Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hobi. Tampilkan semua postingan

Jumat, Mei 15, 2015

Bersepeda ke Kantor

Ilustrasi Bersepeda.
Mereka yang rutin bersepeda ke kantor di ibukota pasti hanya berlandaskan satu alasan: kesenangan. Ada orgasme yang timbul ketika mengayuh pedal, menyelip di antara kendaraan bermotor, atau berhasil sampai di tempat tujuan. Tentunya modifikasi dan perencanaan bisa dilakukan demi meminimalisasi ganasnya perjalanan. Faktanya, tantangannya teramat banyak, tetapi kesenangan bisa mengalahkan itu semua.

1. Hujan
Mikail sepertinya lebih bersemangat ketika bekerja di daerah tropis. Ketika hujan lebat, sejauh ini mobil masih berada di peringkat pertama. Intinya, tidak ada yang suka menjadi basah ketika harus mulai bekerja.

2. Perkerasan Jalan
Lagi-lagi mobil bisa dinobatkan sebagai moda yang paling unggul. Lubang kecil di jalan tidaklah berarti buat kendaraan roda empat tapi bisa begitu menyengsarakan buat sepeda. Jumlah dan ketebalan ban mobil membuatnya unggul ketimbang sepeda. Ketidakrataan permukaan jalan dan polisi tidur juga menjadi isu buat sepeda.

3. Gembok Pengaman
Kryptonite, salah satu merek terkenal untuk gembok pengaman sepeda.
Pesepeda menghadapi dua pilihan yang sama-sama tidak enak: gembok pengaman yang ringan tapi kurang aman atau gembok pengaman yang cenderung aman tapi memiliki bobot yang berat. Saya memilih opsi yang kedua dengan konsekuensi penambahan berat dan volume yang signifikan di dalam tas saya. Seiring berkembangnya teknologi, Litelok menawarkan keamanan sekaligus bobot yang ringan. Sayangnya hingga saat ini Litelok harus ditebus dengan harga yang cukup mahal, belum lagi tambahan ongkos kirim beserta biaya bea cukai.

4. Parkir
Parkir sepeda di kantor saya (Recapital Building).
Sebuah perjalanan dengan kendaraan pribadi dimulai dan diakhiri dengan parkir. Pesepeda harus putar otak memarkirkan sepedanya terutama di tempat yang belum menyediakan tempat parkir khusus sepeda.

5. Kualitas Udara
Masker dan lampu (depan dan belakang) merupakan barang yang sebaiknya dimiliki pesepeda. Helm dan kacamata merupakan opsional.
Bersepeda itu sehat? Tidak selalu menurut saya. Bersepeda di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk justru mempercepat kematian. Efek polusi udara ini jangka panjang karena polutan yang mengendap sedikit demi sedikit di dalam tubuh. Isu ini menjadi pertimbangan utama saya memodifikasi sepeda saya menjadi moda hibrida. Dan jangan lupa pakai masker!

6. Tempat Menaruh Barang
Menggunakan rak depan (Kanga Rack) adalah pilihan yang tepat agar punggung terbebas dari beban selama bersepeda.
Sepeda membutuhkan aksesoris tambahan berupa rak atau tas khusus (pannier) untuk menaruh barang bawaan. Saya sebisa mungkin menghindari pemakaian tas punggung ketika bersepeda rutin ke kantor. Efek jangka panjangnya adalah sakit punggung karena beban repetisi.

7. Mandi
Recapital Building menyediakan shower beserta air hangat.
Ini juga penting bagi banyak pesepeda. Tidak enak rasanya memulai hari dengan kondisi berkeringat dan bau tidak sedap. Selayaknya gedung perkantoran memiliki fasilitas kamar mandi. Tentunya harus dipikirkan pula membawa baju ganti, handuk, alat mandi, dan lokasi meletakkan itu semua.

8. Teman Bicara
Anda bisa mengobrol dengan teman atau pasangan Anda sepanjang perjalanan ketika menggunakan mobil, sepeda motor, atau bus. Sepeda? Opsinya ada dua: membonceng teman Anda atau mengobrol dengan sama-sama menggunakan sepeda secara beriringan. Keduanya bukan ide yang baik.

*

Dengan segala faktor di atas, mengapa seorang harus bersepeda ketika moda lain (terutama mobil) menawarkan kenyamanan ekstra?

Kamis, Mei 07, 2015

Sepeda Listrik: Sebuah Moda Transisi

Gambar 1 Ilustrasi Sepeda Listrik
Sumber gambar
Pembukaan
Sepeda konvensional  hanya menggunakan tenaga yang berasal dari kayuhan kaki. Tenaga tambahan bisa diberikan lewat teknologi kelistrikan sehingga menjadikan sepeda sebagai moda transportasi hibrida. Sepeda listrik memudahkan penggunanya untuk menempuh medan berbukit dan perjalanan lebih jauh tanpa harus berkeringat banyak. Adam Burvill, dalam tulisannya yang berjudul The Grin Technologies Basics Ebike Guide (2003), sepeda listrik terdiri dari empat komponen dasar: motor elektrik, alat pengontrol, tuas gas atau sensor kayuhan, dan baterai. Tulisan ini akan membahas perkembangan sepeda listrik terkait dengan implikasinya dalam penerapan kebijakan transportasi.

Perkembangan Sepeda Listrik
Cherry dan Cervero dalam jurnalnya yang berjudul Use characteristics and mode choice behavior of electric bike users in China (2007) menyebutkan bahwa penjualan sepeda elektrik di Cina meningkat dari 40.000 pada tahun 1998 menjadi 10 juta pada tahun 2005. Menurut Cherry dkk dalam jurnal Comparative environmental impacts of electric bikes in China (2009), hingga saat ini terdapat lebih dari 50 juta sepeda listrik di Cina. Pertumbuhan yang sangat pesat ini tidak lepas dari perkembangan teknologi dan inovasi pada baterai dan motor elektrik sebagai komponen utama sepeda listrik. Weinert dkk dalam jurnal yang berjudul The future of electric two-wheelers and electric vehicles in China (2008) menyatakan harga beserta berat baterai dan motor elektrik dan infrastruktur pengisian ulang menjadi tantangan utama dalam inovasi di bidang ini.

Fenomena sepeda listrik mengharuskan pembuat kebijakan mengatur keberadaan moda yang relatif baru dan semakin populer ini. Pemerintah pusat Cina melalui standar teknis nasional (1999) dan peraturan transportasi jalan (2004) mengatur karakteristik pembuatan sepeda listrik dan mengklasifikasikannya sebagai sepeda konvensional sehingga pengendara tidak membutuhkan surat izin mengemudi ataupun helm ketika berkendara. Negara-negara di Eropa memiliki peraturan serupa lewat pembatasan daya, kecepatan, dan berat sepeda. Pada umumnya, daya sepeda listrik tidak boleh melebihi 250 watt dengan kecepatan maksimal 20 mil per jam (sekitar 32 kilometer per jam). Namun, Weinert dkk mencatat dalam jurnal The transition to electric bikes in China: history and key reasons for rapid growth (2007) ada juga juga kota di dunia yang melarang penggunaan sepeda listrik dengan alasan keselamatan seperti Fuzhou, Zhuhai, Guangzhou, dan Hong Kong.

Faktor Keselamatan, Dampak Lingkungan, dan Analisis Biaya
Sepeda listrik hampir tidak bersuara ketika melaju. Hal ini yang seringkali menjadi penyebab kecelakaan lalu lintas. Yao dan Xu menulis tentang keselamatan sepeda listrik dan lalu lintas dalam jurnal Traffic safety for electric bike riders in China (2012) dan melaporkan bahwa pada tahun 2004 terdapat 589 pengendara sepeda listrik yang tewas dan 5.295 lainnya terluka di Cina. Statistik ini meningkat 5.4% pada tahun 2008. Isu keselamatan lainnya adalah konflik dengan pejalan kaki dan pembagian jalur sepeda dengan sepeda konvensional.

Sepeda listrik menghasilkan nol polusi udara selama melaju. Akan tetapi, perlu dipahami dampak lingkungan harus ditinjau selama proses produksi, pemakaian, dan pembuangan limbah. Cherry dkk yang fokus dalam dampak lingkungan pada jurnalnya (2009) membuat tabel perbandingan emisi kendaraan.

Tabel 1 Perbandingan Tingkat Emisi Produksi dan Pemakaian Kendaraan
Sepeda elektrik mengeluarkan gas rumah kaca yang jauh lebih kecil dibandingkan dengan mobil dan sepeda motor. Jika dibandingkan dengan sepeda konvensional dan bus sebagai dua moda transportasi yang paling efisien, sepeda listrik memiliki tingkat emisi yang lebih tinggi untuk beberapa jenis polutan terutama timbal (Pb) sebagai bahan baku baterai. Terlepas dari itu, dapat disimpulkan bahwa sepeda listrik bisa berkompetisi dengan baik dari segi lingkungan.

Rose, dalam jurnal E-bikes and urban transportation: emerging issues and unresolved questions (2012), berpendapat bahwa untuk saat ini baterai tipe timbal (SLA/Sealed Lead-Acid) masih tergolong murah, terjangkau, dan memiliki umur yang panjang. Kekurangan dari baterai SLA terletak pada kapasitas energi yang rendah dan cenderung mencemari lingkungan pasca pemakaian walaupun tidak mudah untuk dihitung besarannya. Baterai ion lithium memiliki prospek sebagai pengganti baterai SLA karena memiliki kerapatan energi yang lebih tinggi dan lebih ramah lingkungan. Pengembangan dan inovasi baterai ion lithium dapat mengurangi biaya produksi karena saat ini bisa 3-4 kali lebih mahal daripada baterai SLA.

Tabel 2 Analisis Biaya
Tabel di atas dimuat di dalam jurnal The transition to electric bikes in China: history and key reasons for rapid growth (2007) karya Weinert dkk. Dari segi biaya, sepeda listrik menempati urutan kedua termurah setelah sepeda konvensional. Bus sebagai angkutan massal berada di urutan ketiga dan merupakan opsi terbaik apabila tidak memiliki kendaraan pribadi. Biaya per tahun untuk sepeda motor dan mobil bisa melonjak hingga 3 dan 10 kali lipat jika dibandingkan dengan sepeda listrik. Selain biaya kendaraan itu sendiri, bensin sebagai bahan bakar yang menjadikan biaya per tahun untuk sepeda motor dan mobil membengkak.

Regulasi di Indonesia dan Kesimpulan
Belum ada peraturan yang secara eksplisit mengatur eksistensi sepeda listrik di Indonesia. Peraturan Pemerintah Nomor 55 Tahun 2012 tentang kendaraan hanya menjabarkan aplikasi motor listrik pada sepeda motor tanpa adanya spesifikasi atau batasan yang jelas. Sepeda listrik belum populer di Indonesia, tetapi bukan tidak mungkin penggunaannya bisa meroket di masa depan sebagai moda pengganti sepeda motor atau mobil untuk kegiatan sehari-hari berjarak dekat hingga menengah.

Cherry dan Cervero yang fokus meneliti karakteristik pengguna sepeda listrik (2007) menyimpulkan bahwa dalam rangka membuat kebijakan sepeda listrik, dibutuhkan pemahaman yang dalam mengenai siapa penggunanya, bagaimana mereka akan menggunakannya, dan moda apa yang akan dipilih jika sepeda listrik tidak ada. Pemahaman karakter pengguna dan lingkungan unik Indonesia ini penting sebagai bahan pertimbangan sisi positif dan negatif dari sepeda listrik. Weinert dkk yang melakukan studi tentang perkembangan pesat sepeda listrik di Cina (2007) menegaskan sebagai moda transisi, kelemahan sepeda listrik bisa terus dimitigasi lewat perkembangan teknologi, rekayasa lalu lintas, dan peraturan yang jelas dan tegas dalam hal spesifikasi di jalan.

Kebijakan berupa pelarangan bukan langkah tepat sebelum ada kajian yang komprehensif di Indonesia yang mengatakan demikian. Kehadiran sepeda listrik dipastikan tidak bisa menyelesaikan masalah mobilitas secara menyeluruh, tetapi sepeda listrik bisa menjadi salah satu butir solusi permasalahan transportasi di Indonesia, terutama di kota besar.

Referensi
Burvill, Adam. 2013. The Grin Technologies Basics Ebike Guide. Grin Technologies Ltd.
Cherry, C. R., Weinert, J. X., & Xinmiao, Y. 2009. Comparative environmental impacts of electric bikes in China. Transportation Research Part D: Transport and Environment, 14(5), 281-290.
Cherry, C., & Cervero, R. 2007. Use characteristics and mode choice behavior of electric bike users in China. Transport policy, 14(3), 247-257.
Rose, G. 2012. E-bikes and urban transportation: emerging issues and unresolved questions. Transportation, 39(1), 81-96.
Weinert, J., Ma, C., & Cherry, C. 2007. The transition to electric bikes in China: history and key reasons for rapid growth. Transportation, 34(3), 301-318.
Weinert, J., Ogden, J., Sperling, D., & Burke, A. 2008. The future of electric two-wheelers and electric vehicles in China. Energy Policy, 36(7), 2544-2555.
Yao, L., & Wu, C. 2012. Traffic safety for electric bike riders in China. Transportation Research Record: Journal of the Transportation Research Board, 2314(1), 49-56.

*

Tulisan ini dibuat untuk Buletin Mata Garuda Edisi Mei 2015.

Senin, Desember 22, 2014

Sepeda Listrik

Bandung membentuk saya menjadi pribadi yang gemar bersepeda. Indekos di Tubagus Ismail dan kampus di Jalan Ganeca adalah rute yang kerap ditempuh sebagai rutinitas. Dago bagian atas hingga Lembang menambah orgasme bersepeda di kota itu. Lalu ada lagi tindakan konyol gowes Bandung Jakarta yang dulu pernah saya jalani bersama dua sahabat. Kami tidak sebanding dengan Darren Alff atau Paimo, yang jelas, perjalanan BandungJakarta kala itu cukup membuat dada kami menjadi busung dan layak diceritakan kepada anak dan cucu dengan penuh antusias.

Masa penuh kekonyolan itu telah usai. Sekarang saatnya menyambung hidup di ibukota.



Mari realistis, bersepeda rutin di Jakarta sama saja bunuh diri! Bukannya sehat didapat, malah sekarat. Kota ini dibanjiri sepeda motor berbahan bakar fosil yang tidak hanya merusak tubuh, tetapi juga perilaku (mayoritas) pengendaranya yang jauh dari kata beradab. Mengapa sepeda motor menjadi primadona? Ternyata warga Jakarta masih bisa berpikir jernih: sepeda motor adalah moda transportasi yang paling rasional. Ia menawarkan fleksibilitas dengan harga yang sangat terjangkau. Mobil lebih parah lagi, ruang jalan yang diambil oleh sebuah mobil lebih sering diisi hanya satu-dua orang. Pada saat yang bersamaan, pemerintah seakan kalah dengan mafia. Publik yang kena imbasnya.

Ah, semua orang tahu rumus itu. Maafkan jalan Jakarta!

Saya bermimpi sebuah Jakarta yang dirajai oleh pejalan kaki dan pesepeda. Sepertinya tidak mungkin, ya? Akan tetapi, Tony Fernandes memberikan petuah seperti ini: "Believe the unbelievable, dream the impossible". #azek

Dan itu semua dimulai dari diri sendiri. Saya memulai dengan sepeda listrik! Dengan sepeda listrik, penggunaan sepeda sebagai moda transportasi utama bisa menjadi sesuatu yang rasional. Berbicara realistis lagi, saya sadar sepeda listrik secara masif pun tidak akan menyelesaikan persoalan mobilitas secara menyeluruh. Ini hanyalah salah satu butir solusi.


Dari dulu saya ingin memiliki sepeda lipat! Oh, perkenalkan, namanya Vitalia, sebuah Dahon Vitesse D8 keluaran 2014. Sebenarnya Indonesia sudah memproduksi sepeda listrik secara massal, tetapi saya tidak suka dengan modelnya dan memutuskan membeli sepeda dengan model yang saya suka dan merakit sendiri kit elektriknya. Konsekuensinya adalah harus jeli agar setiap komponen kit elektrik bisa kompatibel dengan sepeda. Sayangnya, hanya sepeda yang saya beli di Indonesia, semua kit elektrik masih impor. Saya mengalami kesulitan menemukan komponen ini di dalam negeri. Bagi para pembaca yang tahu, tolong informasikan ke saya.

Komponen dasar sepeda listrik terdiri dari motor, kontroler, baterai, dan monitoring tool. Akan lebih baik pula untuk mengenal istilah-istilah dasar di bidang elektro. Senior saya, Dwinanto Setyo, telah menuliskan hal-hal dasar yang perlu diketahui di blognya. Cek di sini. Electricbike.com, ebikes.ca, dan Endless Sphere juga layak untuk dieksplorasi.

Sepeda saya mampu menjelajah hingga 60 kilometer dengan baterai terisi penuh. Kecepatan maksimalnya 43 kilometer per jam. Daya jelajah dan kecepatan seperti itu sudah lebih dari cukup untuk para komuter. Saya memilih sepeda lipat karena ide awalnya adalah agar bisa terintegrasi dengan moda lain seperti BRT, KRL, dsb. Akan tetapi, bobot total sekitar 24 kilogram bukan ide yang baik untuk diangkat secara terus-menerus.

Persoalan selanjutnya adalah fasilitas penunjang. Pertama, tempat parkir sepeda masih minim disediakan oleh pemerintah atau pengelola gedung sehingga harus berpikir ekstra untuk memarkirkan sepeda. Kedua adalah integrasi dengan moda lain seperti akes berupa ramp (bidang miring) atau lift di stasiun dan tempat khusus meletakkan sepeda selama berada di bus atau kereta.


Semoga kelak Jakarta dapat memanusiakan warganya dalam bermobilitas. Aamiin!

Rabu, September 15, 2010

Lego

Hello, everyone! It's a pleasure to meet you all again. It's Lego time!

Having a bit conversation about Lego with my friends in twitter, I'd like to explore more about this toy.

Lego. Who doesn't know Lego? Yeah, Lego is a construction toys. It was created by Ole Kirk Christiansen, a carpenter from Billund, Denmark. Lego in Danish means 'play well'. The name could also interpreted as 'I put together' and 'I assemble' in Latin. The Lego Group's motto is kun det bedste er godt nok which means 'only the best is good enough'. Lego has released thousands products of set themes in a variety of topics such as town and city, spaces, vikings, racers, bionicle, airports, star wars, batman, toy story, and many more.

Yup, enough for the little history. You can learn more here. Now I want to share my Lego thingy, I have some. So why don't you chek it out? Go!

1. Toa Tahu, Mistika (Bionicle)

2. Toa Tahu and Toa Lewa (Bionicle)

3. Chameleon Hunter (Exo-Force)

4. Padde and Sharky

Now that I crave for this thing below:
That (Lego) Buzz Lightyear is tremendously awesome! I must spend 380000 rupiah to get it. Darn. Anyway, where's Woody, Buzz?

Lego is a unique toy. I know Lego since I was in the kindergarten, I guess. Too bad I was too young at that time, I lost some parts of my Lego. Kids, blah. Lego is not a cheap toy now, you have to spend hundred thousand, even million rupiah to have it as your toy. Though it's expensive, my children should play Lego later! Haha!

Lego, create your own imagination, you're the director.

Rabu, September 08, 2010

I am a Modeler

Posting kali ini akan mengisahkan kegiatan yang aku senang lakukan. Apa itu? Gundam Modeling. Sudah lama aku jatuh cinta dengan Gundam. Entah mengapa, merakitnya dan melihatnya berpose ada kesenangan tersendiri. Yaa namanya juga hobi. Sulit untuk dijelaskan.

Oke. Berbicara tentang merakit, dulu aku hanya melakukan snap-fit. Beli, rakit, dan pose. Sekarang aku mau maju ke tahap yang lebih pro. Airbrushing. Kata temanku, dengan meng-airbrush kita seolah-olah menghilangkan unsur plastik jadi si Gundam terlihat lebih nyata. Aku tidak akan memberikan tutorial di sini karena aku masih pemula. Hehe. Yang akan kuberikan di sini adalah beberapa gambaran kegiatanku di bidang ini.

Pertama, untuk memulai yang namanya airbrushing, Anda harus punya sebuah benda yang bernama (Mini) Air Compressor + Airbrush. Kira-kira bentuknya seperti ini:
Benda di atas aku beli seharga 800 ribu rupiah. Butuh kerja keras untuk menabung hingga mencapai uang sebesar itu. Aku membelinya di Lindeteves Trade Center. Mereknya MultiPro. Kalau mau lebih pro lagi, silahkan membeli merek Iwata dengan harga jutaan rupiah. Aku yang masih pemula cukup lah dengan yang ini.

Kedua, untuk naik dari tingkatan snap-fit, butuh peralatan ekstra dan cat tentunya.
Gambar di atas adalah thinner, putty/dempul, tamiya cement, dan cat primer kaleng.

Nah kalau yang ini adalah beberapa jenis cat. Cat sendiri dibedakan menjadi tiga tipe: lacquer, acrylic, dan enamel. Masing-masing punya karakteristik. Tidak boleh sembarangan, thinner-nya pun harus disesuaikan dengan jenis cat.

Ketiga, setelah siap dengan semua alat dan bahan, saatnya beraksi!
Sebelum cat yang berwarna, Gundam dicat dulu dengan cat dasar. Campur cat dengan thinner. Berapa rasionya? Di situ lah 'seni'-nya. Tidak ada rasio pasti sebenarnya. Feeling bermain di sini. Cat yang terlalu kental atau encer hasilnya tidak akan bagus bila digunakan. Butuh pengalaman untuk mengetahui apakah kadar cat dan thinner sudah pas. Namun kata temanku, kalau sudah sekental susu cair Indomilk berarti sudah bagus tuh. Mengapa Indomilk bukan Susu Bendera? Entahlah. Hehe.


Keempat, airbrushing!

Fungsi yang berlaku di sini (duileh) adalah tekanan kompresor dan jarak cat. Sebenarnya paling enak jika kita punya ruangan sendiri dan meja khusus jadi tidak perlu duduk di lantai seperti yang aku lakukan. Hehe. Kenapa aku pakai masker? Bau cat sangat tidak sedap dan bisa merusak organ pernafasan dalam jangka waktu yang lama. I love my lungs, dude.

Aku punya beberapa rekomendasi halaman di internet yang bisa kita gunakan sebagai acuan. Semacam tips dan trik. Plus aku tahu di mana sebaiknya membeli Gundam atau peralatannya. Silahkan hubungi aku jika berminat dan mari kita saling berbagi. Aku masih pemula di sini. Hehe.

Kira-kira seperti itulah gambaran dari hobiku. Ada kesenangan tersendiri saat melakukan hobimu kan? Don't judge me as if I were such a childish then.

In my humble opinion, Gundam is cool. But I'm not that Japan freak, oke? Haha.

Ini hobi gue.
Apa hobi lo?

Selasa, Januari 12, 2010

OO Raiser + GN Sword III

Anda Benar. Lagi-lagi saya memesan gundam via kaskus. Kali ini saya memesan HG 1/144 OO Raiser + GN Sword III. Yippie. Somehow gue seneng banget kalau beli gundam lewat kaskus. Lebih murah!

It's not a bull shit. Gue beralasan mengatakan lebih murah. Setelah gue cek di ITC, harga yang gue beli lebih murah 25 ribu rupiah. Andaikata gak ada ongkos kirim, akan lebih murah 40 ribu rupiah! Wow! Fantastis!

Selain itu, gue telah mendedikasikan diri gue untuk menabung lalu membeli sebuah barang yang bernama kompresor dan air brush. Kata si rejong sih harganya sekitar 1,3 juta. Harga yang gak murah untuk kalangan mahasiswa macem gue. Sampai pos ini diturunkan, baru 100 rebong yang gue kumpulkan. Gue gak bakal ngerakit gundam sebelum punya barang itu. Merakit yia, bukan membeli. Haha!

Gak banyak orang mengerti tentang gundam. Maksud gue, banyak orang berpendapat "yaelah, ngapain beli gundam mahal-mahal, setelah jadi cuman dipajang". Mameeeen, ini hobi. Ada perjuangan mengumpulkan duit untuk membelinya. Ada skill yang dipakai saat merakit dan 'menjelajah' gundam lebih lanjut. Makanya gue mau beli kompresor. You should respect that.

To me, gundam is art, whether you like my statement or not.

Haha, yasudah laah. Ini ada bukti kalau kaskus sudah menjangkit banyak orang. Go ahead, click the picture to see it clearer. Lagi-lagi Bang Topan mejeng di blog gue. Yes!

Rabu, September 30, 2009

HY-GOGG via Kaskus!







Yeah!
Finally!
Belanja pertama gue lewat kaskus sukses pisan! Asoy geboy laah!

MSM-03C 'HY-GOGG'
Principality Of Zeon Amphibious Mobile Suit

1/144 High Grade Universal Century

Model kit itu mendarat dengan selamat, sejahtera, dan sentosa di kosan gue. Nih buktinya:




































Menurut gue, Hygogg bentuknya unik walaupun kayak kodok. Ini mobile suit favorit gue kalo maen berantem gundam di PS1 dulu! Udah kagak ada nih di toko gundam, kudu mesen!
Langkah berikutnya adalah merakit Hygogg. Sabar yia, Hygogg. Banyak tugas nih...

Kaskus mantab, GAN!

Jumat, Mei 09, 2008

Today is better than yesterday. Tomorrow? Who knows....

Hari ini lbh baik drpd hr kemarin (harus!)

Alhamdulillah praktik TIK dpt yg gampang, praktik bhs inggris sm fina, lancar laah. Hoho. Td gw ke ofren, ada pengarahan ttg program baru gtu, judulnya SUPERFOKUS. Asal lo tau, bgitu uas slese, udah libur, ofren bakal jd tempat peraduan gw! Bayangin aja, hr senin sampe sabtu, mulai dari jam 9 pagi ampe jam 5 sore, gw bakal berada d ofren. Ckckckck. Tp Insya Allah gak ada yg sia-sia...

Td jg dibagiin kelas baru di ofren, yaa ktny tujuannya biar bs lebih konsen, jd yg brisik jgn dicampur sm yg berisik pula. Biar sama rata. Tp td banyak yg protes cos ngerasa kelasnya gak enak. Kl gw sendiri, gw fine" aja mw ditempatin d mana aja asal bener. Skrg bkn masalah temen, elo yg nentuin gimana nasib lo nanti...

Oia, td anak ipa c pada karaokean d tg duren, entah d mana. Yasmin jg ikut, pas nyampe ofren dia girang gitu kayak anak kecil dikasih permen. Yaa bagus laah. Hohoo. Mungkin mereka pada menggila pas karaokean, nyanyi lagu" alay, melepas kelelahan praktikum...

USM ITB bentar lagi, 31 Mei n 1 Juni. GW PASTI BISA!

Btw taun ini UI buka Ujian Masuk Bersama alias UMB. Sumpah, pertama x gw liat iklannya di koran, gw terhentak. Hohoo. Tapi begonya, gak lgsg gw gunting tuh iklan, pas mw diliat lg korannya dah gak ada. Untung dapet info lg dari marry. Gw gak mw nyia-nyiain ksempatan ini, gw jg bakal ikut. Tesnya tgl 7-8 Juni...

Skrg msh bisa nyantai dikit. Gw mw beli gundam lg deh. Udah lamaa bgd gak beli n ngerakit gundam. Kangen gw. Yaa skalian nambah koleksi. Mungkin bsok mw k ITC prmata ijo, liat". Sbnrnya gw mw beli kompresor buat airbrush, gw mau naik level! Gw mw blajar meng-airbrush. Unfortunately, tuh kompresor harganya mahal. Wktu gw ke ace hardware, ada yg menurut gw good quality, itu jg plg murah, yakni 800rbu! Ada yg mw beliin gak? (ngarepph)
Well, untuk ukuran pelajar yg Insya Allah melangkah ke jenjang yg lebih tinggi, sayang beli gtuan skrg, tanggung. We'll see later...

Okeh, enough for today...
Caoo...