanita. Iseng-iseng buka facebook, ada sebuah notes yang membicarakan wanita. Setelah membaca, ingin rasanya menuangkan pendapat dalam bentuk tulisan. Post kali ini sungguh spontan loh!
Ketiklah 'wanita' dalam mesin pencari Google. Sudah? Bagus. Sekarang tekan tombol 'enter' atau pilih 'Penelusuran Google'. Sudah? Apa yang kau lihat di pencarian pertama? Yah, aku kecewa. Sungguh kecewa. Sudah lah kita tinggalkan Mbah Google dulu, ada sebuah sajak yang aku kutip dari blog temanku.
Hawa diciptakan dari rusuk Adam
Bukan dari kepala untuk dipuja
Bukan dari kaki untuk diinjak
Melainkan dari sisinya dekat di hati untuk dikasihi dan dicintai
Hei, Wanita. Aku ingin kau tahu kalau kau menarik perhatianku, perhatian semua laki-laki normal yang ada di dunia. Kau diciptakan begitu anggun dan menyejukkan organ mata ini. Sungguh luar biasa dirimu, terlebih lagi penciptamu.
Sayangnya aku miris melihatmu belakangan ini. Di depanku kau hanya memakai seutas tank-top tipis, di samping kiriku pinggulmu terlihat jelas, di samping kananku kau memakai baju dan celana super ketat yang menunjukkan lekuk tubuhmu, di belakangku kau menghadang dengan dada yang menantang. Munafik? Tidak. Aku tidak mau menjadi seorang yang munafik. Aku senang dengan itu semua (nafsu) tapi hidupku bukan untuk nafsu belaka.
Oh wanita. Kau mempunyai sisi kecantikan masing-masing, entah itu senyummu, gelak tawamu, cara berjalanmu, kekritisanmu, keibuanmu, keluguanmu, atau apa pun itu. Jangan khawatir, wanita. Tolong tampil dengan sopan di khalayak umum.
Aku mohon jaga tubuh dan kehormatanmu di samping aku menjaga pandanganku sebagai laki-laki.
Kau indah, wanita.
:D
Sumber 1
Sumber 2
Selasa, Mei 25, 2010
Cinta Habibie
Aku yakin hingga sekarang para orang tua sering menggembor-gemborkan sebuah nama kepada buah hatinya. Nama itu adalah Habibie."Ayo, nak, belajar yang pinter biar kayak habibie nanti, bisa bikin pesawat terbang".
Yaa kurang lebih seperti itulah kalimat yang sering dilontarkan orang tua kepada anaknya. Siapa yang tidak mengenal Habibie? Menurutku, dia adalah icon orang pintar Indonesia. Mari kita telaah lebih jauh.
Hmm.
Menurut mbah google dan om wiki, nama lengkapnya adalah Bacharuddin Jusuf Habibie. Beliau lahir di Parepare, Sulawesi Selatan, 25 Juni 1936. Hitung saja berapa umur beliau sekarang. Beliau adalah Wakil Presiden Republik Indonesia yang ketujuh dan Presiden Republik Indonesia ketiga. Dengan menjabat selama 2 bulan 7 hari sebagai wakil presiden dan 1 tahun 5 bulan sebagai presiden, Habibie merupakan Wakil Presiden sekaligus Presiden Indonesia dengan masa jabatan terpendek.
Beliau belajar di Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung tahun 1954. Pada 1955-1965 ia melanjutkan studi teknik penerbangan, spesialisasi konstruksi pesawat terbang di RWTH Aachen, Jerman Barat, menerima gelar diploma ingineur pada 1960 dan gelar doktor ingineur pada 165 dengan predikat summa cum laude. Banyak sekali karya Habibie, bisa dilihat sendiri di wikipedia.
Aku tak akan membahas sisi politik dari Habibie dalam tulisan ini.
Habibie menikah dengan Hasri Ainun Besari pada tanggal 12 Mei 1962 dan dikaruniai dua orang putra, yaitu Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Seperti yang kita ketahui sekarang, Ibu Hasri Ainun Besari (lebih dikenal dengan Ainun Habibie) telah wafat pada tanggal 23 Mei 2010 pukul 17.30 waktu Jerman di Rumah Sakit Munchen. Ainun Habibie wafat karena mengidap kanker usus besar.
Media cetak maupun elektronik begitu heboh mendengar kabar kalau Ainun Habibie meninggal. Dunia maya juga tidak lepas dari topik ini.
Begitu banyak diungkapkan betapa setianya seorang Habibie menemani istrinya hingga akhir hayat. Semasa mendampingi istrinya, Habibie tidak pernah meninggalkan rumah sakit di Jerman. Dua sejoli itu saling ketergantungan. Cinta mereka terlalu besar. Bahkan setelah Ainun wafat, Habibie tak mau jauh dari jenazah Ainun.
Kata-kata terakhir seorang Habibie di depan jenazah istrinya adalah:
"Ainun, saya sangat mencintaimu. Tapi Allah lebih mencintaimu. Sehingga saya merelakan kamu pergi."
Kata-kata itu yang menggema seantero dunia. Aku melihat ketulusan yang luar biasa pada kata-kata itu. Mungkin itu yang membuatnya sangat fenomenal.
Selamat jalan, Ibu Ainun! Beristirahatlah dengan tenang di sana.
Tegarlah Habibie! Aku tahu Anda kuat! Ainun selamanya ada di hatimu!

Sumber 1
Sumber 2
Jumat, Agustus 14, 2009
Another Idea-less
Gue menemukan sebuah posting yang bagus dari temen gue, Nichan. Posting asli dan lengkapnya ada di sini. Yeah, gue repost ini karena layak untuk dipublikasikan dan ada di arsip blog gue. Gue rasa ini adalah sebuah pemikiran dewasa seorang wanita.
Cinta dibutuhkan untuk kita menyadari bahwa hubungan yang kita bina itu worthed untuk terus dijalani. Kata dia:
I'm in love with my husband... Saat ngeliat dia bangun pagi dan ngebiarin gue tetap tidur. Dia cuci muka terus masak air dan bikinin gue teh hangat.
I'm in love with my husband... Saat gue lagi masak dan dia tanpa bertanya langsung ngambil beras, nyuciin dan masak nasi di rice cooker.
I'm in love with my husband... Saat pagi sebelum dia berangkat kerja, dia bilang: "Biar aku yang nyuci jeans dan semua pakaian yang berat. Kamu nyuci yg ringan-ringan aja ya".
I'm in love with my husband... Saat gue yang gak bisa masak coba masak buat dia dengan bahan instan seperti, sosis, chicken nugget, daging asap, kentang goreng, mie instan, sup asparagus yang tinggal dicemplung di air mendidih dan dia bilang: "Aku senang makan kenyang tapi istriku gak usah capek. Ternyata orang bule emang pintar ya, mereka nyiptain masakan siap masak siap saji siap diangetin doang karena gue butuh istri gue bukan cuma untuk masak doang".
I'm in love with my husband... Setiap akhir bulan dia transfer semua gajinya ke rekening gue dan bilang: "Aku tuh boros banget makanya kamu yang manage uangnya ya". Dan saat gue tunjukkin account tabungan gue dia bengong dan tanya, "Kamu nabung sebanyak ini?" dan mukanya langsung sedih dan bilang, "Kamu boleh kok belanja beli baju or apapun juga. Jangan semuanya ditabung. Aku senang bisa beliin kamu some stuff."
I'm in love with my husband... Saat dia ngajak gue beli handphone baru dan gue bilang 'nggak' karena kita baru beli AC dan itu berarti tabungan berkurang. Terus dia bilang: "Aku sedih aku nggak bisa beliin istriku hp baru yg mahal".
I'm in love with my husband... Saat ada beberapa orang di deket rumah gue dan sempet gangguin gue. Dia marah dan bilang ke orang keamanan komplek gue, "Gue gak mau ada siapapun yang ganggu istri gue. Kalo elo gak bisa nyelesein dgn cara lo, gue akan nyelesein dengan cara gue."
I'm in love with my husband... Saat gue bilang gue belom siap punya anak dan dia cuma tanya, "Kenapa?" Setelah gw jelasin alasan gue dan dia bilang, "I'm ready when you're ready."
I'm in love with my husband and I want continue in love with him in many ways...
Love is doing ordinary, daily, and simple thing but in a good way.
Saying I love you is great, giving some flowers is cool or writing some poet is amazing but...
showing the daily thing that your partner has done is great, it's more lovable...
Dia juga ngomong:
Gue jatuh cinta karena gue merasa dicintai.
Seorang wanita jatuh cinta karena dia merasa dicintai...
Gue berusaha mencintai seorang wanita...
Cinta dibutuhkan untuk kita menyadari bahwa hubungan yang kita bina itu worthed untuk terus dijalani. Kata dia:
I'm in love with my husband... Saat ngeliat dia bangun pagi dan ngebiarin gue tetap tidur. Dia cuci muka terus masak air dan bikinin gue teh hangat.
I'm in love with my husband... Saat gue lagi masak dan dia tanpa bertanya langsung ngambil beras, nyuciin dan masak nasi di rice cooker.
I'm in love with my husband... Saat pagi sebelum dia berangkat kerja, dia bilang: "Biar aku yang nyuci jeans dan semua pakaian yang berat. Kamu nyuci yg ringan-ringan aja ya".
I'm in love with my husband... Saat gue yang gak bisa masak coba masak buat dia dengan bahan instan seperti, sosis, chicken nugget, daging asap, kentang goreng, mie instan, sup asparagus yang tinggal dicemplung di air mendidih dan dia bilang: "Aku senang makan kenyang tapi istriku gak usah capek. Ternyata orang bule emang pintar ya, mereka nyiptain masakan siap masak siap saji siap diangetin doang karena gue butuh istri gue bukan cuma untuk masak doang".
I'm in love with my husband... Setiap akhir bulan dia transfer semua gajinya ke rekening gue dan bilang: "Aku tuh boros banget makanya kamu yang manage uangnya ya". Dan saat gue tunjukkin account tabungan gue dia bengong dan tanya, "Kamu nabung sebanyak ini?" dan mukanya langsung sedih dan bilang, "Kamu boleh kok belanja beli baju or apapun juga. Jangan semuanya ditabung. Aku senang bisa beliin kamu some stuff."
I'm in love with my husband... Saat dia ngajak gue beli handphone baru dan gue bilang 'nggak' karena kita baru beli AC dan itu berarti tabungan berkurang. Terus dia bilang: "Aku sedih aku nggak bisa beliin istriku hp baru yg mahal".
I'm in love with my husband... Saat ada beberapa orang di deket rumah gue dan sempet gangguin gue. Dia marah dan bilang ke orang keamanan komplek gue, "Gue gak mau ada siapapun yang ganggu istri gue. Kalo elo gak bisa nyelesein dgn cara lo, gue akan nyelesein dengan cara gue."
I'm in love with my husband... Saat gue bilang gue belom siap punya anak dan dia cuma tanya, "Kenapa?" Setelah gw jelasin alasan gue dan dia bilang, "I'm ready when you're ready."
I'm in love with my husband and I want continue in love with him in many ways...
Love is doing ordinary, daily, and simple thing but in a good way.
Saying I love you is great, giving some flowers is cool or writing some poet is amazing but...
showing the daily thing that your partner has done is great, it's more lovable...
Dia juga ngomong:
Gue jatuh cinta karena gue merasa dicintai.
Seorang wanita jatuh cinta karena dia merasa dicintai...
Gue berusaha mencintai seorang wanita...
Jumat, Juli 17, 2009
Am I chasing an empty hope?
Pada dasarnya, wanita membutuhkan seorang pria sebagai tempat bersandar.
Pada dasarnya, pria membutuhkan seorang wanita sebagai tempat mencurahkan kasih sayang.
Truth be told, I'm in love (again) but the situation it's complicated to me.
I hate pushing someone to like or love me.
Whether SHE read this or not, bahasa bau kencurnya, yeah, gue suka sama elo!
Love is not just about sex.
It's about trust and care.
Pada dasarnya, pria membutuhkan seorang wanita sebagai tempat mencurahkan kasih sayang.
Truth be told, I'm in love (again) but the situation it's complicated to me.
I hate pushing someone to like or love me.
Whether SHE read this or not, bahasa bau kencurnya, yeah, gue suka sama elo!
Love is not just about sex.
It's about trust and care.
Langganan:
Postingan (Atom)
