Ya ampun, kedua orang tua gue udah punya accountfacebook. Mungkin karena di rumah gue udah dipasang wi-fi kali yia, jadinya pada punya account. Mereka bedua yang nge-add gue, berbarengan pula. 2 friend requests, pas gue buka malah nongol nama dan foto nyokap dan bokap gue secara urut. Karena gue gak mau durhaka, yaa gue approve aja, hee...
Berikut adalah hal absurd yang terjadi antara ayah dan anak... (silakan klik gambar biar lebih jelas)
Bokap gue lulusan kehutanan IPB, fotonya lagi gaya gitu sama kayu...
Gue ngewall yang isinya: "fotonya gaya euy... :p" Bukannya ngebales di wall gue, bokap gue malah ngebales di STATUSNYA sendiri, ckckckck. Balesannya juga gak kalah abstrak: "iya dhong nggantheng kayak anaknye" Ngakak abis gue di kosan!
Gue bales lagi: "CKAKAKAKAKAK! bales wall di status. luar biasa bapakku ini. hahahaha!" Bokap gue ngebales di statusnya LAGI: "ruar biasa gaulnya? ckkak kakk" Ckakakan gue dibales! zzzzzzzzzzzz krik krik krik
Dan ini adalah nyokap gue, aksinya belum dilancarkan ke gue, hee...
My previous posting is a desperate posting, we had a miscommunication... Yeah, you're not for me, not for now... But I'm extremely better now!
Now let's have some madness in this posting!
Jadi begini, saya punya laptop baruuu! Heaven yeah! Setelah tanya sana-sini-sono akhirnya gue memutuskan membeli ASUS. Akhirnya gue membeli ASUS dengan tipe F8Vr di Orion, deket Harco gitu deh. Asiiik, gue sayang banget dengan barang yang gue mau. Makanya laptop ini bakal gue jaga dengan sepenuh hati, layaknya Sasya, Satria-ku...
Selanjutnya, kosan saya baru pasang internet looh! Yes yes yes! Setelah sekian lama menjadi wacana, akhirnya terwujud juga. Internet kosan gue pake Speedy. Ada internet berarti nambah biaya kosan, yoi, nambah 75rebu per bulannya...
Adanya laptop dan internet membuat gue semakin autis. Karena laptop gue ada kameranya, gak tau kenapa yang pertama kali gue lakukan saat menyalakan laptop pertama kali di rumah adalah foto-foto! Berikut adalah kecacatan gue. Hahahaha...
Suatu saat gue ngenet di kosan, ym gue online, ada temen gue si Yanot. Gue inget banget dulu pernah nge-add dia dan diza di Skype. Kita berdua belom pernah berinteraksi lewat Skype. Makanya gue ajak dia. Sebelum Skype, kita webcam-an pake ym dulu dan berhasil. Horeee! Selanjutnya Skype, sekalian dengerin suara...
Webcam pake Skype berhasil! Horeeeee! Tapi suara belom! Suara gue bisa kedengeran di Yanot, tapi Yanot kagak bisa ngedenger suara gue. Gue utak-utik ini apaaaa masalahnya. Sekitar 10 menit kemudian, ternyata masalahnya adalah kabel headset si Yanot gak kecolok, semprul. Tapi akhirnya bisaaaaaaa Skype-an! Yeaaaaaaaaaah! Ini dokumentasinya (print-screen)...
Si Yanot ngajakin ciuman virtual, yaudah gue sambut! Cacat! Gue pengen nekenin, gue gak homoooo, gak tau si Yanot, hee... Add skype gue! gandrie.ramadhan
Pada dasarnya, wanita membutuhkan seorang pria sebagai tempat bersandar. Pada dasarnya, pria membutuhkan seorang wanita sebagai tempat mencurahkan kasih sayang.
Truth be told, I'm in love (again) but the situation it's complicated to me. I hate pushing someone to like or love me. Whether SHE read this or not, bahasa bau kencurnya, yeah, gue suka sama elo!
Love is not just about sex. It's about trust and care.
Senyum. Hal yang paling mudah dilakukan, ibadah pula. Nice, right? Menurut Kompas, ada beberapa alasan mengapa ELO kudu tersenyum...
1. Tersenyum membuat ELO lebih menarik 2. Tersenyum memberikan dampak positif bagi ELO sendiri 3. Tersenyum dapat membuat suasana hati ELO lebih adem 4. Tersenyum membuat ELO terlihat lebih muda 5. Tersenyum memberikan dampak positif bagi orang lain
See? Udah gratis, banyak manfaatnya pula! Ada temen gue yang mukanya tuuh gak ada sombong-sombongnya, murah senyum, jadi enak aja ngeliatnya. Itu yang membuat gue respect sama dia... Tapi ada juga temen gue yang mukanya tuuh sombong abis, boro-boro senyum, nyengir aja susah. Itu yang membuat gue males kalo deket dia, auranya panas gimanaaa gitu...
Kata Bang Ucup, Presiden KM ITB 2009/2010, Mari Kita Buat Indonesia Tersenyum! Kata Dita, temen gue, smile, though your heart is aching!
Jadi, ayo tersenyum! *Tau sikon juga laah, jangan kebanyakan aja, nanti disangka gila, hee...
Menurut gue, berikut adalah perbedaan mendasar antara generasi dahulu dan generasi anak muda sekarang... These are just my thoughts...
1. Informasi Dahulu : Orang-orang kudu mencari informasi secara manual. Perpustakaan dan buku teks masih digandrungi. Sekarang: Internet. All you have to do is type the keywords then all the information you want is available instantly.
2. Makanan Dahulu : Kualitas makanan masih alami, gak ada campur tangan bahan-bahan kimia. Sekarang: Kebanyakan serba instan, mulai dari mi instan sampai bubur instan. Bahan-bahan kimia bertebaran di setiap makanan. Ada paradigma: Makan ayam, flu burung! Makan daging sapi, antrax! Makan daging babi, flu babi (lagian haram juga, bodoh)! Makan ikan, minamata! Makan buah dan sayuran, pestisida! Makan tahu tempe, formalin! Minum susu, melanin! Susah nyari makanan yang alami hari gini, kita kudu jeli.
3. Transportasi Dahulu : Boro-boro kendaraan pribadi macem mobil dan sepeda motor, kendaraan umum juga masih jaraaaang banget. Yup, mau gak mau kudu jalan kaki. Paling banter genjot sepeda. Coba deh tanya bonyok atau kakek-nenek elo, mungkin mereka menempuh beberapa kilometer jalan kaki tiap harinya untuk ke sekolah dan kegiatan lainnya. Sekarang: Hampir setiap pemuda punya at least sepeda motor. Bagi mereka yang bonyoknya tajir, mereka mendapatkan mobil pribadi. Ke mana-mana tinggal tarik gas! Hahahaha...
4. Kualitas Lingkungan Dahulu : Sebenarnya masih ada hubungannya dengan populasi kendaraan bermotor. Dulu udara dan lingkungan masih bersih, masih bisa tarik nafas panjang di tengah jalan. Sekarang: Tarik nafas panjang di tengah jalan = bodoh. Berbagai macam jenis polusi sudah menyebar luas hingga sudut-sudut kota.
5. Bermain dan Mainan Dahulu : Bermain biasanya ramai-ramai. Anak-anak satu kampung pada ikutan maen kali. Biasanya permainannya bersifat fisik kayak 'tak jongkok', galasin, 'tak benteng', 'tak umpet', batu tujuh, bola, dll. Karena keterbatasan alat permainan, mau gak mau kudu kreatif. Bikin apaan kek sendiri, kayak ketapel, gasing, dsb. Sekarang: Di rumah, sendiri, duduk, nyalain PS, maen ampe berjam-jam. Paling banter juga maen berdua. Kalau jalan-jalan tinggal bawa yang portable. Hahaha...
6. Komunikasi Dahulu : Surat-menyurat adalah wahana yang digemari. Belom ada henpon, pager juga masih jaraaang banget. Mau gak mau kudu sabar menanti balasannya. Gue gak kebayang -__-'. Karena komunikasi yang terbatas, gue yakin hubungan asmara alias percintaan butuh pengorbanan yang luar biasa besar. Coba aja tanya bonyok atau kakek-nenek elo gimana mereka ketemu, jadian, pacaran, dan nikah. Pasti seru deh. :) Sekarang: Ada teknologi pencet yang namanya SMS. Dalam hitungan detik pesan sudah tersampaikan. Dalam hitungan detik pula kita dapat menerima balasannya. Kalo udah ngebet pengen ngobrol langsung, tinggal telepon aja. Nelpon mahal? Chat aja di internet, hee...
Menurut gue, dulu semuanya serba terbatas sehingga daya kreatifitas terasah dengan baik... Bener juga kata temen gue, Ai, kalo manusia udah kepepet biasanya dia mengerahkan segala kemampuannya... Semoga kita sebagai generasi penerus tetap sehat, kreatif, gak ansos, dan bijak menggunakan teknologi...
1. QR Code Koran Kompas hari Senin, 15 Juni 2009 menambah wawasan gue tentang perkembangan teknologi. Pada halaman pertama bagian bawah ada sebuah pemberitahuan tentang koran multimedia pertama di Indonesia. Mulai sekarang, konten multimedia Kompas seperti teks, infografis, foto, dan video dapat dinikmati melalui teknologi QR code (Quick Response code).
QR code merupakan bar code generasi kedua yang dikembangkan oleh Denso Wave pada tahun 1994. Bar code hanya memuat data pada sisi horizontal, sedangkan QR code memuat data baik pada sisi horizontal maupun vertikal. Awalnya QR Code digunakan untuk mendata suku cadang kendaraan dalam manufaktur kendaraan bermotor, tetapi sekarang sudah digunakan pada surat kabar, kartu nama, majalah, dan iklan di billboard.
Di Jepang, QR code sudah populer, hampir semua jenis ponsel sudah bisa 'membaca' QR code. Di Eropa, QR code sudah mulai digunakan, tetapi di Indonesia masih belum populer. QR code berfungsi sebagai 'jembatan' penghubung cepat antara konten offline dan konten online. QR code tuh kayak hyperlink fisik yang dapat menyimpan alamat web (URL), nomor telepon, teks, serta SMS. (Sumber: Kompas)
Nih fotonya: Setelah gue baca, gue tertarik dong buat nyoba. Kata Kompas, ponsel Nokia seri N udah ada aplikasi buat baca QR code. Soklah gue pinjem N78 kakak gue. Gue cari-cari ternyata gak ada (atau gue yang bodoh?). Langsung deh gue unduh aplikasinya di http://dakode.mobi. Ada beberapa aplikasi pembaca QR code, gue gak ngerti yang mana, gue pilih aja yang paling atas, nama aplikasinya BeeTagg. Setelah gue unduh, gue buka aplikasinya dan mode kamera langsung terbuka di henpon kakak gue. Sekarang gue tinggal menyodorkan kamera ponsel ke QR code yang ada.
Jeng Jeng Jeng
Wah, langsung nongol tulisan 'Go to web?' beserta URL-nya. Gue pejet 'Yes' dan langsung menuju konten Kompas pada hari itu. Tinggal pilih berita deh di sana. Hmmm, yaa lumayan laah nambah wawasan, hee... You should try it...
2. The Breast of Saya The Breast of Saya adalah versi Inggris dari mata kuliah TTKI (Tata Tulis Karya Ilmiah). The Breast of Saya adalah karangan Prabu, temen kosan gue. Asal-usulnya:
TTKI --> TeTeK aI --> The Breast of Saya
Yeah, whatever is that. Yang mau gue bicarakan adalah nilai yang tidak sesuai harapan. Emang kenapa? Karena dari awal, si dosen a.k.a Bapak Wawan Jatnika telah menunjukkan perilaku yang easy going, humoris, dan asik. Gue dan temen-temen gue jadi mikir kalau dosen ini maha baik dalam ngasih nilai. Gue mikir nantinya banyak indeks 'A' bertaburan di kelas gue tetapi ampe sekarang hanya dikit banget yg dapet 'A'. Here's the case, I expected 'A' but I got 'AB'. Aaaargh. Tapi yasudahlaah, syukuri saja...
Oia, berikut adalah perjuangan gue, Prabu, dan Tito dalam mengerjakan makalah TTKI. Yup, makalah kita seputar angkot di Bandung, jadi kita mewawancarai beberapa supir angkot di daerah Simpang Dago... Terima kasih buat Raisha (ceweknya Tito) yang udah mau motoin.
Lama gak nge-post nih. Maklum aja, minggu-minggu kemaren adalah badai UTS/UAS. Belom lagi tugas yang bejibun gak keruan, mulai dari RBL Fisika (bikin meriam magnet), makalah SAS (Sistem Alam dan Semesta), makalah TTKI (Tata Tulis Karya Ilmiah), dan tugas PRI (Pengantar Rekayasa Infrastruktur). Kalo ditotal, udah 3 makalah alias karya ilmiah yang dibikin semester ini. Memang melelahkan buanget, tapi ambil hikmahnya aja: lebih deket sama temen-temen. (sok bijak). Tapi sekarang gue udah free! Asik asik!
Posting kali ini gue bakal membahas tentang angkatan. Tapi sebelumnya gue pengen memberikan jawaban dari pertanyaan posting gue sebelumnya tentang rambut. My hair is fine, terbukti dengan respon positif dari temen-temen gue yang cewek (gak nanya ke para cowok karena gue tau bakal percuma, hee). Yo, gue nanya-nanya ke mereka dan mereka jawab kalo gue tampak lebih baik dengan rambut yang rapi daripada rambut gue yang gondrong awut-awutan gak keruan. Haha! Tapi sekarang udah mulai gondrong lagi. -___-'
Forget about my hair...
Gue pengen ngomong tentang ke-solid-an masa SMA, angkatan 2008 tentunya. Selama gue kuliah, gue udah ngeliat buanyak orang dari penjuru daerah dan berbagai SMA yang sekarang ada di bawah bendera ITB. Jujur aja, gue ngerasa kalau 78 (SMA gue) 2008 tidaklah sesolid 2008 SMA lain. Gue bicara secara keseluruhan, bung. Kalau menurut gue, ya memang 78 2008 terpecah menjadi gank-gank gitu (no offense, semua). Oke laah tiap individu pasti punya "orang-orang" tersendirinya. Tapi bukan berarti kita sebagai 78 2008 jadi gak kompak. Kenapa gue ngomong gini? Jujur, gue ngiri ngeliat temen-temen gue, begitu kuatnya persaudaraan mereka sesama satu SMA, sesama 3 tahun bersama. Mereka tunjukkan itu di ITB. Mengiris hati, euy. Langsung aja gue sebut merek!
SMA Taruna Nusantara yang begitu kuat persaudaraannya, Ikastara! SMA 8 Jakarta yang menurut gue cukup kompak! MAN Insan Cendikia Serpong yang menurut gue luar biasa, salut! SMA Labschool Rawamangun dengan "Impavido" mereka! SMA 3 Bandung dengan jaket cokelat "Nolapan" mereka!
SMA 78 Jakarta?
Walaupun menurut gue seperti itu, gue tetap bersyukur pernah sekolah di 78. Banyak hal yang gue pelajari di sana. Gue cuman membeberkan isi hati gue. Komen, kritik, dan saran silakan aja yiak! :D