Kamis, September 09, 2010

Al-Fatihah

Ramadhan 1431 Hijriyah sudah berakhir. Malam ini adalah malam takbiran. Besok seluruh umat Muslim di Indonesia akan Sholat Ied. Banyak permintaan maaf digital zaman sekarang, entah itu facebook, twitter, atau sms. Ada sebuah tulisan menarik yang ditulis oleh temanku, Gini Arimbi dan Ghazi Binarandi. Silahkan membacanya di sini dan di sini. Kedua tulisan itu mengungkapkan perasaanku. Terima kasih, teman.

Akan tetapi aku tidak akan membahas itu. Entah mengapa aku ingin menulis tentang Al-Fatihah, surat pertama dalam Al-Qur'an. Dulu aku diminta menghapal arti Al-Fatihah oleh sang guru ngaji. Katanya, setidaknya hapal lah arti surat yang selalu diucapkan minimal 17 kali dalam sehari. Bukan bermaksud menggurui, aku mau berbagi isi dari Al-Fatihah.


1. Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

2. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam

3. Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

4. Pemilik hari pembalasan

5. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan

6. Tunjukilah kami jalan yang lurus

7. (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat


17 kali kita ucapkan dalam sehari. Yuk kita hapalkan artinya. Yuk kita resapi setiap maknanya. Semoga kita menjadi insan yang lebih baik. Amin.

Yuk kita saling mengingatkan dalam kebaikan.

Rabu, September 08, 2010

I am a Modeler

Posting kali ini akan mengisahkan kegiatan yang aku senang lakukan. Apa itu? Gundam Modeling. Sudah lama aku jatuh cinta dengan Gundam. Entah mengapa, merakitnya dan melihatnya berpose ada kesenangan tersendiri. Yaa namanya juga hobi. Sulit untuk dijelaskan.

Oke. Berbicara tentang merakit, dulu aku hanya melakukan snap-fit. Beli, rakit, dan pose. Sekarang aku mau maju ke tahap yang lebih pro. Airbrushing. Kata temanku, dengan meng-airbrush kita seolah-olah menghilangkan unsur plastik jadi si Gundam terlihat lebih nyata. Aku tidak akan memberikan tutorial di sini karena aku masih pemula. Hehe. Yang akan kuberikan di sini adalah beberapa gambaran kegiatanku di bidang ini.

Pertama, untuk memulai yang namanya airbrushing, Anda harus punya sebuah benda yang bernama (Mini) Air Compressor + Airbrush. Kira-kira bentuknya seperti ini:
Benda di atas aku beli seharga 800 ribu rupiah. Butuh kerja keras untuk menabung hingga mencapai uang sebesar itu. Aku membelinya di Lindeteves Trade Center. Mereknya MultiPro. Kalau mau lebih pro lagi, silahkan membeli merek Iwata dengan harga jutaan rupiah. Aku yang masih pemula cukup lah dengan yang ini.

Kedua, untuk naik dari tingkatan snap-fit, butuh peralatan ekstra dan cat tentunya.
Gambar di atas adalah thinner, putty/dempul, tamiya cement, dan cat primer kaleng.

Nah kalau yang ini adalah beberapa jenis cat. Cat sendiri dibedakan menjadi tiga tipe: lacquer, acrylic, dan enamel. Masing-masing punya karakteristik. Tidak boleh sembarangan, thinner-nya pun harus disesuaikan dengan jenis cat.

Ketiga, setelah siap dengan semua alat dan bahan, saatnya beraksi!
Sebelum cat yang berwarna, Gundam dicat dulu dengan cat dasar. Campur cat dengan thinner. Berapa rasionya? Di situ lah 'seni'-nya. Tidak ada rasio pasti sebenarnya. Feeling bermain di sini. Cat yang terlalu kental atau encer hasilnya tidak akan bagus bila digunakan. Butuh pengalaman untuk mengetahui apakah kadar cat dan thinner sudah pas. Namun kata temanku, kalau sudah sekental susu cair Indomilk berarti sudah bagus tuh. Mengapa Indomilk bukan Susu Bendera? Entahlah. Hehe.


Keempat, airbrushing!

Fungsi yang berlaku di sini (duileh) adalah tekanan kompresor dan jarak cat. Sebenarnya paling enak jika kita punya ruangan sendiri dan meja khusus jadi tidak perlu duduk di lantai seperti yang aku lakukan. Hehe. Kenapa aku pakai masker? Bau cat sangat tidak sedap dan bisa merusak organ pernafasan dalam jangka waktu yang lama. I love my lungs, dude.

Aku punya beberapa rekomendasi halaman di internet yang bisa kita gunakan sebagai acuan. Semacam tips dan trik. Plus aku tahu di mana sebaiknya membeli Gundam atau peralatannya. Silahkan hubungi aku jika berminat dan mari kita saling berbagi. Aku masih pemula di sini. Hehe.

Kira-kira seperti itulah gambaran dari hobiku. Ada kesenangan tersendiri saat melakukan hobimu kan? Don't judge me as if I were such a childish then.

In my humble opinion, Gundam is cool. But I'm not that Japan freak, oke? Haha.

Ini hobi gue.
Apa hobi lo?

Sabtu, September 04, 2010

Arcavatara

Arcavatara merupakan manifestasi Wisnu dalam imajinasi, yang digunakan oleh seseorang agar lebih mudah memujanya sebab pikirannya tidak mampu mencapai wujud Para, Vyuha, Vibhava, dan Antaryami dari Wisnu.

Suatu pagi di akhir bulan Juni. Kegiatan akademik sudah usai untuk semester itu. Indeks sudah terpapar di situs internal ITB. Oh damainya aku berada di Jakarta, tidak ada beban sama sekali. Tiba-tiba datang sebuah SMS.

Isinya, kurang lebih: "Gan, mau bantuin gue gak ngurusin stand OHU?"

SMS itu datang dari Hari Triwibowo, Sipil 2008, Unit Kesenian Minangkabau. Pikir, pikir, lalu dipikir. Bingung juga liburan 2 bulan akan kuhabiskan di mana, aku terima tawaran itu.

BAM!

Berangkatlah seorang Gandrie ke Bandung. Ibunda heran, kenapa masih libur tapi kok sudah ke Bandung? Sesampai di Bandung aku bertemu dengan panitia inti lainnya. Konsep OHU 2010 secara umum sudah ada dan saat itu sedang roadshow ke unit-unit. Oke, aku masuk ke zona baru yakni orang-orang baru dan kegiatan yang baru.

Tadinya aku adalah wakil bidang stand namun karena suatu dan lain hal, aku yang menangani divisi stand non-unit. Ternyata seru sekali menjalani kegiatan ini. Begitu banyak tantangannya. Terlebih lagi dengan adanya K3L yang membuat kami harus ekstra kerja keras terutama di bidang perizinan.

Stand di OHU tidak hanya untuk unit saja tapi juga ada non-unit. Aku senang sekali bisa berhubungan dengan banyak pihak di divisi ini. Ada KM, MWA, Motekar, TBI, NATC, D'Cinnamons, AIESEC, dan pihak lainnya. Tugasku di sini adalah melayani mereka yang ingin membuka stand. Di divisi ini aku juga dituntut menghasilkan uang. Alhamdulillah tercapai targetnya.

Aku senang.

Aku senang bisa bergabung dalam kepanitiaan ini. Aku bertemu dengan tim inti yang luar biasa. Seorang Gandrie yang tadinya tidak tahu apa-apa tentang OHU, dirangkul. Seorang Gandrie yang tidak pandai berargumen dalam sebuah diskusi, dirangkul. Seorang Gandrie yang tidak bisa melawak dan mencairkan suasana di depan umum, dirangkul. Oh terima kasih, teman-teman!

Suka, duka, bahkan cinta ada di dalam kepanitiaan ini.

Arcavatara!
Have a nice flight!
Super OHU 2010!
Sssooooohh!

Akhir kata, aku ingin mengutip pernyataan seorang Hari Triwibowo.
"Tujuan Bow ikut kepanitiaan ini sebenarnya buat nambah temen aja, Gan. Kalo nambah skill organisasi mah alasan klasik, itu bonus aja kali. Bow mau nanti di mana pun Bow berada setidaknya ada orang dari ITB yang Bow kenal".

Selasa, Agustus 17, 2010

Victory Lap

Pagi hari pada tanggal 16 Agustus 2010 Cucu tiba-tiba memberikan pernyataan padaku via Yahoo Messenger. "Gan, nanti jam 12 malam kita victory lap merayakan kemerdekaan Indonesia". Wah aku kaget bukan kepayang.

Victory lap itu semacam lari-lari kecil mengelilingi kampus yang biasa diadakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil ITB. Victory lap pertama angkatan 2008 adalah beberapa hari setelah kami dilantik menjadi HMS. Waktu itu kami lakukan sore hari hingga menjelang maghrib.

Akhirnya aku memutuskan, masa bodo dengan pukul 12 tengah malam, ini acara setahun sekali, aku datang saja. Setelah menyelesaikan LPJ OHU, aku ke kampus bersama dengan Ghazi pukul setengah 12 malam. Sesampainya di himpunan kami santai-santai dulu, entah itu ngobrol atau main ping-pong.

Pukul 12 malam kami dibariskan dalam dua banjar. Dengan sepatu keds dan jaket himpunan yang melekat di badan, kami bersiap-siap untuk victory lap. Sebelumnya kami di-briefing untuk serius dalam melakukan hal ini. Kami diminta untuk membayangkan pejuang kemerdekaan melihat keadaan Indonesia yang sekarang.

Sigh, awalnya aku biasa saja. Barisan mulai berjalan. Bendera HMS dikibarkan di depan barisan oleh Afriansyah Putra dan Cucu memimpin menyanyikan lagu kebangsaan mulai dari 17 Agustus, Bangun Pemudi-Pemuda, Bendera Merah Putih, dan lain-lain.

Tiba-tiba aku merasakan sesuatu yang berbeda.

Kami, pasukan hijau tua, menyanyikan lagu kebangsaan dengan khidmat, dengan semangat untuk lagu tertentu bahkan hingga urat di leher ini tampak ke permukaan. Saat itu sedikit hujan lalu aku melihat ke atas jalan CC. Seolah-olah pohon-pohon besar itu menyambut kami.

Perasaan itu tidak bisa dijelaskan. Entah itu senang, sedih, atau terharu.

Suara kami tetap menggema di 4 Labtek lalu kami sampai di Plaza Widya. Pasukan hijau tua berbaris memanjang. Hari Triwibowo, sang komandan lapangan, berdiri menjulang tinggi untuk berorasi. Aku mendengarkan setiap perkataannya.

Selanjutnya pasukan hijau tua bergerak ke arah gerbang depan. Kami melewati bapak satpam dengan senyuman. Haha bagus sekali mereka juga menyambut senyum kami, bukan mengusir seperti K3L. Kami berbaris di depan Sang Saka Merah Putih. Mungkin dinginnya udara menyebabkan bendera itu malas untuk berkibar. Kami menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia, Indonesia Raya!

Amri Sanusi, sang Kahim, memimpin hormat kepada Merah-Putih dengan suara lantangnya. Lagi-lagi perasaan ini tidak bisa dijelaskan. Pasukan hijau dimobilisasi kembali ke arah himpunan kami. Lalu kami berkumpul di selasar BSC A untuk diskusi mengenai kemerdekaan.

Simpel saja, apa yang telah kita perbuat untuk Indonesia?
Sebagai tambahan, sesuatu yang simpel itu tidak selamanya mudah.

Minggu, Agustus 15, 2010

Bagai Pinang Dibelah Lima!

Gambar di atas adalah foto aku, Gandrie Ramadhan, seorang mahasiswa Teknik Sipil ITB angkatan 2008. Perhatikan wajahku, hidungku, bibirku, mataku, dan mulutku. Yaa intinya perhatikan gambar di atas. Sudah? Bagus. Sekarang akan saya tampilkan beberapa foto yang katanya mirip dengan seorang Gandrie. Cekidot, Gan!

1. Satwiko Wirawan Indrawanto
Biasa dipanggil Iko, seorang mahasiswa Teknik Elektro angkatan 2008. Aktif di Liga Film Mahasiswa.

2. Faisal Wicaksono
Faisal adalah seorang pemain piano. Dia adalah mahasiswa Teknik Mesin angkatan 2007.

3. Muhamad Yasir Syawaludin
Yasir adalah mahasiswa Teknik Sipil angkatan 2007. Dia adalah ketua tim senator HMS.

4. Yuamar Imarrazan Basarah
Biasa dipanggil Yuma. Teknik Sipil angkatan 2006 ini sudah lulus dengan predikat cumlaude.

Pertanyaannya adalah, apakah aku memang mirip dengan mereka?
Foto diambil dari akun facebook masing-masing.
Sorry for the stalking. Hehe.

Kesimpulannya.
Mukaku pasaran.

Haha.

This post is just for fun. Enjoy. :D

Minggu, Agustus 08, 2010

Stipendium

'Stipendium' means scholarship. It is a German language. Why Germany? Never mind, just my random thoughts.

Pertama-tama aku ingin meneriakkan 'Alhamdulillah' sekeras-kerasnya walaupun kalau diucapkan di dalam hati akan tetap didengar Allah SWT. Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa dari Total E&P Indonesie.

Dalam pikiranku, setidaknya harus meringankan beban kedua orang tuaku. Beasiswa adalah cara yang paling visible saat ini. Sejak awal masuk ITB, aku selalu mencari beasiswa, sering ke CC Barat untuk melihat pengumuman penyelenggaraan beasiswa. Sebenarnya, menurutku, ada sebuah beasiswa yang mudah didapatkan di ITB, namanya PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). Tinggal isi formulir, tunggu, lalu kemungkinan besar akan dapat.

Unfortunately, I can't achieve that. Aku sudah mencoba tiga kali dan aku heran mengapa namaku tidak pernah terpampang di papan pengumuman. Aku kesal bukan kepalang, teman-temanku yang lain dengan mudah mendapatkannya. Akhirnya aku bertanya kepada si petugas. Ternyata oh ternyata ada satu syarat yang memang tidak bisa keluargaku penuhi. Cih kenapa tidak ngomong dari awal! Usut punya usut, ternyata hal ini bisa diakali dengan sebuah manipulasi. Banyak yang melakukan demikian. Oh aku sms ibuku dan langsung dibalas.

"Mama, aku gak bisa dapet beasiswa PPA karena bla bla bla tapi bisa kok diakalin. Gimana?"

"Nanti ya mama tanya papa dulu."

Keesokan harinya, ibuku mengabari.

"Ndi, mama udah diskusi dengan papa dan gak setuju kalo kayak gitu. Kita masih mampu kok. Coba cari beasiswa yang lain saja ya. Insya Allah kesempatan masih terbuka luas. Oke?"

Aku langsung terhenyak membaca sms itu. Aku balas apa adanya dan langsung bertekad mencari beasiswa lain. Jalan itu semakin cerah ketika ada beasiswa Total dan Sime Darby. Aku coba keduanya. Prosesnya tidak mudah. Untuk Sime Darby, setelah lolos administrasi ada psikotes. Dilanjutkan dengan semacam studi kasus di Hotel Atlet Century. Sayang sekali aku tidak lolos di putaran terakhir.

Untuk Total, setelah administrasi ada tes verbal/aritmatik. Lalu ada FGD (Focus Group Discussion). Lanjut dengan interview pertama. Kalau lolos ada interview terakhir. Kedua interview dilaksanakan di Kantor Total E&P Indonesie di Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta. Prosesnya panjang dan aku selalu 'digantungin' menunggu pengumuman setiap jenjangnya. Aku PD di interview pertama namun hopeless di interview terakhir. Aku dibantai. Akan tetapi terima kasih Allah aku masih diberikan kesempatan.

Teman-teman pembaca, aku tidak bermaksud riya, aku hanya menyalurkan kesenangan yang luar biasa ini melalui sebuah tulisan. Ini adalah beasiswa pertamaku dan aku gembira sekali.

Mama, papa, Alhamdulillah aku dapat beasiswa. Mama dan Papa tidak usah bayar uang semesteran dan beberapa kebutuhan lainnya selama satu tahun ini. Semoga aku juga dapat beasiswa perpanjangannya untuk tingkat akhir.

Mama, papa, maaf aku baru bisa bantu segini, belum secara totalitas. Kasih sayang mama dan papa sepanjang masa. Walaupun kasih sayangku hanya sepanjang galah, aku jamin aku memiliki galah itu.

Mama, papa, terima kasih sudah mengajarkan kejujuran dan kerja keras. Kedua hal ini Insya Allah akan selalu tertanam di dalam benakku.

Kejujuran selalu berbuah manis. Selalu.
Tidak pernah tidak.

Senin, Agustus 02, 2010

Wanita

Halo semua! Lama tak bersua! Maafkan aku kalau tidak eksis lagi menulis post dalam blog ini. Aku punya kesibukan yang sangat menyita waktuku. Ditambah selama bulan Juli tidak ada internet di kosan karena teman-temanku pulang ke kampung halaman masing-masing. Oh ribet sekali tidak ada internet. Hal itu membuatku menjadi anak-gaul-warnet. Akan tetapi mari kita ucapkan 'Halo!' kepada Tuan Internet karena beliau telah kembali ke kosanku! Hehe.

Di post berikutnya mungkin aku akan menceritakan kegiatanku itu. :D

Baiklah post kali ini aku ingin menulis tentang wanita. Iseng-iseng buka facebook, ada sebuah notes yang membicarakan wanita. Setelah membaca, ingin rasanya menuangkan pendapat dalam bentuk tulisan. Post kali ini sungguh spontan loh!

Ketiklah 'wanita' dalam mesin pencari Google. Sudah? Bagus. Sekarang tekan tombol 'enter' atau pilih 'Penelusuran Google'. Sudah? Apa yang kau lihat di pencarian pertama? Yah, aku kecewa. Sungguh kecewa. Sudah lah kita tinggalkan Mbah Google dulu, ada sebuah sajak yang aku kutip dari blog temanku.

Hawa diciptakan dari rusuk Adam
Bukan dari kepala untuk dipuja
Bukan dari kaki untuk diinjak
Melainkan dari sisinya dekat di hati untuk dikasihi dan dicintai

Hei, Wanita. Aku ingin kau tahu kalau kau menarik perhatianku, perhatian semua laki-laki normal yang ada di dunia. Kau diciptakan begitu anggun dan menyejukkan organ mata ini. Sungguh luar biasa dirimu, terlebih lagi penciptamu.

Sayangnya aku miris melihatmu belakangan ini. Di depanku kau hanya memakai seutas tank-top tipis, di samping kiriku pinggulmu terlihat jelas, di samping kananku kau memakai baju dan celana super ketat yang menunjukkan lekuk tubuhmu, di belakangku kau menghadang dengan dada yang menantang. Munafik? Tidak. Aku tidak mau menjadi seorang yang munafik. Aku senang dengan itu semua (nafsu) tapi hidupku bukan untuk nafsu belaka.

Oh wanita. Kau mempunyai sisi kecantikan masing-masing, entah itu senyummu, gelak tawamu, cara berjalanmu, kekritisanmu, keibuanmu, keluguanmu, atau apa pun itu. Jangan khawatir, wanita. Tolong tampil dengan sopan di khalayak umum.

Aku mohon jaga tubuh dan kehormatanmu di samping aku menjaga pandanganku sebagai laki-laki.

Kau indah, wanita.
:D

Sumber 1
Sumber 2