"Semesta sudah terkondisikan dengan baik, Gan, tinggal bagaimana kita meresponnya saja."Saatnya melepas kisah 2016, memulai kembali di 2017 dengan percaya sungguh-sungguh Tuhan memeluk mereka yang terus punya asa.
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sahabat. Tampilkan semua postingan
Minggu, Januari 01, 2017
Memulai 2017
Penghujung 2016 ditutup dengan percakapan ringan dan sebuah pesan dari seorang sahabat.
Selasa, Juni 16, 2015
Kartu Pos
Metode komunikasi lewat kartu pos punya keunikan tersendiri. Ia antik secara fisik maupun konten. Ia memiliki gambar di satu sisi dan kolom tulisan personal di sisi lainnya. Di situ selain isi pesan yang terbaca secara eksplisit, ada guratan tinta yang bersifat implisit. Tak jarang ada kata yang dicoret yang menunjukkan pembetulan kesalahan. Ingat, tidak ada tombol backspace! Emotikon berekspresi dan bisa lepas dari pakem. Tak lupa ada prangko beserta cap kantor pos setempat yang biasanya terletak di pojok kanan atas.
Kartu pos tidak sampai dalam sekejap. Sejauh mana manusia berekspektasi sembari mengelola kekhawatiran?
Kartu pos tidak sampai dalam sekejap. Sejauh mana manusia berekspektasi sembari mengelola kekhawatiran?
Rabu, Juli 18, 2012
Naik ke Puncak Gunung
Naik, naik, ke puncak gunung.
Tinggi, tinggi sekali.
Kiri, kanan, kulihat saja, banyak pohon cemara.
Agaknya lagu di atas sudah dilupakan oleh anak-anak zaman sekarang. Coba tengok lagu Coboy Junior yang berjudul 'Kamu'. Akh. Belum saatnya anak-anak itu merasakan asmara. Ke mana 'Potong Bebek Angsa', 'Balonku', 'Topi Saya Bundar', dan sejenisnya? Pokoknya anak saya nanti akan saya jaga tontonannya. Loh? Kha-Kha-Kha.
Paragraf di atas hanya intro. Dalam tulisan ini saya ingin menceritakan pengalaman saya naik gunung. Sebenarnya baru dua kali sih saya naik gunung: Manglayang dan Papandayan. Tak apa lah, secuil cerita dari newbie semoga bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca.
Tujuannya apa sih naik gunung? Saya yakin setiap orang punya persepsinya sendiri dan tidak sepatutnya ada yang menghakimi pendapat orang tersebut. Toh tidak ada yang salah selama niatnya baik. Kalau saya ada tiga. Pertama, saya gemar menjelajah kawasan yang baru. Sesuatu yang baru biasanya menyegarkan jiwa. Dan ingat, Tuhan menyuruh umat-Nya menjelajah loh! Buka QS. al-Mulk ayat 15. Kedua, Tuhan adalah pelukis terbaik. Saya yakin Tuhan tak sudi memberikan lukisan-Nya secara cuma-cuma. Kasarnya, ada harga, ada kualitas. Ketiga, saya mengincar kebersamaan dengan teman-teman saya. Semakin ekstrem kondisi, sifat asli orang tersebut akan keluar. Di sini letak kebersamaan dan kekompakan diuji. Ketika ego pribadi berhasil dikesampingkan, maka orang tersebut berhasil mengontrol hawa nafsunya dan menaklukkan sisi jahat dirinya.
Seusai Perang Badar, seorang sahabat bertanya. "Ya Rasulullah, adakah perang yang lebih besar daripada Perang Badar ini?" Rasul menjawab, "Ada. Perang itu adalah perang melawan hawa nafsumu sendiri." Saya percaya dengan hal itu.
Tinggalkan hiruk-pikuk kota urban, mari bersatu dengan alam. Ternyata medan penjelajahan tidaklah mudah. Jalan yang terkadang curam dan penuh kerikil senantiasa harus dilewati. Akan tetapi di situ asiknya penjelajahan! Sebuah peribahasa mengatakan bahwa apa yang ditanam, itu yang didapat. Penjelajahan berat itu biasanya berbuah manis di akhir pendakian. Tuhan menyuguhi para pencapai puncak dengan keindahan goresan pena-Nya. Hasil jepret yang ditangkap oleh kamera memang mengagumkan, tetapi percayalah kedua bola mata ini adalah lensa terbaik dengan otak sebagai prosesor terbaik pula yang menghasilkan imaji indah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata atau foto di dunia maya. Percayalah.
Di pendakian saya yang terakhir, saya mendaki bersama sembilan orang teman saya. Melewati seluruh rangkaian jalur secara bersama-sama membuat kami percaya kalau kebersamaan itu ada. Mengutip kata-kata teman saya bahwa kebahagiaan itu tidak harus mahal, cukup kebersamaan di tengah kesederhanaan. Mulai dari hal kecil, bayangkan saja, botol air mineral yang digilir selama perjalanan dengan sandi "Bagi aer dong, Sob!". Kemudian nasi hangat dicampur dengan mie goreng, sarden, sosis, dan kornet yang terasa begitu nikmat. Serasa makanan di hotel bintang lima karena kebersamaan dan kesederhanaan itu.
Oh iya, kedua pendakian yang saya alami berdurasi dua hari satu malam. Saya menahan eek! Untungnya, alam bawah sadar berhasil mengontrol organ tubuh ini. Sejujurnya, saya masih belum terbayang teknik eek di alam bebas. Suatu saat saya harus bisa! Kha-Kha-Kha!
Ayo naik ke puncak gunung!
Tinggi, tinggi sekali.
Kiri, kanan, kulihat saja, banyak pohon cemara.
Agaknya lagu di atas sudah dilupakan oleh anak-anak zaman sekarang. Coba tengok lagu Coboy Junior yang berjudul 'Kamu'. Akh. Belum saatnya anak-anak itu merasakan asmara. Ke mana 'Potong Bebek Angsa', 'Balonku', 'Topi Saya Bundar', dan sejenisnya? Pokoknya anak saya nanti akan saya jaga tontonannya. Loh? Kha-Kha-Kha.
Paragraf di atas hanya intro. Dalam tulisan ini saya ingin menceritakan pengalaman saya naik gunung. Sebenarnya baru dua kali sih saya naik gunung: Manglayang dan Papandayan. Tak apa lah, secuil cerita dari newbie semoga bisa memberikan inspirasi bagi para pembaca.
Tujuannya apa sih naik gunung? Saya yakin setiap orang punya persepsinya sendiri dan tidak sepatutnya ada yang menghakimi pendapat orang tersebut. Toh tidak ada yang salah selama niatnya baik. Kalau saya ada tiga. Pertama, saya gemar menjelajah kawasan yang baru. Sesuatu yang baru biasanya menyegarkan jiwa. Dan ingat, Tuhan menyuruh umat-Nya menjelajah loh! Buka QS. al-Mulk ayat 15. Kedua, Tuhan adalah pelukis terbaik. Saya yakin Tuhan tak sudi memberikan lukisan-Nya secara cuma-cuma. Kasarnya, ada harga, ada kualitas. Ketiga, saya mengincar kebersamaan dengan teman-teman saya. Semakin ekstrem kondisi, sifat asli orang tersebut akan keluar. Di sini letak kebersamaan dan kekompakan diuji. Ketika ego pribadi berhasil dikesampingkan, maka orang tersebut berhasil mengontrol hawa nafsunya dan menaklukkan sisi jahat dirinya.
Seusai Perang Badar, seorang sahabat bertanya. "Ya Rasulullah, adakah perang yang lebih besar daripada Perang Badar ini?" Rasul menjawab, "Ada. Perang itu adalah perang melawan hawa nafsumu sendiri." Saya percaya dengan hal itu.
Tinggalkan hiruk-pikuk kota urban, mari bersatu dengan alam. Ternyata medan penjelajahan tidaklah mudah. Jalan yang terkadang curam dan penuh kerikil senantiasa harus dilewati. Akan tetapi di situ asiknya penjelajahan! Sebuah peribahasa mengatakan bahwa apa yang ditanam, itu yang didapat. Penjelajahan berat itu biasanya berbuah manis di akhir pendakian. Tuhan menyuguhi para pencapai puncak dengan keindahan goresan pena-Nya. Hasil jepret yang ditangkap oleh kamera memang mengagumkan, tetapi percayalah kedua bola mata ini adalah lensa terbaik dengan otak sebagai prosesor terbaik pula yang menghasilkan imaji indah yang tidak bisa dijelaskan dengan kata-kata atau foto di dunia maya. Percayalah.
Di pendakian saya yang terakhir, saya mendaki bersama sembilan orang teman saya. Melewati seluruh rangkaian jalur secara bersama-sama membuat kami percaya kalau kebersamaan itu ada. Mengutip kata-kata teman saya bahwa kebahagiaan itu tidak harus mahal, cukup kebersamaan di tengah kesederhanaan. Mulai dari hal kecil, bayangkan saja, botol air mineral yang digilir selama perjalanan dengan sandi "Bagi aer dong, Sob!". Kemudian nasi hangat dicampur dengan mie goreng, sarden, sosis, dan kornet yang terasa begitu nikmat. Serasa makanan di hotel bintang lima karena kebersamaan dan kesederhanaan itu.
Oh iya, kedua pendakian yang saya alami berdurasi dua hari satu malam. Saya menahan eek! Untungnya, alam bawah sadar berhasil mengontrol organ tubuh ini. Sejujurnya, saya masih belum terbayang teknik eek di alam bebas. Suatu saat saya harus bisa! Kha-Kha-Kha!
Ayo naik ke puncak gunung!
Rabu, Mei 09, 2012
Jalan Terus
Arcavatara!
Banyak hal menarik yang bermula dari kepanitiaan ini. Fitoy dengan sotoynya meminang Agni sang dewi api untuk mengurus publikasi dan dokumentasi. Tidak heran jika kebanyakan panitia inti OHU 2010 adalah anak STEI dan FTSL. Adalah pilihan yang tepat ketika sang pilot memilih Bow untuk bergelut di bidang stand. Dengan sifatnya yang membumi, takluk semua urusan! OHU 2010 bertambah manis dengan adanya pawai, pembukaan, dan penutupan yang gemilang. Otak utamanya adalah Amri si kreatif! Lucunya lagi, Qinan adalah satu-satunya ITB angkatan 2009 yang menjadi panitia inti secara random saat Agni mencari orang di LFM. Ya, semua itu skenario Tuhan.
Semuanya berlanjut hingga sekarang dan ternyata lebih dari sekedar sapaan saat saling berpapasan. Beberapa dari kami tercebur dan saling menyelami sisi-sisi tidak biasa yang tidak diketahui khalayak umum. Entah energi apa dan dari mana yang berhasil meledakkan gejolak rasa nyamannya bercerita sehingga menambah uniknya ornamen kehidupan.
Kami bukan lagi gunung es yang ternyata menyimpan sesuatu yang besar di bawah permukaan air laut. Kopi hitam yang pekat dan tentunya terasa pahit di lidah lantas sering menjadi saksi bisu perbincangan kami di suatu kedai sederhana pada malam-malam tertentu. Obrolan di warung kopi memang penuh inspirasi. Pembeberan masalah, cita-cita, dan asa mengalir secara laminer tanpa mengenal waktu dan dinginnya malam. Tersolusikan itu bagus, tetapi tidak juga tidak masalah. Toh rasa legowo hinggap dan menentramkan jiwa ketika cerita tersalurkan dan bermuara di peraduan yang tepat.
Selain ngopi, kami sedang mencari tempat nongkrong 'nyoklat' yang asik di Bandung. Malam, dingin, obrolan, dan cokelat panas sepertinya kombinasi yang sempurna. Jangan lupa kalau Theobroma cacao adalah mood booster!
Ada yang punya rekomendasi?
Banyak hal menarik yang bermula dari kepanitiaan ini. Fitoy dengan sotoynya meminang Agni sang dewi api untuk mengurus publikasi dan dokumentasi. Tidak heran jika kebanyakan panitia inti OHU 2010 adalah anak STEI dan FTSL. Adalah pilihan yang tepat ketika sang pilot memilih Bow untuk bergelut di bidang stand. Dengan sifatnya yang membumi, takluk semua urusan! OHU 2010 bertambah manis dengan adanya pawai, pembukaan, dan penutupan yang gemilang. Otak utamanya adalah Amri si kreatif! Lucunya lagi, Qinan adalah satu-satunya ITB angkatan 2009 yang menjadi panitia inti secara random saat Agni mencari orang di LFM. Ya, semua itu skenario Tuhan.
Semuanya berlanjut hingga sekarang dan ternyata lebih dari sekedar sapaan saat saling berpapasan. Beberapa dari kami tercebur dan saling menyelami sisi-sisi tidak biasa yang tidak diketahui khalayak umum. Entah energi apa dan dari mana yang berhasil meledakkan gejolak rasa nyamannya bercerita sehingga menambah uniknya ornamen kehidupan.
Kami bukan lagi gunung es yang ternyata menyimpan sesuatu yang besar di bawah permukaan air laut. Kopi hitam yang pekat dan tentunya terasa pahit di lidah lantas sering menjadi saksi bisu perbincangan kami di suatu kedai sederhana pada malam-malam tertentu. Obrolan di warung kopi memang penuh inspirasi. Pembeberan masalah, cita-cita, dan asa mengalir secara laminer tanpa mengenal waktu dan dinginnya malam. Tersolusikan itu bagus, tetapi tidak juga tidak masalah. Toh rasa legowo hinggap dan menentramkan jiwa ketika cerita tersalurkan dan bermuara di peraduan yang tepat.
Selain ngopi, kami sedang mencari tempat nongkrong 'nyoklat' yang asik di Bandung. Malam, dingin, obrolan, dan cokelat panas sepertinya kombinasi yang sempurna. Jangan lupa kalau Theobroma cacao adalah mood booster!
Ada yang punya rekomendasi?
Kamis, Maret 22, 2012
Gowes Bandung - Jakarta
Bandung - Cimahi - Padalarang - Cianjur - Cariu - Jonggol - Cileungsi - Bekasi - Jakarta.
Minggu, 18 Maret 2012, 03:30 - 18:30, 15 jam.
Gandrie Ramadhan, Ghazi Binarandi, dan Rendy Anditya. Tiga orang agak waras ini mencari sesuatu yang berbeda. Jika Warung Bandrek dan Lembang sudah biasa, maka Jakarta tujuan berikutnya. Sebatas itu saja. Sampai di Jakarta dengan selamat dan utuh, perjalanan ini berhasil memesona batin saya. Puas.
Niat saja tidak cukup, harus dibarengi dengan kondisi sepeda yang mumpuni. Berdasarkan hal itu, beberapa peningkatan dilakukan di sepeda, terutama sepeda Ghazi. Ratusan ribu rela dia keluarkan agar perjalanan tidak terkendala masalah internal sepeda. Saya dan Rendy hanya membeli beberapa perlengkapan tambahan seperti P3K, kunci L, ban dalam, pompa, dan beberapa barang lain.
Sebagus apapun sepeda, tetap pengendaranya yang menentukan. The man behind the gun is more important. Sadar akan hal tersebut, kami sengaja melatih fisik dengan gowes beberapa kali ke Warung Bandrek di pagi hari. Selain itu, kami tidak lupa berguru dari orang yang lebih ahli mengenai kondisi selama perjalanan dan teknik bersepeda.
Rendy dan Ghazi menginap di kosan saya di Tubagus. Malam minggu itu kami tidur pukul 21:00 dan memasang alarm tepat pukul 02:00. Sarapan dini hari berupa air putih, roti, susu, dan madu diharapkan menambah stamina dan pemicu eek. Sialnya eek tidak keluar. Peregangan otot kami lakukan dari persendian di daerah kepala hingga ke bagian kaki agar tidak terjadi kram selama perjalanan. Diawali dengan doa dan mengucap bismillah, tepat pukul 03:30 kami berangkat.
Dinginnya Bandung kami atasi dengan jaket parasut ITB yang kami punya sejak diterima di kampus cap gajah. Tubagus, Dago, Cikapayang, Pasopati, Pasteur, lalu selamat tinggal Kota Bandung. Di pinggir jalan Tol Pasteur kami menemui orang mabuk yang sedang dibonceng motor lalu dia berteriak "Asik nih, asik nih, asik nih!" sambil menggoyangkan jempolnya di udara. Oh, freaky. Jalan dari Padalarang menuju Cianjur berupa turunan tiada batas. Lampu penerangan sangat vital karena masih pagi buta dan ada area yang benar-benar hitam alias gelap. Bahkan Rendy hampir jatuh. Sebagai tambahan, kami harus berbagi jalan dengan truk-truk besar.

Jalan sepanjang Cariu - Jonggol - Cileungsi bervariasi berupa turunan, tanjakan, dan datar. Di sini teknik perpindahan gigi sepeda (shifting) sangat penting agar perputaran kaki di pedal selalu konstan, tidak peduli kondisi kontur jalan yang sedang dihadapi. Kalau di jalan menuju Warung Bandrek ada sebuah tanjakan bernama 'putus asa', maka dalam perjalanan ini ada beberapa tanjakan yang saya namakan 'ultra luar biasa putus asa'. Sangat melelahkan otot paha dan punggung.



Kami sempat berhenti untuk makan pisang dan minum air kelapa. Tidak tanggung-tanggung, dua sisir pisang dan tiga batok kelapa kami hajar! Wah, itu luar biasa nikmatnya. Untuk makan siang, kami berhenti di sebuah rumah makan Sunda. Menunya hanya ayam bakar dan pemesanan tidak bisa per bagian melainkan harus satu ayam utuh mulai dari kepala hingga kaki. Ayam bakar ini luar biasa kampung! Dagingnya (otot) sangat melekat di tulang! Makan siang saya akhiri dengan segelas es jeruk. Wah, ini surga.


Pemandangan selama perjalanan Cileungsi - Bekasi - Jakarta bukan lagi sawah yang hijau dan pepohonan yang asri, tetapi sudah berupa beton kawasan industri dan perumahan. Sempat turun hujan dua kali tapi untungnya hanya sebentar sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan. Jalan ini sangat panjang dan membosankan. Ditambah lagi dengan Jalan Kalimalang yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta terasa sangat panjang. Sekitar 20 meter dari rumah Rendy, Ghazi terserempet motor lalu jatuh. Untung lukanya tidak parah. Sampailah kami di tujuan akhir. Hore!
Tidak, tidak. Kami tidak gowes (lagi) ke Bandung dari Jakarta. Tiga manusia dengan tiga sepedanya berjejalan dalam sebuah Panther. Dua jam saja perjalanan dan halo, Bandung!

Sebagai kesimpulan, perjalanan seperti ini cukup sekali semur hidup dan sepeda bukanlah moda transportasi yang tepat untuk perjalanan Bandung - Jakarta.
Minggu, 18 Maret 2012, 03:30 - 18:30, 15 jam.
Gandrie Ramadhan, Ghazi Binarandi, dan Rendy Anditya. Tiga orang agak waras ini mencari sesuatu yang berbeda. Jika Warung Bandrek dan Lembang sudah biasa, maka Jakarta tujuan berikutnya. Sebatas itu saja. Sampai di Jakarta dengan selamat dan utuh, perjalanan ini berhasil memesona batin saya. Puas.
Niat saja tidak cukup, harus dibarengi dengan kondisi sepeda yang mumpuni. Berdasarkan hal itu, beberapa peningkatan dilakukan di sepeda, terutama sepeda Ghazi. Ratusan ribu rela dia keluarkan agar perjalanan tidak terkendala masalah internal sepeda. Saya dan Rendy hanya membeli beberapa perlengkapan tambahan seperti P3K, kunci L, ban dalam, pompa, dan beberapa barang lain.
Sebagus apapun sepeda, tetap pengendaranya yang menentukan. The man behind the gun is more important. Sadar akan hal tersebut, kami sengaja melatih fisik dengan gowes beberapa kali ke Warung Bandrek di pagi hari. Selain itu, kami tidak lupa berguru dari orang yang lebih ahli mengenai kondisi selama perjalanan dan teknik bersepeda.
Rendy dan Ghazi menginap di kosan saya di Tubagus. Malam minggu itu kami tidur pukul 21:00 dan memasang alarm tepat pukul 02:00. Sarapan dini hari berupa air putih, roti, susu, dan madu diharapkan menambah stamina dan pemicu eek. Sialnya eek tidak keluar. Peregangan otot kami lakukan dari persendian di daerah kepala hingga ke bagian kaki agar tidak terjadi kram selama perjalanan. Diawali dengan doa dan mengucap bismillah, tepat pukul 03:30 kami berangkat.
Dinginnya Bandung kami atasi dengan jaket parasut ITB yang kami punya sejak diterima di kampus cap gajah. Tubagus, Dago, Cikapayang, Pasopati, Pasteur, lalu selamat tinggal Kota Bandung. Di pinggir jalan Tol Pasteur kami menemui orang mabuk yang sedang dibonceng motor lalu dia berteriak "Asik nih, asik nih, asik nih!" sambil menggoyangkan jempolnya di udara. Oh, freaky. Jalan dari Padalarang menuju Cianjur berupa turunan tiada batas. Lampu penerangan sangat vital karena masih pagi buta dan ada area yang benar-benar hitam alias gelap. Bahkan Rendy hampir jatuh. Sebagai tambahan, kami harus berbagi jalan dengan truk-truk besar.

Jalan sepanjang Cariu - Jonggol - Cileungsi bervariasi berupa turunan, tanjakan, dan datar. Di sini teknik perpindahan gigi sepeda (shifting) sangat penting agar perputaran kaki di pedal selalu konstan, tidak peduli kondisi kontur jalan yang sedang dihadapi. Kalau di jalan menuju Warung Bandrek ada sebuah tanjakan bernama 'putus asa', maka dalam perjalanan ini ada beberapa tanjakan yang saya namakan 'ultra luar biasa putus asa'. Sangat melelahkan otot paha dan punggung.



Kami sempat berhenti untuk makan pisang dan minum air kelapa. Tidak tanggung-tanggung, dua sisir pisang dan tiga batok kelapa kami hajar! Wah, itu luar biasa nikmatnya. Untuk makan siang, kami berhenti di sebuah rumah makan Sunda. Menunya hanya ayam bakar dan pemesanan tidak bisa per bagian melainkan harus satu ayam utuh mulai dari kepala hingga kaki. Ayam bakar ini luar biasa kampung! Dagingnya (otot) sangat melekat di tulang! Makan siang saya akhiri dengan segelas es jeruk. Wah, ini surga.


Pemandangan selama perjalanan Cileungsi - Bekasi - Jakarta bukan lagi sawah yang hijau dan pepohonan yang asri, tetapi sudah berupa beton kawasan industri dan perumahan. Sempat turun hujan dua kali tapi untungnya hanya sebentar sehingga kami bisa melanjutkan perjalanan. Jalan ini sangat panjang dan membosankan. Ditambah lagi dengan Jalan Kalimalang yang menghubungkan Bekasi dengan Jakarta terasa sangat panjang. Sekitar 20 meter dari rumah Rendy, Ghazi terserempet motor lalu jatuh. Untung lukanya tidak parah. Sampailah kami di tujuan akhir. Hore!
Tidak, tidak. Kami tidak gowes (lagi) ke Bandung dari Jakarta. Tiga manusia dengan tiga sepedanya berjejalan dalam sebuah Panther. Dua jam saja perjalanan dan halo, Bandung!

Sebagai kesimpulan, perjalanan seperti ini cukup sekali semur hidup dan sepeda bukanlah moda transportasi yang tepat untuk perjalanan Bandung - Jakarta.
Label:
Pengalaman,
Perjalanan,
Sahabat,
Sepeda
Selasa, Agustus 23, 2011
Cakarlangit

Cakarlangit adalah nama angkatan gue, Teknik Sipil ITB 2008. Dibandingkan dengan TK, SD, SMP, atau SMA, maka masa kuliah adalah masa yang paling menorehkan sejuta cerita, menurut gue. Gue digodok lahir dan batin di ITB ini. Gak kerasa kira-kira setahun lagi kami akan mulai menempuh jalan hidup masing-masing. Tiga tahun gue bersama kalian, Cakarlangit! Dan itu indah. Raga boleh pisah, tetapi jiwa tetap satu!Mars Cakarlangit!
Kokoh
Selalu kuat
Selalu teknik sipil ITB
Berjayalah dan bersatulah dua ribu delapan
Satukan asa
Menggapai cita
Untuk Indonesia
Bersama Ganesha
Membangun nusa
Memajukan bangsa
Saat engkau lelah
Janganlah mudah menyerah
Jangan engkau ragu
Kami s'lalu bersamamu
Kokoh
Selalu kuat
Selalu teknik sipil ITB
Berjayalah dan bersatulah s'lalu, Cakarlangitku!
Naskah asli (fotokopian sih) Mars Cakarlangit:

Video Mars Cakarlangit saat buka bareng 19 Agustus 2011 di Ruang ALSI:

Keep in touch, Fellas!
Rabu, Februari 02, 2011
Obrolan
Halo, Semester 6! Apa kareba? Tak terasa kira-kira sudah tiga tahun aku menuntut ilmu di Institut Cap Gajah. Aku pikir akan semakin santai, tetapi perkiraanku salah. Di semester 6 ini aku kuliah dari hari Senin hingga Jumat pukul 7 pagi. Oh luar biasa. Tiada waktu untuk mengeluh, mari jalani semester ini dengan senyuman yang merekah.Selanjutnya, aku diamanahkan menjadi kepala departemen kominfo HMS, menggantikan Bos Ignatius Vincent. Bisa dilihat foto di atas, itu semacam visualisasi regenerasi yang sangat apik dibuat oleh Arka. Akan tetapi percayalah, ide foto di atas bukan dari diriku. Hehe.
Semakin ke sini, ternyata obrolan semakin dalam.
Dhimas Satria Pinilih
Obrolan ini terjadi saat aku makan ayam tulang lunak featuring Taufan. Intinya, kita sebagai laki-laki harus jauh mikir ke depan. Kita laki-laki, kita calon suami, kita calon ayah. Tanggung jawab laki-laki adalah sebagai tulang punggung perekonomian keluarga. Sudahkah kita terbayang berapa kocek yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah rumah? Atau pengeluaran rutin susu bayi setiap bulannya yang pastinya tidak murah? Belum lagi pengeluaran untuk membahagiakan sang istri dengan indahnya dunia.Rendy Anditya
Obrolan ringan di sela-sela kuliah manajemen konstruksi featuring Manu. Intinya, jangan berhenti di S1. Cari beasiswa untuk meneruskan pendidikan hingga S2 dan S3. Orang tua cukup membiayai kita hingga S1. Oh tidak lupa seputar wanita. Enaknya gini, Gan. Lo sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita dari sekarang. Saat akan berangkat S2 ke luar negeri, berjanji padanya sebuah cincin akan melekat di jari manisnya nanti. Kembali dari luar negeri, pergi ke rumahnya. Hadapi ayah dan ibunya, tegaskan kalau kita sudah lulus S2, siap kerja dan mapan. Bilang kalau kita mau menjadi pendamping hidupnya. Gokil. Haha.Obrolan yang ringan namun berbobot. Senang sekali bisa bertukar pikiran dengan teman-teman super yang bervisi ke depan. Semoga dimudahkan meraih mimpi kita masing-masing. Amin.
Hidup adalah perjuangan, Sob.
Rabu, Januari 05, 2011
Garuda (tetap) di dadaku!
Selamat datang! Selamat datang di Stadion Utama Gelora Bung Karno!Masih seputar final AFF, kalau tulisan sebelum ini membahas jerih payah kami memperoleh tiket final, tulisan sekarang menggambarkan kondisi stadion saat pertandingan final di kandang Garuda!


Bisa dilihat, warna merah sangat dominan, tidak ada tempat untuk si biru atau kuning. Sudah sepatutnya Harimau Malaya menjadi ciut karena sorak-sorai pendukung Garuda.Menurutku, momen paling mengharukan adalah saat kami, ya kami, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia: Indonesia Raya. Aku menggenggam erat Garuda yang ada di dada sebelah kiri dengan tangan kanan. Terlepas dari suaraku yang amburadul, aku berteriak tanpa mempedulikan seraknya tenggorokan, demi menyanyikan Indonesia Raya! Aku bernyanyi Indonesia Raya hingga paru-paruku menyerah!
Bayangkan, puluhan ribu orang dari berbagai macam umur, agama, dan suku melafaskan satu nada, Indonesia Raya! Aku gemetar!
Unexplainable! Dude, you gotta FEEL that!
Garuda menang di kandangnya, tetapi tidak berhasil menyabet juara AFF. Sungguh malang.
Garuda (tetap) di dadaku!
Senin, Desember 27, 2010
Empat Serangkai Pengantre Tiket
Gandrie, Ghazi, Andi, dan Yusuf.26 Desember 2010.
Sebut saja mereka pengantre tiket. Berjuang demi sejumlah tiket agar bisa menonton final leg 2 secara langsung di SUGBK.
Janjian di loket seberang Mesjid Al-Bina pukul setengah tujuh pagi. Pukul 6.25 aku sudah berada di dekat TVRI tapi jalanan sangat macet dan mengharuskanku berjalan kaki. Walhasil aku telat menemui tiga orang temanku yang sudah mengantre. Memanfaatkan kelangsingan badan, aku selap-selip sehingga berada dekat mereka.
Waktu masih menunjukkan pukul 8 pagi sedangkan loket dibuka pada pukul 10 pagi. Ribuan orang berusaha mencari cara untuk mengusir rasa bosannya, mulai dari merokok, meneriakkan "Nurdin turun!", sarapan pagi, dan lain sebagainya. Dibutuhkan fotokopi KTP saat membeli tiket nanti. Orang yang lupa dengan hal itu mau-tidak-mau menggunakan jasa fotokopi dengan harga yang tidak wajar, sepuluh ribu rupiah per KTP.
Ada yang lucu saat KTP dikembalikan satu per satu. Nama yang tertera di KTP diteriakkan lalu orang yang bersangkutan segera mengambil identitas dirinya beserta fotokopinya. Tiba-tiba nama "Sopan Santun" diteriakkan. Kontan semua orang langsung tertawa. Hiburan yang menggelikan memang. Haha.
Ada lagi. Yusuf memegang sebotol air mineral. Kemudian dia dicolek oleh seorang lelaki paruh baya. Lelaki itu meminta botol jika airnya sudah habis. Ya, untuk buang air kecil. Kami semua heran dan takjub.
"WOI YANG DEPAN DUDUK, ANJING!"
"WOI YANG BELAKANG JANGAN DORONG!"
"BANGSAT, YANG KIRI ANTRE DONG!"
"YANG AUS, YANG AUS, AQUA, QUA, QUA!"
Kalimat-kalimat di atas sering digemakan oleh massa selama kami mengantre.
Pukul 10 pagi. Loket tak kunjung dibuka. Ribuan pengantre mulai 'panas'. Semua dalam kondisi tertekan, dalam arti yang sebenarnya. Himpitan manusia dari kanan-kiri-depan-belakang bukan hal yang aneh lagi. Beberapa orang yang tidak kuat segera digotong ke pinggir. Aku yakin 98% pengantre adalah kaum adam tapi jangan salah, ada juga kaum hawa yang nekat mengantre.
Wonder woman, eh? Atau I wonder if she's a woman?
Gencatan segala arah semakin parah. Loket baru dibuka pukul setengah sebelas. (Dari awal) antrean tidak teratur, begitu loket dibuka, jelas tambah parah. Di tengah kericuhan, aku terpisah dari tiga temanku lalu berusaha sebisa mungkin mencapai loket. Aku bulatkan tekad untuk meraih tiket ketika posisiku sudah sangat dekat dengan loket tapi tekad tersebut sirna karena raga ini sudah tidak kuat lagi.
Aku menyingkirkan diriku dari keramaian lalu kupanjat pagar. Berjalan tiada henti hingga akhirnya terkapar di rumput hijau. Baju basah kuyup karena keringat. Pupus harapanku mendapatkan 5 buah tiket final. Beberapa menit kemudian muncullah secercah harapan. Pagar yang aku panjat dibuka. Terdapat dua banjar yang diatur oleh petugas masuk ke arah stadion. Diam-diam aku menyelinap.
Dua banjar panjang tersebut dibawa ke arah yang tak menentu, diputar-putar dan sepertinya panitia memang tidak punya rencana cadangan. Akhirnya dua banjar itu dibawa masuk ke dalam stadion. Pembelian tiket diatur sedemikian rupa dan menurutku cukup rapi. Tiba giliranku.
5 buah tiket di tangan!

Perjuanganku belum selesai. Bagaimana caranya keluar dari stadion? Antrean massa di luar sudah sangat panjang. Tiba-tiba kegaduhan muncul. Massa seperti zombie di mana hanya tiket yang ada dalam pikiran mereka. Anarkisme merajalela. Pintu bergembok ditendang berkali-kali. Pintu jeruji dihantam dengan emosi.
Pintu jebol.
Ribuan massa dengan bebas masuk. Petugas dikeroyok dan dipukuli di depan kedua mataku. Tak mau ikut-ikutan, aku keluar dari stadion melalui pintu yang dibobol massa. Perjuanganku selesai. Fiuh.
Bagaimana nasib ketiga temanku? Aku tak tahu. Kukabari mereka lewat pesan singkat. Ternyata mereka masih berjuang mengantre dan memang semuanya digiring ke dalam stadion. Aku menunggu mereka hingga pukul 3 sore. Lumayan untuk istirahat dan jajan sana-sini terlebih dahulu. Setelah mendapat pesan singkat, kami bertemu di suatu tempat. Sayang sekali tidak satu pun di antara ketiga temanku yang berhasil mendapatkan tiket.
Sepertinya pengalaman ketiga temanku ini lebih seru. Mereka menceritakan kalau situasi di dalam stadion sudah sangat kacau. Orang yang membawa sekantung tiket di tengah lapangan untuk dibagikan langsung dibidik oleh ribuan massa dari segala arah tribun. Pagar diloncati, rumput diinjak, dan fasilitas dirusak. Ribuan tiket diperebutkan dan mengudara di mana-mana.
Bom air seni di dalam botol dihempaskan ke kerumunan, polisi melakukan hom-pim-pa-alaihum-gambreng, dan pengalaman lainnya didapatkan oleh ketiga orang temanku ini. Rambut lusuh, muka kucel, badan asem, perut lapar, kaki kotor, dan sendal robek sungguh menggambarkan keadaaan kami pukul 3 sore.
Ketika Nurdin Halid berkata kalau tidak ada yang salah dengan sistem penjualan tiket, maka terkutuklah dirinya. Ketika Nurdin Halid menyalahkan supply dan demand dalam penjualan tiket, maka binasalah dirinya. Ketika sebuah sistem dipimpin oleh pemimpin yang busuk, maka sistem itu akan tetap busuk. Mau sepak bola Indonesia lebih maju? Ganti pemimpin PSSI dengan orang yang bersih, berwibawa, dan tahu peta sepak bola Indonesia.
Nurdin Turun!
Itulah sepenggal ceritaku. Aku yakin ketika kami menjadi alumni sipil lalu ada sebuah reuni 10, 20, atau 30 tahun mendatang, cerita ini akan tetap menyala di hati kami. Amarah, senyuman, jerih payah, dan kekecewaan ada dalam cerita ini.
Sebuah cerita yang layak untuk dikenang.
Rabu, Desember 22, 2010
Aden Barber Shop
Perkenalkan! Temen gue yang satu ini namanya Aden Firdaus. Namanya sungguh surgawi, ya? Ngeri kali fotonya. Doi berasal dari SMA Negeri 9 Yogyakarta. Selain berkegiatan di HMS macem nge-danlap kaderisasi (ngeri), BPA, dan sebagainya, doi juga mempunyai keahlian merapikan rambut orang lain.Lihat saja!


Dalam tiga foto tersebut, Ghazi dengan ikhlas dan ridho rambutnya dirapikan oleh Bung Aden. Setelah Ghazi, sebenarnya giliran gue, cuman sayang sekali tidak ada yang mendokumentasikan. Haha.Biasanya tukang cukur rambut tuh tidak mengerti kata-kata "potong sedikit aja ya". Akan tetapi Aden sungguh mengerti gue. Potong sedikit berarti sedikit aja. Gokil loh dia mempunyai keterampilan yang bisa bermanfaat untuk orang lain. Hasilnya memuaskan! Garansi!
Monggo dicoba.
All hail Aden!
Aden!
Selasa, November 23, 2010
Me in Sketch
Gambar di atas bukanlah hasil karyaku. Aku sadar otak kananku jarang aku gunakan sehingga tumpul layaknya pisau karatan yang sudah tidak tajam lagi. Sigh. Apapun itu, semua bermula dari seorang temanku yang mengisi ShoutMix di blog-ku.Aku buka blog baru miliknya dan ternyata penuh dengan goresan pena yang membentuk gambar-gambar. Goresan pena yang ia torehkan bukanlah pena biasa. Intinya, sketsa yang ada dihasilkan dalam bentuk digital. Dengan egois aku menyebut alat yang ia gunakan adalah digital drawing pen.
Untung saja dia menyukai julukan yang aku sebutkan. Padahal ngasal. Haha.
'I like the way it sounds. I love drawing pen and mouse pen is my digital drawing pen', ucapnya.
Aku suka dengan tagline yang ia buat:
'people dance, people sing, I draw'
Anyway, huge thanks for Sybil Yusrina Putri!
You're awesome as always!
Keep in touch!
Check her fabulous drawings at:
http://sybilyusrinaputri.blogspot.com/
Selasa, November 16, 2010
Ekskursi dan Kersos
Selamat pagi! Salam sejahtera untuk kita semua. Dalam post kali ini aku ingin berbagi cerita dan (banyak) gambar tentang dua kegiatan yang sudah aku jalani. Pertama adalah ekskursi ke PT. Wika Beton di Cibinong dan kedua adalah Kerja Sosial (Kersos) HMS ITB 2010, Sipil Bangun Desa (Sibades).
1. Ekskursi!
Kuliah lapangan ke sebuah pabrik beton yang katanya terbesar di Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 12 November 2010. Kami, Teknik Sipil ITB 2008 a.k.a Cakarlangit, berkumpul pagi hari pukul 06.30 di gerbang Ganesha dengan kode baju: Hijau. Telah disediakan 3 bus utama dan 1 mini bus sebagai moda transportasi ke Cibinong, Bogor. Seharusnya kami berangkat sekitar pukul 07.00 namun pada kenyataannya kami berangkat pukul 08.00karena ada yang telat bangun dan harus boker dulu. Haha.
Modal kami hanya pakaian yang melekat di badan namun kami disuguhkan materi dan non-materi yang berlimpah. Materi berupa makan siang Ayam Suharti dan makan sore Hoka-Hoka Bento. Sangat wah tentunya untuk ukuran anak kosan, terlebih lagi: Gratis! Non-materi berupa ilmu dan pengalaman tentang ketekniksipilan khususnya di bidang material beton.
Lelahku tidak berarti jika dibandingkan dengan chemistry hangat bersama teman-teman seperjuanganku. Entah mengapa ketika Pak Bambang Budiono menyebut kami sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, aku terhenyak. Ya, sebuah tanggung jawab moral yang ada di setiap pundak insan muda. Sebuah konsekuensi logis setiap mahasiswa Cap Ganesha untuk memikirkan dan melakukan langkah nyata mengenai mau dibawa ke mana bangsa ini nanti.
Cukup berat memang pikiran seperti. Akan tetapi, hei! Lihatlah beberapa foto ekskursi ini!





2. Kersos!
Sebuah bentuk aplikasi dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil membangun Jembatan Cicariuk di Desa Ciroyom, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat. Selain pengmas, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengasah sense ketekniksipilan kami. Kami belajar tahap-tahap apa saja yang harus dilakukan untuk membangun sebuah jembatan, manajemen proyek, site manager, hingga membantu mang-mang di lokasi eksekusi.
Minggu, 14 November 2010 aku berangkat ke lokasi bersama yang lain, kebanyakan HMS 2009. Kami naik tronton tentara dan perjalanan memakan waktu selama 90 menit dari ITB. Aku berperan sebagai pendamping beberapa HMS 2009. Di sana kami sama-sama belajar. Pertama, kami memeriksa apakah kondisi di lapangan sesuai dengan desain yang telah kita rancang. Kedua, kami melakukan pekerjaan mang-mang. Selain itu kami juga melakukan social engineering, yakni menganalisis pengaruh dibangunnya jembatan terhadap kehidupan masyarakat sekitar dengan metode wawancara.
Hal yang aku pelajari, tenaga mang-mang itu sungguh super. Mungkin aku harus memukul si batu sebanyak 1000 kali dengan godam barulah pecah sedangkan mang-mang cukup melakukannya dengan satu-dua pukulan. Punten mang kalau kami malah merepotkan. Hehe. Setelah dua jam berkutat di sana, kami disuguhkan sajian ala desa. Daun pisang dibentangkan hingga bermeter-bermeter lalu nasi, lauk-pauk, lalap, sambal, dan kerupuk ditaruh di atasnya. Kami semua makan dengan lahap. Akhirnya kami kembali ke ITB dengan truk tronton yang sama, jalur yang sama namun berlawanan. Angin menabrak rambut dan sekujur tubuhku di dalam tronton hingga mata ini sayup-sayup selama perjalanan pulang. Rapuh namun aku senang. Doakan jembatan ini cepat selesai ya.
Pictures? Cekidot, Gan.





Sekian informasi dari saya
Ambil sisi positif dari setiap kegiatan.
Karena hidup di dunia ini hanya sekali, mari kita buat berarti.
1. Ekskursi!
Kuliah lapangan ke sebuah pabrik beton yang katanya terbesar di Indonesia dilaksanakan pada hari Jumat, 12 November 2010. Kami, Teknik Sipil ITB 2008 a.k.a Cakarlangit, berkumpul pagi hari pukul 06.30 di gerbang Ganesha dengan kode baju: Hijau. Telah disediakan 3 bus utama dan 1 mini bus sebagai moda transportasi ke Cibinong, Bogor. Seharusnya kami berangkat sekitar pukul 07.00 namun pada kenyataannya kami berangkat pukul 08.00
Modal kami hanya pakaian yang melekat di badan namun kami disuguhkan materi dan non-materi yang berlimpah. Materi berupa makan siang Ayam Suharti dan makan sore Hoka-Hoka Bento. Sangat wah tentunya untuk ukuran anak kosan, terlebih lagi: Gratis! Non-materi berupa ilmu dan pengalaman tentang ketekniksipilan khususnya di bidang material beton.
Lelahku tidak berarti jika dibandingkan dengan chemistry hangat bersama teman-teman seperjuanganku. Entah mengapa ketika Pak Bambang Budiono menyebut kami sebagai generasi penerus bangsa Indonesia, aku terhenyak. Ya, sebuah tanggung jawab moral yang ada di setiap pundak insan muda. Sebuah konsekuensi logis setiap mahasiswa Cap Ganesha untuk memikirkan dan melakukan langkah nyata mengenai mau dibawa ke mana bangsa ini nanti.
Cukup berat memang pikiran seperti. Akan tetapi, hei! Lihatlah beberapa foto ekskursi ini!





2. Kersos!
Sebuah bentuk aplikasi dari pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil membangun Jembatan Cicariuk di Desa Ciroyom, Kecamatan Cipendeuy, Kabupaten Bandung Barat. Selain pengmas, kegiatan ini juga ditujukan untuk mengasah sense ketekniksipilan kami. Kami belajar tahap-tahap apa saja yang harus dilakukan untuk membangun sebuah jembatan, manajemen proyek, site manager, hingga membantu mang-mang di lokasi eksekusi.
Minggu, 14 November 2010 aku berangkat ke lokasi bersama yang lain, kebanyakan HMS 2009. Kami naik tronton tentara dan perjalanan memakan waktu selama 90 menit dari ITB. Aku berperan sebagai pendamping beberapa HMS 2009. Di sana kami sama-sama belajar. Pertama, kami memeriksa apakah kondisi di lapangan sesuai dengan desain yang telah kita rancang. Kedua, kami melakukan pekerjaan mang-mang. Selain itu kami juga melakukan social engineering, yakni menganalisis pengaruh dibangunnya jembatan terhadap kehidupan masyarakat sekitar dengan metode wawancara.
Hal yang aku pelajari, tenaga mang-mang itu sungguh super. Mungkin aku harus memukul si batu sebanyak 1000 kali dengan godam barulah pecah sedangkan mang-mang cukup melakukannya dengan satu-dua pukulan. Punten mang kalau kami malah merepotkan. Hehe. Setelah dua jam berkutat di sana, kami disuguhkan sajian ala desa. Daun pisang dibentangkan hingga bermeter-bermeter lalu nasi, lauk-pauk, lalap, sambal, dan kerupuk ditaruh di atasnya. Kami semua makan dengan lahap. Akhirnya kami kembali ke ITB dengan truk tronton yang sama, jalur yang sama namun berlawanan. Angin menabrak rambut dan sekujur tubuhku di dalam tronton hingga mata ini sayup-sayup selama perjalanan pulang. Rapuh namun aku senang. Doakan jembatan ini cepat selesai ya.
Pictures? Cekidot, Gan.





Sekian informasi dari sayaAmbil sisi positif dari setiap kegiatan.
Karena hidup di dunia ini hanya sekali, mari kita buat berarti.
Senin, September 20, 2010
The Free Fall Man
Sebuah tweet gue pada malam minggu galau tanggal 18 September 2010:
"Kalau sekarang beli shampo, sekarang gak makan. Kalau sekarang makan, besok gak keramas. Ambil duit jauh. Hidup itu memang pilihan ya".
Ada tiga orang yang me-reply tweet gue.
@dizaartama
"beli shampo trus lo gadoin dikit, terus bsk keramas, bisa kan 2 2nya?"
(Oh shampo emang bisa digadoin banget sih, Diz. Makasih ya. Haha.)
@risastrosubroto
"Makanya beli sepeda. Segala lebih cepat. Semua bisa didapat. (y) (y)"
(Naon eta teh? Alhamdulillah sudah ada, Bos!)
@tiarakami
"ngomong2 ttg pilihan ya gan, ada renungan menarik yg pernah gw temukan. ttg 'the falling man' pas 9/11. Mau liat?"
(Mana mana? Mau dongski!)
Yang paling bener komentarnya kayaknya Indah Mutiara Kami. Haha. Lanjut. Akhirnya dia memberikan sebuah link yang berisi semacam artikel di tumblr. Karena blogger tidak bisa reblog seperti tumblr, kira-kira isinya seperti ini.
Gambar apa itu? Itu adalah gambar salah seorang yang memutuskan untuk meloncat dari jendela Menara Utara pada peristiwa 9/11. Orang-orang menyebut mereka 'Jumper'. Dia memilih untuk (tewas) terjun bebas daripada (tewas) 'dimakan' asap atau tertimbun puing. Beberapa orang menilai mereka adalah pengecut sedangkan beberapa menilai mereka sebagai simbol tragis dari peristiwa 9/11. Kenyataannya, itu adalah pilihan yang sulit, tidak semua orang bisa memutuskan sebuah keputusan di situasi yang terdesak.
Meeen, terkadang kita terlalu rewel untuk menentukan sebuah keputusan yang sepele. Termasuk gue.
Mengerjakan tugas mekanika tanah atau beton dulu
Hari ini pakai baju warna biru atau warna cokelat
Nonton di PVJ bareng temen SMA atau mengerjakan tugas besar irigasi
Wisata ke Lombok atau Bali
Beli shampo atau makan
Makan di Serbu Rame atau MCCF
Harus lanjut atau berakhir dengan pasangan
Imagine the choice this man had to make.
So, people. Make up your choice.
Anyway, thanks to Indah Mutiara Kami. Gue seneng nih diingatkan dengan cara yang baik. Ayo kita saling mengingatkan dalam kebaikan.
:D
Sumber
"Kalau sekarang beli shampo, sekarang gak makan. Kalau sekarang makan, besok gak keramas. Ambil duit jauh. Hidup itu memang pilihan ya".
Ada tiga orang yang me-reply tweet gue.
@dizaartama
"beli shampo trus lo gadoin dikit, terus bsk keramas, bisa kan 2 2nya?"
(Oh shampo emang bisa digadoin banget sih, Diz. Makasih ya. Haha.)
@risastrosubroto
"Makanya beli sepeda. Segala lebih cepat. Semua bisa didapat. (y) (y)"
(Naon eta teh? Alhamdulillah sudah ada, Bos!)
@tiarakami
"ngomong2 ttg pilihan ya gan, ada renungan menarik yg pernah gw temukan. ttg 'the falling man' pas 9/11. Mau liat?"
(Mana mana? Mau dongski!)
Yang paling bener komentarnya kayaknya Indah Mutiara Kami. Haha. Lanjut. Akhirnya dia memberikan sebuah link yang berisi semacam artikel di tumblr. Karena blogger tidak bisa reblog seperti tumblr, kira-kira isinya seperti ini.
Gambar apa itu? Itu adalah gambar salah seorang yang memutuskan untuk meloncat dari jendela Menara Utara pada peristiwa 9/11. Orang-orang menyebut mereka 'Jumper'. Dia memilih untuk (tewas) terjun bebas daripada (tewas) 'dimakan' asap atau tertimbun puing. Beberapa orang menilai mereka adalah pengecut sedangkan beberapa menilai mereka sebagai simbol tragis dari peristiwa 9/11. Kenyataannya, itu adalah pilihan yang sulit, tidak semua orang bisa memutuskan sebuah keputusan di situasi yang terdesak.Meeen, terkadang kita terlalu rewel untuk menentukan sebuah keputusan yang sepele. Termasuk gue.
Mengerjakan tugas mekanika tanah atau beton dulu
Hari ini pakai baju warna biru atau warna cokelat
Nonton di PVJ bareng temen SMA atau mengerjakan tugas besar irigasi
Wisata ke Lombok atau Bali
Beli shampo atau makan
Makan di Serbu Rame atau MCCF
Harus lanjut atau berakhir dengan pasangan
Imagine the choice this man had to make.
So, people. Make up your choice.
Anyway, thanks to Indah Mutiara Kami. Gue seneng nih diingatkan dengan cara yang baik. Ayo kita saling mengingatkan dalam kebaikan.
:D
Sumber
Sabtu, September 04, 2010
Arcavatara
Arcavatara merupakan manifestasi Wisnu dalam imajinasi, yang digunakan oleh seseorang agar lebih mudah memujanya sebab pikirannya tidak mampu mencapai wujud Para, Vyuha, Vibhava, dan Antaryami dari Wisnu.Suatu pagi di akhir bulan Juni. Kegiatan akademik sudah usai untuk semester itu. Indeks sudah terpapar di situs internal ITB. Oh damainya aku berada di Jakarta, tidak ada beban sama sekali. Tiba-tiba datang sebuah SMS.
Isinya, kurang lebih: "Gan, mau bantuin gue gak ngurusin stand OHU?"
SMS itu datang dari Hari Triwibowo, Sipil 2008, Unit Kesenian Minangkabau. Pikir, pikir, lalu dipikir. Bingung juga liburan 2 bulan akan kuhabiskan di mana, aku terima tawaran itu.
BAM!
Berangkatlah seorang Gandrie ke Bandung. Ibunda heran, kenapa masih libur tapi kok sudah ke Bandung? Sesampai di Bandung aku bertemu dengan panitia inti lainnya. Konsep OHU 2010 secara umum sudah ada dan saat itu sedang roadshow ke unit-unit. Oke, aku masuk ke zona baru yakni orang-orang baru dan kegiatan yang baru.
Tadinya aku adalah wakil bidang stand namun karena suatu dan lain hal, aku yang menangani divisi stand non-unit. Ternyata seru sekali menjalani kegiatan ini. Begitu banyak tantangannya. Terlebih lagi dengan adanya K3L yang membuat kami harus ekstra kerja keras terutama di bidang perizinan.
Stand di OHU tidak hanya untuk unit saja tapi juga ada non-unit. Aku senang sekali bisa berhubungan dengan banyak pihak di divisi ini. Ada KM, MWA, Motekar, TBI, NATC, D'Cinnamons, AIESEC, dan pihak lainnya. Tugasku di sini adalah melayani mereka yang ingin membuka stand. Di divisi ini aku juga dituntut menghasilkan uang. Alhamdulillah tercapai targetnya.
Aku senang.
Aku senang bisa bergabung dalam kepanitiaan ini. Aku bertemu dengan tim inti yang luar biasa. Seorang Gandrie yang tadinya tidak tahu apa-apa tentang OHU, dirangkul. Seorang Gandrie yang tidak pandai berargumen dalam sebuah diskusi, dirangkul. Seorang Gandrie yang tidak bisa melawak dan mencairkan suasana di depan umum, dirangkul. Oh terima kasih, teman-teman!
Suka, duka, bahkan cinta ada di dalam kepanitiaan ini.
Arcavatara!
Have a nice flight!
Super OHU 2010!
Sssooooohh!
Akhir kata, aku ingin mengutip pernyataan seorang Hari Triwibowo.
"Tujuan Bow ikut kepanitiaan ini sebenarnya buat nambah temen aja, Gan. Kalo nambah skill organisasi mah alasan klasik, itu bonus aja kali. Bow mau nanti di mana pun Bow berada setidaknya ada orang dari ITB yang Bow kenal".
Sabtu, Agustus 29, 2009
Buka Bareng 19!
YAK, tanggal 27 Agustus 2009 gue buka bareng bersama 'anak-anak' gue. Tadinya kita milih Warung Pasta tapi gara-gara ada isu kalo di sana tuuh mahal dan makanannya seiprit, kita pindah haluan ke Warung Steak!
Yap, kita berbuka, ngobrol-ngobrol, ketawa-ketiwi, dan foto-fotooo! Oia, 'anak-anak' gue memberikan sebuah hadiah ke gue dan Yessi. Kado itu ternyata adalah sebuah kaos putih bergambar wajah gue dan Yessi! Wow, gue gak nyangka aja mereka bakal ngasih persembahan gini! Kaget dan seneng jadi satu laah, hee. Terima kasih pisan!
Kira-kira seperti itu gambarannya. Sehabis makan, kami meluncur ke Dago Plaza buat karaokean. Ternyata tempat karaokean tau diri, mereka tutup selama bulan puasa, sayang sekalii! Walhasil kita meng-alay di Dago Plaza (baca: foto-foto gak jelas!). Bener banget, next project gue, Yessi, dan 19 adalah karaokean! Abis libur lebaran yia, kawan 19!
Here's some pictures of us:





Last but not least, I have twitter! Thanks to her :). Do follow me, guys!
Just click right here!
Yap, kita berbuka, ngobrol-ngobrol, ketawa-ketiwi, dan foto-fotooo! Oia, 'anak-anak' gue memberikan sebuah hadiah ke gue dan Yessi. Kado itu ternyata adalah sebuah kaos putih bergambar wajah gue dan Yessi! Wow, gue gak nyangka aja mereka bakal ngasih persembahan gini! Kaget dan seneng jadi satu laah, hee. Terima kasih pisan!
Kira-kira seperti itu gambarannya. Sehabis makan, kami meluncur ke Dago Plaza buat karaokean. Ternyata tempat karaokean tau diri, mereka tutup selama bulan puasa, sayang sekalii! Walhasil kita meng-alay di Dago Plaza (baca: foto-foto gak jelas!). Bener banget, next project gue, Yessi, dan 19 adalah karaokean! Abis libur lebaran yia, kawan 19!Here's some pictures of us:





Last but not least, I have twitter! Thanks to her :). Do follow me, guys!
Just click right here!
Minggu, Maret 15, 2009
Gado-Gado Bandung!!!
Assalamualaikum!!!
Gue kembali dengan materi blog yang lumayan abstrak! Setelah bertapa di kota yang bernama Bandung, gue mau nulis beberapa hal yang udah gue alami. Sesuai sama judulnya, gado-gado, campur aduk aja. Let's start, beibeh...
1. Pindah Kos
Dulu gue ngekos di daerah Kanayakan, di Komplek Dosen ITB, tapi sekarang gue pindah ke daerah Tubagus Ismail! Biasa laah, mencari tempat yang lebih baik. I feel totally better in my new place. What a nice. Gue meninggalkan Fachry alias Ai yang sekarang masih ngekos di Kanayakan. Sori, sob. Sekarang gue sekosan sama temen satu kelas gue yang namanya Prabu. Let's talk about him. Hmm, he's a basketball player and he's damn BIG! Beratnya dua kali berat gue! Berat gue 45 kg, yaa elo itung sendiri laah berat dia berapa. Nih gambaran umumnya:
Ada gorila naek cangcorang!

Sampai SMP dia tinggal di Batam. Terus dia ngelanjutin sekolah di IC (Insan Cendikia) Serpong. Anak-anak IC tuh udah kebiasaan asrama alias jauh dari orang tua dan apa-apa kudu sendiri. Yaa jadi gue cukup memahami perilaku anak asrama. Nice nice. Oia, dia ngeluarin Teori Asal Prabu! Menurut dia, dalam makan, ada 3 asal!
Asal Makan
Asal Kenyang
Asal Enak
Biasanya anak kos memegang teguh prinsip asal makan ato gak asal kenyang. Elo pahami sendiri aja artinya. Gak gitu penting juga, hahahaha. Si Prabu juga punya kebiasaan unik. Kalo makan roti pasti titik sudutnya dulu yang dicaplok. Walhasil rotinya bakal kebentuk jadi tanda tambah, kebayang kan? Emang aneh. Anak asrama anak asrama...
2. Lieke Arkha Eko Achi
Akhir-akhir ini gue jadi sering belajar bareng sama mereka. Ada eko, sang tutor kalkulus, fisika, dan kimia. Indeks tentang mata kuliah tersebut gak perlu diragukan. Ada Lieke, cewe yang pernah tinggal di Belanda dan sering gue ledek karena gaya bicaranya KAYAK orang ngeden pas boker. Ada Arkha yang kalo buat laporan pasti rapiiih abisss. Arkha mahir dengan software corel draw. Makanya laporan yang dia buat dihiasi dengan buah karya corel draw-nya. Ada Achi yang nama aslinya Asri. Dia baru aja ulang taon, semoga ditraktirr dah. Sayang gue gak ada poto-poto mereka, next time maybe...
3. Adit Yanot Azlan
The Dream Team strikes back!!! Gokil nih tiga orang!!! Mari mulai dengan BINGO. Yup, waktu itu Himpunan Mahasiswa Sipil mengadakan sebuah seminar. Banyak anak-anak FTSL yang ikutbuat dapet kit sertifikat, termasuk gue. Gue duduk deket mereka. Mungkin karena materi seminarnya belum klop dengan pemikiran kita, kita malah ngobrol-ngobrol sendiri. Ujung-ujungnya mencari kesibukan dengan bermain bingo. Gue gak dapet foto pas seminarnya berlangsung, tapi gue dapet pas mereka main di pelajaran tata tulis karya ilmiah. Here's the snapshot:


Si Yanot juga bercita-cita mendirikan sebuah unit, UCG! Unit Capsa Ganesha! Kita emang sering maen capsa pas jam makan siang, makanya si Yanot jadi kepikiran. Adit malah berharap ada mata kuliah capsa. Dia yakin bisa dapet indeks A! Luar biasa! For your information, mereka bertiga (lagi) sekelompok buat ngerjai karya ilmiah. What a Dream Team!!!
4. Olahraga dan Praktikum Fisika
Semester dua ini FTSL dapet kuliah olahraga. We gotta run 6 laps which is 2,4 km! Untuk cowok, di bawah 14 menit baru dapet A. Untuk cewek , di bawah 16 menit baru dapet A. Lari 2,4 km itu melelahkan abiss! Bukan cuman fisik, mental juga kudu kuat. Capek deh. Tapi alhamdulillah untuk tes awal (gak diambil nilai) gue di bawah 14 menit, yaa semoga aja pas tes yang diambil nilai, waktu gue jadi lebih baik...
Tentang praktikum, kejadiannya pas gue dapet modul 07, resonansi gelombang bunyi, gue semangat abiss. Modulnya seru dan gak terlalu susah. Gue memukul garpu tala dengan pemukulnya di dekat dengan tabung kolom air. Gue mukul kenceng banget, tapi gue meleset, gak kena garputala tapi malah menghantam tabungnya. Pecah deh bagian atasnya. Tabungnya lumayan gede, jujur gue keringet dingin. Gue berusaha stay cool. Kata aspraknya, mungin kudu ganti sekitar 150 ribu. Seusai praktikum gue mau ngurus ini. Setelah diskusi sama bapak-bapak laboratorium, gue kudu ganti 200 ribu! Kata mereka emang mahal tabungnya. Gue cuman bisa gigit jari. Apess banget. Adohadoh...
5. Iklan
Suatu malam gue makan nasi goreng ati ampela bareng Prabu. Ada TV di sana. Muncullah sebuah iklan teh kemasan botol yang modelnya adalah Aura Kasih. Huanjeeeeeer!!! Gokil abis tuhh! Hottt, apalagi pas bagian akhirnya! Hee. First impression gue ke Aura Kasih gak gitu bagus. Apaan sih nih orang, nyanyi gak ada musikalitasnya, joget-joget gak jelas doang, gue gak suka. Tapi begitu liat iklan itu, beuuhhh...
Terus di lain waktu, gue ngeliat iklan di Metro TV yang ngebahas perumahan elite gitu. Yang pembawa acaranya Feni Rose itu looh. Kan sering di Metro TV. Perumahan Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, dan lain-lain. Tau kan? Tau kan? Naah, gue bengong aja meratiin harga-harga rumah yang ditawarkan. Ada yang 2M, 3M, 1M, 900juta, 624 juta, 875 juta, dll. Naah
gue bisa ngambil kesimpulan yang paling murah di antara mereka adalah yang 624 juta. Di bawahnya ada tulisan, bisa dicicil dengan 16 juta per bulan. Gue lupa selama berapa tahun. Dalam hati, nanti gue bisa beli rumah buat anak dan istri gue gak yia? Harga dan cicilannya selangit. Apa gaji gue nanti bisa buat beli rumah? Ngeri abiss. Buat elo semua yang tinggal di rumah bagus, mobil tersedia kayak kacang goreng, pokoknya serba mewah, inget deh, itu semua bukan punya elo, itu punya bonyok elo. Itu semua bukan hasil kerja keras elo, itu hasil kerja bonyok elo. Jangan terlena, cuiy...
Hidup adalah perjuangan, semoga aja gue bisa membahagiakan keluarga gue, anak, dan istri gue kelak...
Post kali ini emang campur aduk, biarin deh, yang penting gue ungkapin semua yang ada di dalem pikiran gue...
See ya later, cuiy...
:D
Gue kembali dengan materi blog yang lumayan abstrak! Setelah bertapa di kota yang bernama Bandung, gue mau nulis beberapa hal yang udah gue alami. Sesuai sama judulnya, gado-gado, campur aduk aja. Let's start, beibeh...
1. Pindah Kos
Dulu gue ngekos di daerah Kanayakan, di Komplek Dosen ITB, tapi sekarang gue pindah ke daerah Tubagus Ismail! Biasa laah, mencari tempat yang lebih baik. I feel totally better in my new place. What a nice. Gue meninggalkan Fachry alias Ai yang sekarang masih ngekos di Kanayakan. Sori, sob. Sekarang gue sekosan sama temen satu kelas gue yang namanya Prabu. Let's talk about him. Hmm, he's a basketball player and he's damn BIG! Beratnya dua kali berat gue! Berat gue 45 kg, yaa elo itung sendiri laah berat dia berapa. Nih gambaran umumnya:
Ada gorila naek cangcorang!

Sampai SMP dia tinggal di Batam. Terus dia ngelanjutin sekolah di IC (Insan Cendikia) Serpong. Anak-anak IC tuh udah kebiasaan asrama alias jauh dari orang tua dan apa-apa kudu sendiri. Yaa jadi gue cukup memahami perilaku anak asrama. Nice nice. Oia, dia ngeluarin Teori Asal Prabu! Menurut dia, dalam makan, ada 3 asal!
Asal Makan
Asal Kenyang
Asal Enak
Biasanya anak kos memegang teguh prinsip asal makan ato gak asal kenyang. Elo pahami sendiri aja artinya. Gak gitu penting juga, hahahaha. Si Prabu juga punya kebiasaan unik. Kalo makan roti pasti titik sudutnya dulu yang dicaplok. Walhasil rotinya bakal kebentuk jadi tanda tambah, kebayang kan? Emang aneh. Anak asrama anak asrama...
2. Lieke Arkha Eko Achi
Akhir-akhir ini gue jadi sering belajar bareng sama mereka. Ada eko, sang tutor kalkulus, fisika, dan kimia. Indeks tentang mata kuliah tersebut gak perlu diragukan. Ada Lieke, cewe yang pernah tinggal di Belanda dan sering gue ledek karena gaya bicaranya KAYAK orang ngeden pas boker. Ada Arkha yang kalo buat laporan pasti rapiiih abisss. Arkha mahir dengan software corel draw. Makanya laporan yang dia buat dihiasi dengan buah karya corel draw-nya. Ada Achi yang nama aslinya Asri. Dia baru aja ulang taon, semoga ditraktirr dah. Sayang gue gak ada poto-poto mereka, next time maybe...
3. Adit Yanot Azlan
The Dream Team strikes back!!! Gokil nih tiga orang!!! Mari mulai dengan BINGO. Yup, waktu itu Himpunan Mahasiswa Sipil mengadakan sebuah seminar. Banyak anak-anak FTSL yang ikut
Si Yanot juga bercita-cita mendirikan sebuah unit, UCG! Unit Capsa Ganesha! Kita emang sering maen capsa pas jam makan siang, makanya si Yanot jadi kepikiran. Adit malah berharap ada mata kuliah capsa. Dia yakin bisa dapet indeks A! Luar biasa! For your information, mereka bertiga (lagi) sekelompok buat ngerjai karya ilmiah. What a Dream Team!!!
4. Olahraga dan Praktikum Fisika
Semester dua ini FTSL dapet kuliah olahraga. We gotta run 6 laps which is 2,4 km! Untuk cowok, di bawah 14 menit baru dapet A. Untuk cewek , di bawah 16 menit baru dapet A. Lari 2,4 km itu melelahkan abiss! Bukan cuman fisik, mental juga kudu kuat. Capek deh. Tapi alhamdulillah untuk tes awal (gak diambil nilai) gue di bawah 14 menit, yaa semoga aja pas tes yang diambil nilai, waktu gue jadi lebih baik...
Tentang praktikum, kejadiannya pas gue dapet modul 07, resonansi gelombang bunyi, gue semangat abiss. Modulnya seru dan gak terlalu susah. Gue memukul garpu tala dengan pemukulnya di dekat dengan tabung kolom air. Gue mukul kenceng banget, tapi gue meleset, gak kena garputala tapi malah menghantam tabungnya. Pecah deh bagian atasnya. Tabungnya lumayan gede, jujur gue keringet dingin. Gue berusaha stay cool. Kata aspraknya, mungin kudu ganti sekitar 150 ribu. Seusai praktikum gue mau ngurus ini. Setelah diskusi sama bapak-bapak laboratorium, gue kudu ganti 200 ribu! Kata mereka emang mahal tabungnya. Gue cuman bisa gigit jari. Apess banget. Adohadoh...
5. Iklan
Suatu malam gue makan nasi goreng ati ampela bareng Prabu. Ada TV di sana. Muncullah sebuah iklan teh kemasan botol yang modelnya adalah Aura Kasih. Huanjeeeeeer!!! Gokil abis tuhh! Hottt, apalagi pas bagian akhirnya! Hee. First impression gue ke Aura Kasih gak gitu bagus. Apaan sih nih orang, nyanyi gak ada musikalitasnya, joget-joget gak jelas doang, gue gak suka. Tapi begitu liat iklan itu, beuuhhh...
Terus di lain waktu, gue ngeliat iklan di Metro TV yang ngebahas perumahan elite gitu. Yang pembawa acaranya Feni Rose itu looh. Kan sering di Metro TV. Perumahan Pantai Indah Kapuk, Kelapa Gading, dan lain-lain. Tau kan? Tau kan? Naah, gue bengong aja meratiin harga-harga rumah yang ditawarkan. Ada yang 2M, 3M, 1M, 900juta, 624 juta, 875 juta, dll. Naah
gue bisa ngambil kesimpulan yang paling murah di antara mereka adalah yang 624 juta. Di bawahnya ada tulisan, bisa dicicil dengan 16 juta per bulan. Gue lupa selama berapa tahun. Dalam hati, nanti gue bisa beli rumah buat anak dan istri gue gak yia? Harga dan cicilannya selangit. Apa gaji gue nanti bisa buat beli rumah? Ngeri abiss. Buat elo semua yang tinggal di rumah bagus, mobil tersedia kayak kacang goreng, pokoknya serba mewah, inget deh, itu semua bukan punya elo, itu punya bonyok elo. Itu semua bukan hasil kerja keras elo, itu hasil kerja bonyok elo. Jangan terlena, cuiy...
Hidup adalah perjuangan, semoga aja gue bisa membahagiakan keluarga gue, anak, dan istri gue kelak...
Post kali ini emang campur aduk, biarin deh, yang penting gue ungkapin semua yang ada di dalem pikiran gue...
See ya later, cuiy...
:D
Minggu, Desember 07, 2008
Meet my friends!!!
Akhirnya gue boker dengan metode seperti dulu. Loh kok gitu? Jadii, setelah semua sampah itu dikeluarkan, gue berdiri menghadap shower. Tangan gue dengan gemulai memutar keran shower. Setelah air mengucur keluar dari shower, gue memutar badan gue sebesar 180 derajat. Naah, abis itu gue menggunakan tangan kiri gue untuk CEBOK! Hahaha. Jadi gak perlu capek-capek ngambil aer pake gayung kalo mau cebok! Hi-Tec banget kan gue?!! (WTF?)
Baiklah, kalimat-kalimat gue di atas ekivalen dengan "Gue pulang ke rumah!" Yoyoyo, asoy, geboy, in the hoyy. Gue lagi di Jakarta. Hanya di rumah gue, adab boker gue seperti itu. Tapi tenang, gue gak akan bercerita tentang dunia perbokeran dalam blog ini. Udah lama gak goblog saat ngeblog, soooo... Let's ROCK this blog, mamen!!!
Sesuai sama judulnya, meet my friends, yang artinya gue bakal menceritakan temen-temen gue di FTSL. They're nuts! Tuuh, dah gue kasih tau dari awal biar elo smua yang pada baca nih blog gak tepar karena jantungan! Mari kita lihat profil para tersangka ini!
Nama Lengkap: Aditya Ramadhan
Panggilan : Adit
Asal SMA : SMAN 3 Bandung
Kadar Homo : 80%
Ini manusia berbakat jadi tour guide kota Bandung. Gila, dia apal seluk beluk kota Bandung yang terkenal dengan bikin orang nyasar dan kesasar. Waktu itu gue minta ditunjukkin jalan ke Hotel Horizon buat ketemu sama dokter gigi gue. Adit dengan gamblang menunjukkan jalannya lewat sebuah peta yang ia tulis. Mantab. Selain itu, dia juga jago abis maen futsal. Berkat dia, tim FTSL kelas gue menang FTSL-Cup dengan skor 7-2. Adit nyetak 6 gol! It's a double Hat-Trick! Gokil abiz! Kadar homo dia lumayan tinggi, dia sering duduk di belakang gue dan dia sering niup-niup leher gue (ini beneran)! Gue ampe kegelian gitu! Terus kedipan matanya ke gue bikin gue merinding. Brrrr.
"Aku mencintainya bukan karena dia cantik, tetapi dia cantik karena aku mencintainya", itu kata-kata yang ada di bindernya! Buat yang berminat, mohon maaf, cewenya anak Psikologi Unpad. Dan gue adalah selingkuhan Adit! Maap, cewenya Adit... Hahaha!
Bujang asal Kalimantan ini sungguh merana. Dia gak bisa pulang sesuka hati kayak temen-temen yang asalnya dari Jakarta. Secaraaa rumahnya nun jauh di Kalimantan dan kalo pulang memakan biaya yang gak sedikit. Fufufu. Belum sampai di situ penderitaannya, ternyata kosan dia tidak aman. Sepatunya dicuri! Beserta kaos kaki kesayangannya! Makanya dia sering bawa leptop ke kampus biar lebih aman. Dede pengennya masuk Teknik Lingkungan! Ayo semangat, bung!
Nama Lengkap : Yanottama Wirawan
Panggilan : Yanot
Asal SMA : SMA Labschool Rawamangun
Kadar Homo : 95%
Lelaki ini sangat dahsyat. Biasa dipanggil Bang Ganteng. Dia adalah bahan celaan gue dan temen-temen gue. Nasibnya tidak keruan. Kalo nyengir bikin para cewek ilfil lalu kabur. Hahaha. Becanda, Not. Kadar homonya sangat tinggi dan mendekati batas homo tulen. Mungkin hal ini disebabkan oleh seringnya kami bersama. Yo, gue sering ke kosan dia buat numpang ngenet. Secara ada wi-fi gituu. Lumayan laah, gratisan. Heee.
Suatu ketika setelah rame-rame makan siang di Nyawang, kita semua solat di Mesjid Salman. Abis salam dan doa sebentar, Yanot ngerogoh rogoh kantongnya, dia ngecek berapa jumlah duit yang ada di kantongnya. No, duitnya gak ada yang ilang. Dia nanya ke gue, "Gan, tadi gue udah bayar belom yiak? Kayaknya duit gue masih utuh deh". Yo, itu laah salah satu keodongan dia. Besoknya baru deh tuh anak bayar utangnya. Yanot Yanot (ngelus dada)...
Nama Lengkap : Essantio Denira
Panggilan : Essa
Asal SMA : SMAN 81 Jakarta
Kadar Homo : 20%
Ini bocah brojol tahun 1992! Gokil bgd! Seharusnya dia masih kelas 2 SMA, tapi karena masuk SD duluan dan aksel pas SMA, itu laah hasilnya. Ckckck. Si Essa ini nampaknya multi-talented. Maen basket hebat, maen futsal jago, maen piano manteb, maen tenis asoy, maen gundu? Gak tau deh. Hehe. Parah bet. Tapi di balik kejagoannya itu semua, masih ada hal yang menjadi misteri. Awal-awal kuliah dia masuk terus deh, tapi belakangan ini dia SERING absen. Entah penyakitan, entah males, masih dipertanyakan. Kalopun masuk cuman kuliah yang siang doang. Contoh: kuliah fisika dan kalkulus di pagi hari ampe jam 11 dia gak masuk, tapi begitu jam 1 siang kuliah KPIP dia malah nongol. Memang abstrak. Hooo...
Nama Lengkap : Kautsar Azlansah Koento
Panggilan : Azlan
Asal SMA : Al Izhar
Kadar Homo : 90%
Konon kosan dia sangat pewe alias nyaman. Yanot pernah ke kosannya Azlan lalu bercerita ke gue. Azlan kocak banget dah tingkah lakunya! Santai abis nih anak. Susah ngejelasin kekocakannya lewat kata-kata, kudu liat langsung. Sumpe deh. Suatu saat selama beberapa hari, gue sering manggil dia Koento (Kunto). Abis kuliah, pada jalan bareng keluar, ngobrol-ngobrol gitu, si Adit nanya, Koento nama apaan? Kata si Azlan, itu nama keluarga, nama bokap gue. Dalam hati gue: (mampus laah gue). Bisa digampar bolak-balik manggil gitu terus, apalagi kalo ada bapaknya beneran. Hueee. Hombreng juga ini anak. Suka kedip-kedip mata dan ngejilat bibir dari kiri ampe kanan begitu gue ngeliat dia. Lebih menggoda daripada si Adit. Hahahaha...

Nama Lengkap : M Yuriansyah Putra
Panggilan : Yuri
Asal SMA : Insan Cendikia Al Kausar
Kadar Homo : 85%
Temen gue yang satu ini sangat fenomenal. Dia sekolah di Insan Cendikia yang artinya sejauh mata memandang adalah laki-laki! Batangan semua! Hahaha. Terusss, dia masuk ITB lewat jalur KN (Kemitraan Nusantara), kayak dibina dulu gitu sama ITB. Selama proses pembinaan, dia baru mengenal wanita. Dia jajaki wanita yang menarik menurutnya. Jeng jeng jeng, DORR! Akhirnya mereka jadian dehh. Ruarrr biasa!! Cewenya juga anak FTSL, tapi laen kelas. Untungnya, ntar gak bisa konsen! Lagi, tampang memang menipu, ternyata Yuri adalah mantan KETUA ROHIS di SMA. Ckckck. Gimana gak fenomenal?! Yuri juga termasuk homo, dia suka membalas 'gigitan' jarak jauh gue. Terus dia sok sok an jijik gitu, padahal enjoy tuuh. (Yyyyaiks). Ckakakak...
Nama Lengkap : Nur Al Amien
Panggilan : Amin
Asal SMA : SMA di Kediri
Kadar Homo : 0%
Akhirnya ketemu dengan yang normal juga. Tenang aja, gue bisa garansi kalo dia gak homo. Haha. Jangan samakan Arek Kediri ini dengan Al-Amin Nur Nasution yang sukanya korupsi dan maen cewe. Beda banget laah. Amin ini ibadahnya tokcerr! Mantabs! Abis kuliah jam 11 dia langsung ke Salman, solat sunah terus baca Qur'an ampe Dzuhur. Beda laah sama Yuri yang katanya pernah jadi ketua rohis. Hahaha. Selain itu, daya analisisnya tinggi. Deret tingkat dua yang gampangnya pake rumus jadi, sama Amin dikerjain pake notasi Sigma, dan hasilnya sama. Ckckck. Subhanallah. Pas ada tugas PTI, gue sama Yuri bingung gimana ngerjainnya, tapi berkat Amin kita dapet pencerahan. Tokcer laah nih bocah...
Diobral-diobral, yang berminat hubungi gue. Hueee, becanda. Hihi. Itu laah beberapa temen gue. Glad to have them. Yang penting, mereka gak muna dan gak sombong, apa adanya! Sebagai catatan tambahan: semua yang berhubungan dengan kehomoan are just for laughs! We are STRAIGHT!
Yongkru,
We are FTSL
We do Build
We do Care
Baiklah, kalimat-kalimat gue di atas ekivalen dengan "Gue pulang ke rumah!" Yoyoyo, asoy, geboy, in the hoyy. Gue lagi di Jakarta. Hanya di rumah gue, adab boker gue seperti itu. Tapi tenang, gue gak akan bercerita tentang dunia perbokeran dalam blog ini. Udah lama gak goblog saat ngeblog, soooo... Let's ROCK this blog, mamen!!!
Sesuai sama judulnya, meet my friends, yang artinya gue bakal menceritakan temen-temen gue di FTSL. They're nuts! Tuuh, dah gue kasih tau dari awal biar elo smua yang pada baca nih blog gak tepar karena jantungan! Mari kita lihat profil para tersangka ini!
Panggilan : Adit
Asal SMA : SMAN 3 Bandung
Kadar Homo : 80%
Ini manusia berbakat jadi tour guide kota Bandung. Gila, dia apal seluk beluk kota Bandung yang terkenal dengan bikin orang nyasar dan kesasar. Waktu itu gue minta ditunjukkin jalan ke Hotel Horizon buat ketemu sama dokter gigi gue. Adit dengan gamblang menunjukkan jalannya lewat sebuah peta yang ia tulis. Mantab. Selain itu, dia juga jago abis maen futsal. Berkat dia, tim FTSL kelas gue menang FTSL-Cup dengan skor 7-2. Adit nyetak 6 gol! It's a double Hat-Trick! Gokil abiz! Kadar homo dia lumayan tinggi, dia sering duduk di belakang gue dan dia sering niup-niup leher gue (ini beneran)! Gue ampe kegelian gitu! Terus kedipan matanya ke gue bikin gue merinding. Brrrr.
"Aku mencintainya bukan karena dia cantik, tetapi dia cantik karena aku mencintainya", itu kata-kata yang ada di bindernya! Buat yang berminat, mohon maaf, cewenya anak Psikologi Unpad. Dan gue adalah selingkuhan Adit! Maap, cewenya Adit... Hahaha!
Bujang asal Kalimantan ini sungguh merana. Dia gak bisa pulang sesuka hati kayak temen-temen yang asalnya dari Jakarta. Secaraaa rumahnya nun jauh di Kalimantan dan kalo pulang memakan biaya yang gak sedikit. Fufufu. Belum sampai di situ penderitaannya, ternyata kosan dia tidak aman. Sepatunya dicuri! Beserta kaos kaki kesayangannya! Makanya dia sering bawa leptop ke kampus biar lebih aman. Dede pengennya masuk Teknik Lingkungan! Ayo semangat, bung!
Nama Lengkap : Yanottama WirawanPanggilan : Yanot
Asal SMA : SMA Labschool Rawamangun
Kadar Homo : 95%
Lelaki ini sangat dahsyat. Biasa dipanggil Bang Ganteng. Dia adalah bahan celaan gue dan temen-temen gue. Nasibnya tidak keruan. Kalo nyengir bikin para cewek ilfil lalu kabur. Hahaha. Becanda, Not. Kadar homonya sangat tinggi dan mendekati batas homo tulen. Mungkin hal ini disebabkan oleh seringnya kami bersama. Yo, gue sering ke kosan dia buat numpang ngenet. Secara ada wi-fi gituu. Lumayan laah, gratisan. Heee.
Suatu ketika setelah rame-rame makan siang di Nyawang, kita semua solat di Mesjid Salman. Abis salam dan doa sebentar, Yanot ngerogoh rogoh kantongnya, dia ngecek berapa jumlah duit yang ada di kantongnya. No, duitnya gak ada yang ilang. Dia nanya ke gue, "Gan, tadi gue udah bayar belom yiak? Kayaknya duit gue masih utuh deh". Yo, itu laah salah satu keodongan dia. Besoknya baru deh tuh anak bayar utangnya. Yanot Yanot (ngelus dada)...
Nama Lengkap : Essantio DeniraPanggilan : Essa
Asal SMA : SMAN 81 Jakarta
Kadar Homo : 20%
Ini bocah brojol tahun 1992! Gokil bgd! Seharusnya dia masih kelas 2 SMA, tapi karena masuk SD duluan dan aksel pas SMA, itu laah hasilnya. Ckckck. Si Essa ini nampaknya multi-talented. Maen basket hebat, maen futsal jago, maen piano manteb, maen tenis asoy, maen gundu? Gak tau deh. Hehe. Parah bet. Tapi di balik kejagoannya itu semua, masih ada hal yang menjadi misteri. Awal-awal kuliah dia masuk terus deh, tapi belakangan ini dia SERING absen. Entah penyakitan, entah males, masih dipertanyakan. Kalopun masuk cuman kuliah yang siang doang. Contoh: kuliah fisika dan kalkulus di pagi hari ampe jam 11 dia gak masuk, tapi begitu jam 1 siang kuliah KPIP dia malah nongol. Memang abstrak. Hooo...
Nama Lengkap : Kautsar Azlansah KoentoPanggilan : Azlan
Asal SMA : Al Izhar
Kadar Homo : 90%
Konon kosan dia sangat pewe alias nyaman. Yanot pernah ke kosannya Azlan lalu bercerita ke gue. Azlan kocak banget dah tingkah lakunya! Santai abis nih anak. Susah ngejelasin kekocakannya lewat kata-kata, kudu liat langsung. Sumpe deh. Suatu saat selama beberapa hari, gue sering manggil dia Koento (Kunto). Abis kuliah, pada jalan bareng keluar, ngobrol-ngobrol gitu, si Adit nanya, Koento nama apaan? Kata si Azlan, itu nama keluarga, nama bokap gue. Dalam hati gue: (mampus laah gue). Bisa digampar bolak-balik manggil gitu terus, apalagi kalo ada bapaknya beneran. Hueee. Hombreng juga ini anak. Suka kedip-kedip mata dan ngejilat bibir dari kiri ampe kanan begitu gue ngeliat dia. Lebih menggoda daripada si Adit. Hahahaha...

Nama Lengkap : M Yuriansyah Putra
Panggilan : Yuri
Asal SMA : Insan Cendikia Al Kausar
Kadar Homo : 85%
Temen gue yang satu ini sangat fenomenal. Dia sekolah di Insan Cendikia yang artinya sejauh mata memandang adalah laki-laki! Batangan semua! Hahaha. Terusss, dia masuk ITB lewat jalur KN (Kemitraan Nusantara), kayak dibina dulu gitu sama ITB. Selama proses pembinaan, dia baru mengenal wanita. Dia jajaki wanita yang menarik menurutnya. Jeng jeng jeng, DORR! Akhirnya mereka jadian dehh. Ruarrr biasa!! Cewenya juga anak FTSL, tapi laen kelas. Untungnya, ntar gak bisa konsen! Lagi, tampang memang menipu, ternyata Yuri adalah mantan KETUA ROHIS di SMA. Ckckck. Gimana gak fenomenal?! Yuri juga termasuk homo, dia suka membalas 'gigitan' jarak jauh gue. Terus dia sok sok an jijik gitu, padahal enjoy tuuh. (Yyyyaiks). Ckakakak...
Nama Lengkap : Nur Al AmienPanggilan : Amin
Asal SMA : SMA di Kediri
Kadar Homo : 0%
Akhirnya ketemu dengan yang normal juga. Tenang aja, gue bisa garansi kalo dia gak homo. Haha. Jangan samakan Arek Kediri ini dengan Al-Amin Nur Nasution yang sukanya korupsi dan maen cewe. Beda banget laah. Amin ini ibadahnya tokcerr! Mantabs! Abis kuliah jam 11 dia langsung ke Salman, solat sunah terus baca Qur'an ampe Dzuhur. Beda laah sama Yuri yang katanya pernah jadi ketua rohis. Hahaha. Selain itu, daya analisisnya tinggi. Deret tingkat dua yang gampangnya pake rumus jadi, sama Amin dikerjain pake notasi Sigma, dan hasilnya sama. Ckckck. Subhanallah. Pas ada tugas PTI, gue sama Yuri bingung gimana ngerjainnya, tapi berkat Amin kita dapet pencerahan. Tokcer laah nih bocah...
Diobral-diobral, yang berminat hubungi gue. Hueee, becanda. Hihi. Itu laah beberapa temen gue. Glad to have them. Yang penting, mereka gak muna dan gak sombong, apa adanya! Sebagai catatan tambahan: semua yang berhubungan dengan kehomoan are just for laughs! We are STRAIGHT!
Yongkru,
We are FTSL
We do Build
We do Care
Langganan:
Postingan (Atom)

