Senin, Januari 18, 2010

Kata Mama Papa

Kata Mama Papa
Kamu sekolah deh sana sampai sarjana. Berapapun biayanya papa bayarin, papa fasilitasin. Tapi maaf, keluarga ini gak mengenal warisan harta. Mama papa cuman bisa ngasih akhlak dan warisan pendidikan biar kamu pinter. Gak ada rumah buat kamu nanti, gak ada mobil mewah buat kamu nanti. Kalau kamu mau itu semua, usaha sendiri.

Kata Mama Papa
Nanti kamu jangan berhenti di S1 yia. Banyak beasiswa buat S2. Kalo kamu pinter nyarinya, pasti dapet. Kalo bisa di luar negeri.

Kata Mama Papa
Allah paling suka dengan orang yang sholat tepat waktu.

Kata Mama Papa
Siapapun wanita itu, ini adalah jalan hidup biar kamu belajar ngerti seorang perempuan . Kalau hubungan ini harus putus di tengah jalan, jangan terlalu sedih. Bukan berarti kita main-main dalam menjalani sebuah hubungan, kalau bisa dipertahankan sampai kamu nikah nanti. Inget ya, jangan pernah mempermainkan perasaan perempuan. Papa percaya kamu gak bakal macem-macem.

Kata Mama Papa
Hati-hati yia kalau keluar malam di Bandung. Kamu kan naek motor, ngeri kalau ada geng motor. Belajar yang rajin, makan yang banyak biar gendut.

Kata Mama Papa
Mama papa selalu doain Ita, Gandrie, Ica biar sukses dunia akhirat.

All I did was nodding when they said those.

Selasa, Januari 12, 2010

OO Raiser + GN Sword III

Anda Benar. Lagi-lagi saya memesan gundam via kaskus. Kali ini saya memesan HG 1/144 OO Raiser + GN Sword III. Yippie. Somehow gue seneng banget kalau beli gundam lewat kaskus. Lebih murah!

It's not a bull shit. Gue beralasan mengatakan lebih murah. Setelah gue cek di ITC, harga yang gue beli lebih murah 25 ribu rupiah. Andaikata gak ada ongkos kirim, akan lebih murah 40 ribu rupiah! Wow! Fantastis!

Selain itu, gue telah mendedikasikan diri gue untuk menabung lalu membeli sebuah barang yang bernama kompresor dan air brush. Kata si rejong sih harganya sekitar 1,3 juta. Harga yang gak murah untuk kalangan mahasiswa macem gue. Sampai pos ini diturunkan, baru 100 rebong yang gue kumpulkan. Gue gak bakal ngerakit gundam sebelum punya barang itu. Merakit yia, bukan membeli. Haha!

Gak banyak orang mengerti tentang gundam. Maksud gue, banyak orang berpendapat "yaelah, ngapain beli gundam mahal-mahal, setelah jadi cuman dipajang". Mameeeen, ini hobi. Ada perjuangan mengumpulkan duit untuk membelinya. Ada skill yang dipakai saat merakit dan 'menjelajah' gundam lebih lanjut. Makanya gue mau beli kompresor. You should respect that.

To me, gundam is art, whether you like my statement or not.

Haha, yasudah laah. Ini ada bukti kalau kaskus sudah menjangkit banyak orang. Go ahead, click the picture to see it clearer. Lagi-lagi Bang Topan mejeng di blog gue. Yes!

Jumat, Januari 01, 2010

Gus Dur

Gus Dur pernah bercerita tentang seorang istri pejabat yang diundang ke luar negeri. Pada sebuah jamuan makan malam, saat hidangan pembuka, seorang pelayan berdialog dengan istri pejabat tersebut.

Pelayan: Do you like salad, madame?
Istri Pejabat: Oh, sure. I like salat five time a day. (proudly)

"Gitu aja kok repot"
Gus Dur

Jumat, Desember 25, 2009

Maag, Keram Perut, Diurut!

Jumat sore, 18 September 2009, gue ditemani Ghazi, Faza, dan Azlan ke Kimia Farma Dago. Perut gue bermasalah. Ini bukan sakit perut biasa. Bukan. Soalnya gue udah minum norit dan tolak angin, dikirain diare, tapi Jumat pagi masih belom sembuh. Gue mengaku ke dokter kalau perut sebelah kiri gue sakit gak ilang-ilang. Gak ada mual dan muntah. Si dokter bilang kalo gue kena maag. Kenyataan pahit memang, tapi apa daya. Dikasih resep, langsung gue tebus di situ juga. A*JING obatnya 191 ribu! Itu obat termahal yang pernah gue beli selama gue hidup. Kampret. Selain itu gue beli mylanta kaplet, gue jadi tau kalau obat maag kudu dikunyah dulu. Rasanya enak juga. Ha-Ha.

Mahalnya obat tidak menjamin kesembuhan pasien. Itu pelajaran hidup yang gue dapet. Gue terpaksa menjalani UAS mekflu dan probstat dengan sakit perut ini. UAS perbaikan surveying juga. Pake acara susah pula tuh perbaikan. Kampret. Rumah, cuman itu yang ada di dalam pikiran gue selama nahan sakit di kosan sendiri. Setelah UAS surveying, jam 3 sore gue cabut ke Jakarta.

Di Jakarta, gue ke Harapan Kita. Tadinya mau ke bagian internis, tapi tutup karena cuti bersama. Walhasil gue ke bagian umum deh. Kata dokternya, ini bukan maag, ini keram perut. KERAM PERUT?! Apa lagi itu?! Yaah apapun itu gue dikasih obat berupa Calcium Sandoz. Tablet effervesen gitu. Setelah minum tuh calcium emang mendingan, tapi nanti sakit lagi.

Emak gue akhirnya mendatangkan tukang urut! Dengan hanya mengenakan CD (jangan dibayangin! Ha-Ha!), seluruh tubuh gue diurut, terutama perut gue. Kayaknya ada gas bandel yang nyantol terus di perut gue. Setelah diurut alhamdulillah gue membaik. Hingga post ini diturunkan, gue belum sembuh benar, tapi udah mendingan.

Semoga saya cepat sembuh. Amin.

Jumat, November 20, 2009

Satria 2008!







































Apa yang ada di pikiran elo saat pertama kali melihat kedua foto di atas? Jujur aja, boy. Kalo gue: anjiiiir, siapa tuh? culun banget! kampungan dah!

FYI, dia adalah ketua angkatan gue. KETUA ANGKATAN! Ketua angkatan Teknik Sipil ITB 2008. Namanya Taufan Satria Bijaksana, asalnya dari Purwakarta.

Benar, first impression gue ke dia emang jelek. Dulu gue sempet kaget, anjiiir kenapa ketua angkatan gue si Topan. Mau jadi apa Sipil 2008 nantiii?!

Semua itu salah. Impresi pertama gue salah. Dia adalah pemimpin yang baik dan peduli. Dia adalah seorang yang tahan banting. Jujur aja, gue sendiri gak yakin bisa mengemban title 'ketua angkatan'. Sumpah berat banget deh. Apalagi selama proses kaderisasi. Pengorbanan Topan udah to the maxx!

Tampang boleh kayak gitu, kumis boleh nanggung, tapi yang penting kontribusinya, boy!
Don't judge a book by its cover berlaku di dunia ini.
Ya, gue bangga ketua angkatan gue adalah Topan!
Hidup HMS ITB!
Ijo! Ijo! Ijo!

Minggu, Oktober 25, 2009

Berjuang sampai mampus

Minggu kemarin adalah minggu UTS. UTS tingkat dua di Sipil dihabiskan dalam waktu satu minggu. Berbeda dengan TPB yang tiap minggunya hanya satu buah UTS. Bukan hanya itu, UTS kali ini ada yang bersifat buka buku, tergantung dosen.

Minggu kemarin benar-benar minggu perjuangan. Saya banyak menghabiskan waktu di kontrakan Tarnus, kamar Faza tepatnya. Tempatnya tidak jauh dari kosan saya. Saya hanya perlu berjalan kaki kira-kira 2 menit untuk sampai sana. Saya, Faza, Ghazi, Azlan, dan Manu selalu belajar di sana. Belajar sampai tepar, sampai mampus.

Faza dengan spontanitasnya, Ghazi dengan intelektualitasnya, Azlan dengan keodongannya, dan Manu dengan kekritisannya. Ya, Ghazi selalu memberikan khotbah materi kuliah di sana dengan lugunya, hahaha. Memang, waktu kami tidak hanya diisi dengan belajar. Di kala penat kami ngobrol-ngobrol, menyingkir sejenak dari materi kuliah. Mulai dari ngobrolin cewe sampai ngobrolin kaderisasi Sipil yang kunjung belum mulai. Maklum laah cowooo.

Kami sering belajar hingga tengah malam, hingga pagi kami jumpai lagi, bahkan begadang. Senjata kami ada dua: "Ngedeng" (Kratingdaeng) dan kopi. Dua minuman itu yang membuat kami selalu terjaga. Atau sugesti saja? Hahahaha. Biarlah.

Apa hasil dari belajar sampai mampus ini? Kami merasa bisa dengan UTS tetapi tidak yakin! Itu yang kami rasakan. UTS yang benar-benar kami bisa dan yakin adalah surveying, hahaha. Yang lainnya entah bagaimana. Satu hal yang saya ingin tekankan, saya tidak merasa rugi dengan belajar bareng sampai mampus, banyak hal menarik yang terjadi.

Saya rasa cukup sampai di sini. Let Allah handle the rest. Berapapun nilai UTS kami nanti, kami akan tetap berjuang.

Berjuang sampai mampus.

Kamis, Oktober 15, 2009

Apakah saya sudah...

Apakah saya sudah dewasa secara perilaku?
Saya rasa belum.

Apakah saya sudah bisa mengambil keputusan dengan baik?
Saya rasa belum.

Apakah saya sudah bisa mengerti apa yang orang lain rasakan?
Saya rasa belum.

Benahi dirimu, Gan...
Benahi...