
Aku mencatat poin-poin yang aku anggap w-o-a-h selama seminar berlangsung. Just check these out, Dude.
1. Hendy Setiono

Jatuh bangun adalah hal yang biasa dalam berbisnis. Yang penting adalah kemauan. Satu hal yang perlu diingat, semuanya butuh proses karena tidak ada yang instan di dunia ini.
2. Silverius Oscar Unggul

Mungkin pembaca tidak akan tertawa membaca paragraf di atas tapi begitu Onte yang mengucapkan, aku yakin semuanya akan terbahak-bahak. Harus dapet feel-nya, Sob. Hehe.
Usaha Onte bukan dari peluang bisnis melainkan dari rasa keprihatinan. Dulu masyarakat Sultra terpaksa bekerja untuk para cukong kayu, terpaksa melakukan penggundulan hutan di daerah mereka sendiri demi sesuap nasi. Akhirnya Onte membuat pengolahan hutan yang dananya berasal dari koperasi.
Awalnya sulit. Sulit sekali. Yang Onte tekankan adalah dignity dan konsistensi. Bagaimana caranya membuat orang lain menjadi percaya diri dan yakin dengan diri kita.
Tindakan nyata lain yang Onte lakukan adalah membuat stasiun televisi dan radio di Sultra. Lagi-lagi awal adalah masa yang tersulit. Namun dengan kebulatan tekad akhirnya stasiun itu menjadi stasiun yang terbesar di Sultra. Lucu sekali, acara televisi berupa acara keluarga seperti sunatan, kawinan, dan lain-lain. Haha. Ada pula acara dapur dengan format ala kadarnya.
Katanya, jangan main-main dengan simplicity! The power of kesederhanaan! Hidup ini singkat, mari buat bermanfaat untuk orang lain, tidak memperkaya diri saja.
3. Ananda Siregar
4. Pandji Pragiwaksono

Pembawaannya santai dan jiwa mudanya sungguh menggelora. Pandji adalah alumni FSRD ITB angkatan '97. Doi memulai bisnis dengan empat orang teman dan satu orang pacar yang kini menjadi istrinya. Untung saja. Haha. Modalnya masing-masing Rp. 500.000,00.
Prinsip seorang Pandji adalah, jika seharusnya ada tapi ternyata tidak ada, maka adakan sendiri. Dengan modal keberanian (atau nekat?) akhirnya mereka memulai bisnis semacam baju basket di Indonesia. Tidak ada yang mudah, jalan penuh liku dan kadang kerikil malah membuat mereka terjatuh. Akan tetapi bisnis yang bangkrut adalah bisnis yang menyerah.
Empat orang yang aku telah aku jabarkan ada di sesi satu. Di sesi dua ada Hiramsyah Sambudy (Presiden Direktur Bakrieland), Dahlan Iskandar (CEO Jawa Pos & Direltur Utama PLN), dan Karmaka Surdaudaja (Chairman OCBC NISP). Agaknya terlalu panjang jika dikisahkan di sini. Hei, mereka juga tak kalah inspiratif loh!
*
Benang merah yang bisa ditarik dari semua pembicara adalah passion. Bagaimana memulai bisnis kita sesuai dengan apa yang kita suka. Selain itu, kompetensi bersifat mutlak, harus tahu bidang bisnis yang digeluti secara detail, menjadi the best in what we're doing. Belum tahu? Belum mahir? Satu kata: Belajar.
"Tiru semangat kami. Eksekusi dengan caramu sendiri", ucap Pak Onte.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar