Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Islam. Tampilkan semua postingan

Kamis, Januari 26, 2017

Ramadan 2014

Riuh suasana pemilihan presiden di tanah air tidak akan bisa memudarkan pesona Ramadan tahun ini. Jika sebelumnya penempaan Ramadan terjadi di ekuatorial, kali ini perantauan menyeret jauh ke Utara, ke Negeri Ratu Elizabeth!

Kombinasi 23,5 derajat sudut inklinasi Bumi, pertengahan tahun, dan posisi belahan Bumi Utara membuat matahari betah berlama-lama singgah setiap harinya. Subuh pukul 02:30 dan Magrib pukul 21:30 membuat durasi puasa bisa mencapai 19 jam. Seorang rekan lokal bahkan berkata, "That's insane, it's too much!".

Tidak ada suara adzan bergema, tidak ada penjaja takjil, tidak ada sabetan sarung para bocah. Apapun wujudmu, wahai Ramadan, terima kasih telah hadir sebagai sebuah sistem kontemplasi.

Leeds, Juli 2014

Senin, Januari 16, 2017

Pesan Awal Hatta

"Allah tidak kekurangan suatu apa pun, tidak kurang hormat, tidak kurang kebesaran, tidak ingin disembah dan dipuji. Sembah dan pujian kepada Allah tidak lain maksudnya daripada didikan kepada diri sendiri, supaya menjadi orang yang lebih baik dan cinta kepada yang benar yang ditunjukkan Allah, kepada yang adil dan jujur, serta kasih antara sesama manusia."
Hatta, Mohammad
Bukittinggi - Rotterdam Lewat Betawi
h.20

Jumat, Mei 06, 2016

Salat Jumat

Jumat, satu hari yang paling istimewa dibanding enam yang lain. Pada hari Jumat seorang muslim setidaknya berangkat ke masjid untuk menunaikan Salat Jumat dua rakaat secara berjamaah, sebuah ibadah pengganti Dzuhur yang terdiri dari empat rakaat.

Berbicara mengenai salat berjamaah, kita sering terbuai dengan iming-iming pahala yang konon besarnya 27 kali lipat salat sendiri. Konsep pahala dan dosa terlalu sederhana jika hanya berupa fungsi linear perkalian matematika. Lagipula, itu bukan ranah manusia untuk mengalkukasi besaran pahala yang ia terima.

Terlepas dari itu, ada hal-hal fundamental yang bisa dipetik faedahnya dari salat berjamaah.

  • Ada konsep pemimpin (imam) dan yang dipimpin (makmum).
  • Ada konsep merapatkan barisan (saf).
  • Dan yang tidak kalah penting, ada sosialisasi yang tercipta pasca ibadah selesai. Bisa berupa sekadar senyuman, jabat tangan erat, atau mengobrol ringan.

Dengan adanya Salat Jumat, tercipta sebuah sistem yang mewajibkan laki-laki untuk salat berjamaah setidaknya sekali dalam seminggu. Keunikan lain dari ibadah mingguan ini adalah adanya ceramah sebelum prosesi salat didirikan. Setelah penceramah naik mimbar, para jamaah dilarang berbicara satu sama lain dan diwajibkan untuk fokus mendengarkan isi ceramah.

Seorang ayah niscaya berkata kepada anak laki-lakinya, "Yuk, Nak, Salat Jumat". Sebuah ajakan sederhana sebagai proses mengenalkan Islam. Yang perlu digarisbawahi, proses itu belum selesai dengan ajakan saja, tetapi harus ada pendampingan. Mengapa? Karena isi ceramah adalah sesuatu yang berada di luar kontrol jamaah. Konten ceramah terkadang bisa memekakkan telinga, secara harfiah, karena terucap dengan menggebu-gebu disertai urat leher yang muncul ke permukaan kulit. Yang lebih parah, bukan tidak mungkin konten ceramah justru berupa ajaran yang jauh dari Islam yang mendamaikan. Di situ seorang ayah berperan sebagai pendamping anaknya untuk memfilter ajaran yang melenceng.

Mengutip Pram, di mana pun ada yang mulia dan jahat. Tidak perlu mengagungkan sesuatu atau seseorang sebagai keseluruhan.

Minggu, Desember 06, 2015

Pot, Sebuah Batas

Entah apa nama tanaman di atas, yang jelas, ada dua buah pot berisikan tanaman tersebut di halaman atas rumah. Keterbatasan lahan membuat penghijauan menggunakan media tanah di dalam pot menjadi solusi alternatif bagi rumah di kawasan padat penduduk.

Semua tanaman rutin disiram dua kali sehari, pagi dan sore. Ia tumbuh ke atas dan ke samping. Batang utama tumbuh ke atas dan selang beberapa waktu tumbuh pucuk yang siap menjadi cabang yang berdaun ke samping.

Ternyata, tanaman yang sama sering ditemukan di sudut-sudut ibukota dengan versi yang jauh lebih besar. Foto di atas adalah jenis tanaman yang sama seperti foto pertama dan diambil saat hari bebas kendaraan bermotor. Apa perbedaannya?

Oh jelas, tanaman pada foto kedua memiliki batang yang lebih kokoh dan daun yang lebih rimbun. Di dalam tanah, tidak terlihat, terdapat akar yang lebih masif dan kuat. Mengapa bisa? Karena pot, sebuah batas.

Kasus ini bisa menjadi berbagai analogi dalam kehidupan. Intinya, agar bisa memberikan manfaat yang lebih luas (lebih rimbun), batang harus kokoh dengan pondasi akar yang kuat.

Poin yang paling penting, pot itu adalah sebuah batas, sebuah kekangan. Lepaskan batas karena potensi manusia lebih daripada apa yang sekedar dipikirkan. Ia tidak terbatas.

Senin, Juli 28, 2014

Sungkem Virtual

Sungkem lebaran kali ini teramat berbeda. Perbedaan jarak menyebabkan hilangnya kontak fisik, tetapi kasih itu akan tetap ada.

Selamat Idul Fitri!

Minggu, Maret 16, 2014

Ketika Sempit dan Sulit

Robbisrohli sodri
Wayassirli amri
Wahlul 'uqdatammillisaani
Yafkahu kauli

Ya Allah, lapangkanlah dadaku
Mudahkanlah urusanku
Lepaskan kekakuan dari lidahku
Agar mereka mengerti perkataanku

QS Thaha (20): 25-28

Rabu, Mei 01, 2013

Umar

Alkisah seorang Umar bin Khattab adalah pemimpin kaum muslim kala itu. Tak tanggung-tanggung seorang Umar sering terjun langsung ke permukiman warga kota. Blusukan mungkin namanya sekarang.

Suatu malam Umar menyamar menjadi warga biasa. Berbalut jubah hitam yang menutupi hampir seluruh badan dan wajahnya, ia berkeliling sendiri ke setiap pelosok negeri yang sedang ia pimpin. Tibalah di sebuah pondok kecil dan kumuh, Umar mengintip dan menguping lewat jendela. Alangkah terkejut dirinya mendapati seorang ibu yang sedang memasak batu. Anak-anaknya merengek kelaparan minta diberi makan. Tak ada bahan makanan, sang ibu berpura-pura memasak sambil menenangkan anak-anaknya. Pada akhirnya mereka letih karena menangis lalu terlelap dengan sendirinya.

Tertegun Umar menyaksikan kondisi rakyatnya dengan mata kepalanya sendiri. Umar langsung berlari pulang ke istana selepas beresnya peristiwa yang memilukan hatinya. Dengan otot tangannya sendiri, dia memikul bahan makanan di atas pundaknya dan bersegera ke lokasi kembali. Sesampainya di sana, Umar memberikan sekarung bahan makanan kepada sang ibu dengan ikhlas.

*

Aku merindukan seorang pemimpin yang terjun langsung merasakan kondisi rakyatnya tanpa kawalan voorijder yang angkuh, sirene yang memekakkan telinga, bodyguard yang awas, atau kilatan lampu flash media yang memusingkan mata. Akankah ada? Aku sangat berharap akan ada suatu saat nanti.

Saat pengharapan itu terasa berada di titik nadir, ada baiknya aku, kamu, dan semua yang membaca tulisan ini memproyeksikan diri layaknya Umar ketika menjadi khalifah nanti.

Sabtu, Maret 10, 2012

Hidayah

hi·da·yah n petunjuk atau bimbingan dari Tuhan.

Saya terlahir Islam. Ayah dan Ibu saya Islam. Mereka menikah secara sakral di bawah panji Islam. Ibu menyebut nama-Nya ketika berusaha mengeluarkan saya dari perutnya dan Ayah mengumandangkan adzan seketika alam dunia menyapa saya dengan gembiranya. Saya hanya bisa menangis.

Dulu, hidayah yang menggiring saya ke payudara Ibu. Mengecap dan meminum ASI dari puting Ibu membuat saya tenang dan damai. Hidayah yang membuat saya mampu merespons peristiwa: tertawa saat bahagia dan merana saat duka. Hidayah yang menuntun saya untuk berpikir. Pelajaran hidup senantiasa direkam agar tidak seperti keledai yang jatuh untuk kedua kalinya ke dalam lubang yang sama. Hidayah yang membantu saya membedakan kebajikan dengan kebatilan. Dan hidayah yang membuat manusia menjadikan agama sebagai panduan hidup.

Pada kenyataannya, di dunia ini terdapat beberapa golongan manusia. Mereka menyembah Tuhan dengan cara yang berbeda-beda. Kalau Tuhan yang dimaksud sama, apakah Tuhan bermasalah dengan metode penyembahan yang berbeda-beda? Saya rasa jawabannya iya.

Saya tidak bisa menjamin diri saya Islam sekarang apabila dulu terlahir sebagai seorang Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, Yahudi, Konghucu, atau agama lain. Namun, saya bersyukur saya Islam dan satu hal yang saya yakin adalah Tuhan itu satu dan Dia tidak bisa dijangkau dengan nalar manusia.

Berbicara dalam konteks Islam, siapa yang berhak menerima hidayah Islam? Apa saja syarat menerima hidayah Islam? Hanya Dia yang tahu jawabannya. Bahkan seorang Muhammad yang berhati dan berkepribadian suci tidak mampu meluluhkan hati Abu Thalib untuk memeluk Islam.

Apa yang bisa saya lakukan?
Tidak ada selain bermunajat.

Selasa, Februari 07, 2012

Sujud









Ketika berposisi sujud, Umat Muslim tiga kali mengucapkan:
Subhaana Rabbiyal A'laa Wa Bihamdih.

Maha suci Tuhanku yang Maha Tinggi dan dengan memuji-Nya.

*










Ketika berposisi duduk di antara dua sujud, Umat Muslim mengucapkan:
Rabbighfirlii, Warhamnii, Wajburnii, Warfa'nii, Warzuqnii, Wahdinii, Wa'aafinii, Wa'fu'annii.

(Ya Tuhanku) ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupkanlah aku, angkatlah derajatku, berilah aku rezeki, berilah aku petunjuk, berilah aku kesehatan, dan maafkanlah segala kesalahanku.

Sumber gambar 1.
Sumber gambar 2.

Senin, September 05, 2011

Jilbab

Jilbab adalah salah satu fenomena yang unik. Di Indonesia, mayoritas penduduknya beragama Islam sehingga perempuan mengenakan jilbab itu biasa saja. Di negara dimana Islam merupakan minoritas, aku yakin perempuan berjilbab mau tidak mau terlihat berbeda dan (mungkin) menjadi pusat perhatian.

Di dalam buku ini, penulis (Quraish Shihab) membentangkan pendapat dari ulama-ulama terdahulu yang terkesan ketat dan pendapat dari cendikiawan kontemporer yang terkesan longgar.

Wajar terjadi keragaman, karena itu merupakan ciri dari redaksi al-Qur'an dan hadits yang memang dapat menampung aneka pendapat. Mengemukakan lebih dari satu pendapat berarti memberi alternatif-alternatif semuanya bisa ditampung oleh kebenaran sehingga mempermudah umat melakukan aktivitas yang dibenarkan oleh agama.

Islam mengajarkan pengikutnya untuk menggunakan potensi akal. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama universal yang mampu berinteraksi dengan seluruh manusia tanpa mengenal waktu dan tempat.

QS. an-Nahl [16]: 44
"Dan Kami menurunkan kepadamu al-Qur'an, agar engkau menerangkan kepada manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan."

Pakaian selain terkait dengan kebutuhan juga terkait dengan keindahan. Tetapi, apakah keindahan itu? Dulu kegemukan merupakan pertanda kesejahteraan hidup dan digemari oleh wanita. Sekarang wanita berlomba-lomba tidak makan dan minum agar tampak ramping dan kurus. Demikianlah definisi keindahan yang berubah-ubah antara satu masyarakat dengan masyarakat yang lain dan juga terkait dengan perkembangan zaman.

Agama Islam menghendaki pemeluknya untuk berpakaian semestinya atau paling tidak memiliki fungsi terpenting, yakni menutup aurat. Mulai dari sini timbullah perdebatan mengenai batas aurat wanita dan pria.

Tidak usah munafik, sedikit senyuman atau betis yang terungkap dari seorang wanita bisa menimbulkan pikiran yang bermacam-macam bagi seorang pria. Oleh karena itu Islam memberikan batasan. Agama tidak memerintahkan untuk membunuh nafsu, tetapi untuk mengendalikannya.

Setiap manusia pasti menyadari ada hal-hal yang menimbulkan rangsangan bagi pria dan wanita, baik bagian tubuh tertentu, ucapan, ataupun perbuatan. Hal tersebut sangat rawan dan bisa berujung pada hubungan seksual sehingga diperlukan suatu aturan khusus. Hal yang rawan tersebut dinamakan aurat.

Jangan berkata bahwa Anda dapat menjaga diri. Sekian orang malah terjerumus setelah mengatakan demikian. Bukankah kecelakaan dapat terjadi walaupun kita sudah menyetir dengan hati-hati?

*

Al-Qur'an tidak menyebutkan secara jelas dan rinci batas-batas aurat, makanya timbul perbedaan pendapat. Ulama-ulama masa lalu terbagi menjadi dua dalam hal batasan aurat wanita. Yang pertama yang mengatakan bahwa seluruh tubuh wanita adalah aurat dan yang kedua mengecualikan muka dan telapak tangan. Ada beberapa ayat dalam al-Qur'an yang dijadikan rujukan. Ayat-ayat tersebut dipahami berbeda oleh kedua kelompok dan dijadikan dasar suatu ketetapan ulama. Berikut rujukannya, sila cek sendiri di al-Qur'an milikmu.

QS. al-Ahzab [33]: 53
QS. al-Ahzab [33]: 59
QS. an-Nur [24]: 30-31
QS. al-Ahzab [33]: 32-33
QS. an-Nur [24]: 60

Di buku ini dijelaskan perbedaan pendapat ulama di setiap ayat. Rasanya terlalu panjang untuk dibahas di sini dan aku sendiri belum menjamin diriku mengerti. Baca sendiri saja ya bukunya. Hehe.

Selain al-Qur'an, para ulama juga merujuk ke hadits. Redaksi al-Qur'an dipastikan tidak disentuh sedikit perubahan pun. Ayat al-Qur'an disampaikan Malaikat Jibril ke Nabi Muhammad persis sama dalam lafazh (ucapan) dan maknanya hingga sekarang. Sedangkan hadits, walaupun telah disepakatai keshahihannya, masih bisa menimbulkan interpretasi yang berbeda.

Penulis cenderung mengacu kepada kelompok kedua.

Suka tidak suka, diakui atau tidak, wanita cenderung untuk berhias. Terlebih lagi zaman sekarang, tidak bisa masuk logika wanita yang menghalangi mereka berhias apalagi dalam batasan yang masih dibolehkan oleh agama.

Dengan wanita tampil seluruh tubuhnya tertutupi pakaian hitam longgar, hanya dua bola mata yang terlihat, tidak jarang ditutupi kacamata hitam, mereka seperti hantu yang sedang berjalan. Maka musnahlah fungsi hiasan atau keindahan dalam pakaian. Demikian menurut penulis dan aku sepakat.

*

Cendikiawan kontemporer juga terbagi menjadi dua kelompok.

Kelompok pertama
Kelompok ini mengemukakan pendapatnya tanpa acuan dalil manapun dan merupakan subjektivitas semata. Kelompok ini sangat ditentang oleh para ulama.
"Hijab (pakaian tertutup) telah menutup keterlibatan wanita dalam berkegiatan. Menutup atau telanjang, menjadikan wanita sebagai jasad semata. Saya, ketika menutup badan saya, maka itu mengandung arti bahwa saya adala fitnah (penggoda/perayu). Saya adalah akal dan bukan jasad yang mengundang syahwat atau rayuan."

Kelompok kedua
Berpendapat mengacu pada ulama terdahulu namun tidak mendapat dukungan dari ulama yang menganut paham ulama-ulama terdahulu.

*

Masalah batas aurat wanita tidak harus menimbulkan tuduh menuduh apalagi kafir mengafirkan. Disepakati dalam Forum Pengkajian Islam IAIN Syarif Hidayatullah Maret 1988: "Tidak menunjukkan batas aurat yang wajib ditutup menurut hukum Islam, dan menyerahkan kepada masing-masing menurut situasi, kondisi, dan kebutuhan."

Di bagian penutup penulis menganjurkan pemakaian jilbab sesuai dengan pendapat mayoritas ulama, apalagi pemakainya sama sekali tidak terhalangi untuk melakukan kegiatan positif di manapun dan untuk kepentingan siapapun.

*

Quraish Shihab mengatakan menganjurkan, bukan mewajibkan sehingga hal ini pula yang menimbulkan polemik.

Aku juga mau berpendapat. Tetapi jangan jadikan ini sebagai acuan, ilmu agamaku tidak sebanding dengan para ulama. Menurutku jilbab wajib hukumnya dikenakan oleh wanita muslimah. Aurat dari seorang wanita adalah seluruh tubuhnya kecuali muka dan telapak tangan.

Pun sudah memakai pakaian wanita muslimah, tolong jangan yang ketat juga. Lekuk tubuh kalian itu sangat mengundang pikiran kotor. Dan yang sering terabaikan adalah bagian leher. Bagian itu sering terungkap, sengaja atau tidak sengaja.

4 September adalah hari hijab internasional. Pesan seorang temanku kepada seluruh wanita muslimah adalah sebagai berikut:
"Semoga para muslimah saling peduli dan saling mengingatkan ketimbang merasa benar sendiri."

Subjektifku, kalian indah dengan jilbab itu.

Sesungguhnya Allah Maha Indah dan menyenangi keindahan.

Jumat, Agustus 26, 2011

Enam Hewan

Hadits Qudsi.

Enam hewan sedang berada dalam sebuah perbincangan. Mereka adalah Sapi, Kambing, Ayam, Kucing, Anjing, dan Babi.

Sapi selaku hewan terbesar di sana berkata bahwa dialah yang paling mulia di antara yang lain. Seluruh tubuhnya bisa dimanfaatkan oleh manusia, mulai dari kulit, daging, tulang, hingga susunya. Saat kurban, satu ekor sapi bisa mewakili tujuh manusia. Kambing sedih namun tak lama kemudian dia tertawa.

"Kenapa kau tertawa? Derajatmu berada di bawahku", ucap Sapi.

"Kau benar. Saat kurban aku hanya bisa mewakili seorang manusia. Walaupun demikian aku tetap membawa keberkahan untuk manusia. Kulit, daging, tulang, dan susuku bermanfaat untuk manusia walaupun tidak sebesarmu, Sapi. Rasulullah pernah meminum susuku saat dia kehausan", tegas Kambing. Ayam sedih namun tak lama kemudian dia tertawa.

"Kenapa kau tertawa? Derajatmu berada di bawahku", ucap Kambing.

"Daging dan telurku bermanfaat untuk manusia. Bahkan saat seorang ingin berkurban namun dia tidak memiliki uang yang cukup, dia diperbolehkan menyembelih ayam. Setidaknya aku halal dan tidak najis buat manusia", tegas Ayam. Kucing sedih namun tak lama kemudian dia tertawa.

"Kenapa kau tertawa? Derajatmu berada di bawahku", ucap Ayam.

"Dagingku memang haram dimakan manusia tapi aku tidak najis. Manusia suka padaku. Mereka memangkuku, membelaiku, bahkan tidur bersamaku. Aku senang dengan hal itu. Dulu, aku sempat tidur di atas sorban Mustofa. Mustofa ingin solat dengan sorbannya namun dia tidak tega mengusikku. Sejak saat itu Rasulullah menjuluki Mustofa dengan Abu Hurairah (Bapak Kucing)", tandas Kucing. Anjing sedih namun tak lama kemudian dia tertawa.

"Kenapa kau tertawa? Derajatmu berada di bawahku", ucap Kucing.

"Dagingku haram dan air liurku najis tapi aku tetap memiliki manfaat untuk manusia. Penciumanku tajam, aku membantu manusia mengendus sesuatu yang dibutuhkan. Lariku kencang, aku membantu manusia berburu. Saat hewan buruan aku gigit, walau hingga tewas, buruan itu terhitung halal untuk manusia. Tubuhku kekar, aku menjaga kediaman manusia dari pencuri dan perampok", tukas Anjing. Babi sedih namun tak lama kemudian dia tertawa.

"Kenapa kau tertawa? Derajatmu berada di bawahku", ucap Anjing.

"Dibanding kalian semua, akulah makhluk yang paling hina. Aku tidak berkontribusi sekecil apapun buat manusia. Dagingku haram dan haram manusia menyetuh kulitku. Tak apa pikirku, ada yang lebih menyedihkan dariku", ketus Babi.

Kelima hewan yang lain penasaran.

"Siapa dia? Sampai kau bohong akan kutabrak kau!", tegas Sapi.
"Akan kutanduk jika kau berbohong!", tegas Kambing.
"Patukku singgah di kulitmu saat kau berdusta!", tegas Ayam.
"Cakarku tidak akan segan menggores tubuhmu!", tegas Kucing.
"Gigitanku maut!", tegas Anjing.

"Dia adalah manusia yang melalaikan solat dan tidak mau memaafkan sesamanya", bisik Babi.

*

Kurang lebih kayak gitu. Data sekunder yang diambil saat khutbah solat Jumat di Masjid Baiturrahman, Tanjung Duren, Jakarta Barat.

Mari dirikan solat dan saling memaafkan.
Baiklah.

Rabu, Agustus 24, 2011

Logika Luntur

Aku menikmati saat-saat diriku bersimpuh di hadapan-Nya. Dibutuhkan situasi dan kondisi yang kondusif memang. Tidak boleh ada keributan berarti dalam radius, katakanlah, 50 meter. Secara logika, adalah sebuah ketololan yang maha dahsyat ketika aku mengadu dan menangis ke sesuatu yang tidak tampak, bahkan bukan manusia.

Logika luntur.

Rasa itu terlampau nikmat. Dengan penuh cita, aku berharap sesuatu yang tak tampak ini memberikan reaksi. Aku tak mau jadi manusia penjilat layaknya peribahasa 'habis manis, sepah dibuang'. Penghambaan ini adalah rasa syukur. Nikmat dari-Nya tiada batas sehingga (seharusnya) peribahasa kolot itu tidak berlaku. Strata penghambaan harus berubah dari kewajiban menjadi kebutuhan. Di akhir pertapaan, aku berharap bisa menyebut nama-Nya dan utusan-Nya saat Izrail datang menjemputku, berpindah alam, berpindah ke kehidupan selanjutnya yang aku yakin ada. Entah aku akan bertransformasi menjadi atau seperti apa.

Logika luntur.

Bahu Tuhan adalah bahu terbaik untuk bersandar.

Minggu, Februari 27, 2011

Perempuan

Selesai membaca buku berjudul perempuan karya Quraish Shihab, aku ingin menuangkannya kembali dalam blog ini. Buku ini luar biasa karena mengupas kehidupan perempuan mulai dari karakternya, cinta, rumah tangga, poligami, aborsi, dan lain-lain. Tulisan di bawah merupakan karya Quraish Shihab dengan sedikit modifikasi dariku.

Perempuan diciptakan Allah untuk mendampingi laki-laki. Perempuan adalah yang terbaik untuk laki-laki. Perempuan memberi ketenangan dan ketentraman hidup untuk laki-laki.

Ibuku perempuan. Kakak dan adikku juga perempuan. Bahkan seorang Muhammad SAW membutuhkan perempuan untuk menyalurkan cinta di dalam jiwanya. Jika seorang laki-laki tidak menemukan seorang perempuan yang dia cintai maka dia akan mencintai perempuan yang dia temukan.

Pertemuan perempuan dan laki-laki begitu indah selama mereka telah terbiasa dan saling mengenal, terlebih lagi saling membutuhkan. Tanpa perempuan, masa muda lelaki menjadi gersang, masa matangnya menjadi hampa, dan masa tuanya menjadi penyesalan.

Laki-laki memerlukan dan mendambakan perempuan.

Dia menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Keberpasangan itu sendiri terdiri dari persamaan dan perbedaan. Kedua hal ini harus diketahui agar perempuan dan laki-laki bisa bekerja sama mencapai suatu tujuan kemanusiaan.

Kecintaan diri sendiri menjadikan perempuan sanggup menahan rasa sakit seperti haid, mengandung dan melahirkan, serta menyusukan dan membesarkan anak. Karena rasa sakit itu pula, Allah menganugerahkan perempuan berupa kenikmatan bukan saja dalam hubungan seks, seperti laki-laki, tapi juga dalam memelihara anak-anaknya. Berbeda dengan laki-laki yang harus berjuang mencari nafkah di luar sana untuk sang istri dan anak.

Dunia ini adalah kesenangan dan yang paling menyenangkan adalah perempuan yang shalihah.
(HR Muslim dan An-Nasa'i)

Kalau perempuan berbicara, jangan dengarkan apa yang diucapkan lidahnya, tetapi perhatikan kalimat-kalimat yang dipancarkan matanya.

Apakah ukuran kecantikan dari seorang perempuan? Jawabannya adalah tergantung dari subjektivitas manusia. Seorang perempuan bisa saja dianggap cantik oleh si A namun belum tentu B mengatakan hal yang sama. Oleh karena itu, sungguh bijak ketika kita menyatakan bahwa tidak ada perempuan yang jelek, yang ada hanyalah sebagian mereka tidak pandai atau belum berhasil membuat diri mereka menarik.

Di samping taraf kecantikan setiap individu, kecantikan sangat relatif antara satu masyarakat dan masyarakat lainnya, bahkan pada masa tertentu dan masa yang lain.

Agama Islam menganjurkan untuk memadukan keindahan jasmani dengan keindahan rohani. Kecantikan luar hanya menyenangkan mata sedangkan yang bersumber dari dalam akan menawan hati. Kedua keindahan harus terpadu, tidak boleh dikorbankan salah satu. Oleh karena itu, Islam menganjurkan perempuan untuk berdandan, ada hadits mengenai pacar (pewarna kuku).

Hanya satu seni yang dimahiri perempuan: Mencintai dan dicintai. Oleh karena itu Allah menganugerahi perempuan kemampuan menangis, cemburu, berduka, dan kesediaan berkorban untuk kekasih. Karena air mata mengundah kasih dan cinta, cemburu menghangatkannya, sedangkan duka cinta tidak akan terobati kecuali dengan cinta pula.

Perempuan dianugerahi berbicara lebih cepat dan lebih banyak karena yang menyuburkan cinta adalah kata-kata indah sedangkan yang meredupkan cinta adalah diam seribu bahasa. Cinta kepada lawan jenis bagi perempuan adalah kisah romantis yang pemeran utamanya adalah perempuan walau sutradaranya lelaki.

Menurut pakar, cinta antar-manusia adalah hubungan dua 'aku'. Keakuan masing-masing dihormati namun kemudian, secara konseptual, keakuan diri lebur pada keakuan kekasih. Karena cinta mengharuskan adanya dua 'aku'.

Mencintai lawan jenis tidak dilarang agama karena cinta adalah fitrah, naluri dalam diri manusia. Allah tidak mungkin melarang cinta, Dia hanya mengarahkan manusia ke dampak yang lebih baik. Silakan bercinta dan luapkanlah cinta kepada kekasih selama tidak melanggar agama dan norma budaya.

Cinta yang terbesar dan paling langgeng adalah cinta kepada Allah dan cinta antar-sesama manusia yang dijalin karena Allah. Cinta yang dikehendaki agama adalah memandang lawan jenis sebagai makhluk dwi dimensi, roh dan jasad, yang memiliki keindahan rohani dan jasmani. Cinta adalah kecendrungan hati yang mendalam terhadap sifat lahir dan batin kekasih, sedangkan syahwat hanyalah dorongan nafsu kepada sifat lahiriah kekasih, kepada jasad saja.

Semestinya tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama karena belum bisa melihat sisi-sisi batiniah sang kekasih, baru sebatas lahiriah. Cinta menuntut kesetiaan dua 'aku'. Menepati janjinya, memelihara nama baik kekasih, menjauhkan segala sesuatu yang mengeruhkan jiwanya, membantu memperbaiki aktivitasnya, menutupi kekurangannya, serta memaafkan kesalahannya.

Cinta adalah pohon yang tumbuh subur di dalam hati. Akarnya adalah kerendahan hati kepada kekasih, batangnya adalah pengenalan kepadanya, dahannya adalah rasa takut kepada Tuhan, dedaunannya adalah rasa malu, buahnya adalah kesatuan hati yang melahirkan kerja sama, sedangkan air yang menyiraminya adalah mengingat dan menyebut namanya.

Pada zaman Yunani kuno saat hidup filosof kenamaan seperti Plato, Socrates, dan Aristoteles, martabat perempuan sangat rendah. Socrates berpendapat kalau dua sahabat setia harus mampu meminjamkan istrinya kepada sahabatnya. Demosthenes berpendapat bahwa istri hanya berfungsi melahirkan anak sedangkan Aristoteles berpendapat kalau perempuan sederajat dengan hamba sahaya.

Seandainya seorang lelaki harus memilih ketenangan tanpa perempuan atau kesusahan bersama perempuan, niscaya lelaki itu akan memilih pilihan yang kedua. Pada dasarnya tidak ada yang suka dengan kesendirian, kesepian, dan kegelisahan. Kita sangat familiar dengan ucapan sebagai berikut, di belakang lelaki yang sukses ada perempuan.

Istri adalah pakaian bagi suami, begitu juga sebaliknya, suami adalah pakaian bagi istri. Tidak bisa dipungkiri, salah satu fungsi istri adalah fungsi reproduksi. Ibaratnya, istri adalah tempat bercocok tanam bagi para suami maka garaplah lahan bercocok tanam itu kapan dan bagaimana saja yang dikehendaki. Oleh karena itu, harus pintar dalam memilih tanah garapan. Tanah yang subur pun harus diatur masa dan musim penanamannya. Setelah ditanam, tanah garapan tersebut juga harus dijaga dari hama atau alang-alang. Dengan demikian, buah yang dihasilkan merupakan buah dengan kualitas tinggi.

Keberpasangan manusia bukan hanya didorong oleh naluri seksual, tetapi lebih dari itu. Ia adalah dorongan jiwanya untuk meraih ketenangan. Sakinah dalam rumah tangga bukan sekedar apa yang terlihat pada ketenangan batin yang tercermin pada kecerahan raut muka. Lebih dari itu, kecerahan raut muka yang diiringi dengan kelapangan dada, budi pekerti yang halus, yang dilahirkan oleh ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati, serta bergabungnya pandangan dengan tekad yang jelas dan kuat.

Perempuan berbeda dengan lelaki namun perempuan setara dengan lelaki. Kesetaraan tidak berarti persamaan dalam setiap hal. Perbedaan bukan hanya terletak pada alat reproduksinya, tetapi juga struktur fisik dan cara berpikirnya. Perbedaan ini tidak menjadikan satu jenis kelamin lebih unggul atau istimewa daripada yang lain, tetapi justru menggabungkan keduanya untuk mencapai kesempurnaan kedua pihak.

Seandainya jarum tidak lebih keras daripada kain dan cangkul tidak lebih kuat daripada tanah, maka tidak akan ada jahit-menjahit dan hasil pertanian. Artinya, kekuatan dan kelemahan satu pihak tidak menunjukkan superioritas, tetapi merupakan keistimewaan yang saling membutuhkan guna mencapai tujuan bersama.

Perempuan tidak lepas dari pembentukan watak anak-anaknya. Sifat keibuan seorang perempuan sangat luar biasa. Dorongan ini jauh lebih kuat daripada dorongan haus, lapar, kebutuhan seksual, dan rasa ingin tahu. Seorang Napoleon berkata bahwa dia adalah ciptaan ibunya. Begitu pula Abraham Lincoln yang berkata kalau apa yang dia ketahui, dia kerjakan, dan dia impikan adalah hasil kerja ibunya. Karena itu peranan yang paling agung dan besar bagi seorang perempuan adalah peranannya sebagai ibu. Peranan ini mustahil digantikan oleh lelaki.

Kau luar biasa, Perempuan.

Kamis, September 09, 2010

Al-Fatihah

Ramadhan 1431 Hijriyah sudah berakhir. Malam ini adalah malam takbiran. Besok seluruh umat Muslim di Indonesia akan Sholat Ied. Banyak permintaan maaf digital zaman sekarang, entah itu facebook, twitter, atau sms. Ada sebuah tulisan menarik yang ditulis oleh temanku, Gini Arimbi dan Ghazi Binarandi. Silahkan membacanya di sini dan di sini. Kedua tulisan itu mengungkapkan perasaanku. Terima kasih, teman.

Akan tetapi aku tidak akan membahas itu. Entah mengapa aku ingin menulis tentang Al-Fatihah, surat pertama dalam Al-Qur'an. Dulu aku diminta menghapal arti Al-Fatihah oleh sang guru ngaji. Katanya, setidaknya hapal lah arti surat yang selalu diucapkan minimal 17 kali dalam sehari. Bukan bermaksud menggurui, aku mau berbagi isi dari Al-Fatihah.


1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam

3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

4. Pemilik hari pembalasan

5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus

7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat


17 kali kita ucapkan dalam sehari. Yuk kita hapalkan artinya. Yuk kita resapi setiap maknanya. Semoga kita menjadi insan yang lebih baik. Amin.

Yuk kita saling mengingatkan dalam kebaikan.

Selasa, Mei 04, 2010

Imam Sholat

Imam adalah pemimpin. Imam sholat berarti pemimpin sholat. Aku mau mengeluarkan semua keluh kesahku. Loh, apa hubungannya? Sebenarnya ada satu masalah yang sangat mengganjal. Semua itu berawal dari mushola di CC Barat ITB.

Aku pernah mengalami dua jenis kondisi pada hari yang berbeda di mushola CC Barat. Kebetulan keduanya saat sholat Maghrib. Kondisi pertama adalah aku menjadi makmum dan kondisi kedua adalah aku menunggu karena mushola sedang penuh. Yang ingin aku katakan adalah imamku saat itu lamaaa sekali. Lamaaaa sekali.

Kalau aku tidak salah, ada suatu hadits yang mengatakan kalau Nabi Muhammad menjadi imam, maka Beliau akan menjadi imam yang tidak terlalu lama sholatnya. Aku yakin Islam bukan seputar ibadah saja, tapi juga ada aspek sosial di setiap ibadah yang dilaksanakan. Naaah, menurutku, untuk ukuran mushola CC Barat, sangat tidak pas jika durasi sholatnya terlalu lama. Ada tiga alasan dan akan aku bandingkan dengan Masjid Salman.

Pertama
Bung imam, ini bukan Masjid Salman di mana aku bisa sujud dengan nikmatnya di atas lantai berlapis kayu. Ini mushola CC Barat, aku bersujud di atas sajadah yang lembab dan kadang berbau tak sedap.

Kedua
Bung imam, ini bukan Masjid Salman di mana ruang untuk sholat terbentang dengan luasnya. Ini mushola CC Barat, ruangnya sempit dan sirkulasi udara tidak berjalan dengan baik.

Ketiga
Bung imam, ini bukan Masjid Salman di mana tidak ada antrian untuk sholat. Ini mushola CC Barat, jika kau sangat lama maka akan terjadi antrian panjang di tempat wudhu dan jalan menuju tempat sholat.

Oh, imam! Aku tahu hapalanmu sungguh luar biasa. Aku tahu kau bisa melantunkan ayat Al-Qur'an dengan indahnya. Aku tahu yang kau incar adalah kekhusyukan. Tapi tidakkah kau sadar ada aspek sosial di luar itu semua? Bukankah seharusnya seorang imam memiliki kepekaan kepada pengikutnya?

Oke cukup. Sepertinya tulisanku semua di atas adalah sebuah keluhan yang tak tersampaikan.

Mengutip pernyataan Ghazi:
"Seseorang yang meninggalkan jejak, menulis cinta, dan menumpahkan isi pikirannya dalam dunia maya. Karena ia adalah pengecut dunia nyata."

Ya, aku adalah seorang pengecut dunia nyata.