Minggu, Februari 27, 2011

Perempuan

Selesai membaca buku berjudul perempuan karya Quraish Shihab, aku ingin menuangkannya kembali dalam blog ini. Buku ini luar biasa karena mengupas kehidupan perempuan mulai dari karakternya, cinta, rumah tangga, poligami, aborsi, dan lain-lain. Tulisan di bawah merupakan karya Quraish Shihab dengan sedikit modifikasi dariku.

Perempuan diciptakan Allah untuk mendampingi laki-laki. Perempuan adalah yang terbaik untuk laki-laki. Perempuan memberi ketenangan dan ketentraman hidup untuk laki-laki.

Ibuku perempuan. Kakak dan adikku juga perempuan. Bahkan seorang Muhammad SAW membutuhkan perempuan untuk menyalurkan cinta di dalam jiwanya. Jika seorang laki-laki tidak menemukan seorang perempuan yang dia cintai maka dia akan mencintai perempuan yang dia temukan.

Pertemuan perempuan dan laki-laki begitu indah selama mereka telah terbiasa dan saling mengenal, terlebih lagi saling membutuhkan. Tanpa perempuan, masa muda lelaki menjadi gersang, masa matangnya menjadi hampa, dan masa tuanya menjadi penyesalan.

Laki-laki memerlukan dan mendambakan perempuan.

Dia menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan. Keberpasangan itu sendiri terdiri dari persamaan dan perbedaan. Kedua hal ini harus diketahui agar perempuan dan laki-laki bisa bekerja sama mencapai suatu tujuan kemanusiaan.

Kecintaan diri sendiri menjadikan perempuan sanggup menahan rasa sakit seperti haid, mengandung dan melahirkan, serta menyusukan dan membesarkan anak. Karena rasa sakit itu pula, Allah menganugerahkan perempuan berupa kenikmatan bukan saja dalam hubungan seks, seperti laki-laki, tapi juga dalam memelihara anak-anaknya. Berbeda dengan laki-laki yang harus berjuang mencari nafkah di luar sana untuk sang istri dan anak.

Dunia ini adalah kesenangan dan yang paling menyenangkan adalah perempuan yang shalihah.
(HR Muslim dan An-Nasa'i)

Kalau perempuan berbicara, jangan dengarkan apa yang diucapkan lidahnya, tetapi perhatikan kalimat-kalimat yang dipancarkan matanya.

Apakah ukuran kecantikan dari seorang perempuan? Jawabannya adalah tergantung dari subjektivitas manusia. Seorang perempuan bisa saja dianggap cantik oleh si A namun belum tentu B mengatakan hal yang sama. Oleh karena itu, sungguh bijak ketika kita menyatakan bahwa tidak ada perempuan yang jelek, yang ada hanyalah sebagian mereka tidak pandai atau belum berhasil membuat diri mereka menarik.

Di samping taraf kecantikan setiap individu, kecantikan sangat relatif antara satu masyarakat dan masyarakat lainnya, bahkan pada masa tertentu dan masa yang lain.

Agama Islam menganjurkan untuk memadukan keindahan jasmani dengan keindahan rohani. Kecantikan luar hanya menyenangkan mata sedangkan yang bersumber dari dalam akan menawan hati. Kedua keindahan harus terpadu, tidak boleh dikorbankan salah satu. Oleh karena itu, Islam menganjurkan perempuan untuk berdandan, ada hadits mengenai pacar (pewarna kuku).

Hanya satu seni yang dimahiri perempuan: Mencintai dan dicintai. Oleh karena itu Allah menganugerahi perempuan kemampuan menangis, cemburu, berduka, dan kesediaan berkorban untuk kekasih. Karena air mata mengundah kasih dan cinta, cemburu menghangatkannya, sedangkan duka cinta tidak akan terobati kecuali dengan cinta pula.

Perempuan dianugerahi berbicara lebih cepat dan lebih banyak karena yang menyuburkan cinta adalah kata-kata indah sedangkan yang meredupkan cinta adalah diam seribu bahasa. Cinta kepada lawan jenis bagi perempuan adalah kisah romantis yang pemeran utamanya adalah perempuan walau sutradaranya lelaki.

Menurut pakar, cinta antar-manusia adalah hubungan dua 'aku'. Keakuan masing-masing dihormati namun kemudian, secara konseptual, keakuan diri lebur pada keakuan kekasih. Karena cinta mengharuskan adanya dua 'aku'.

Mencintai lawan jenis tidak dilarang agama karena cinta adalah fitrah, naluri dalam diri manusia. Allah tidak mungkin melarang cinta, Dia hanya mengarahkan manusia ke dampak yang lebih baik. Silakan bercinta dan luapkanlah cinta kepada kekasih selama tidak melanggar agama dan norma budaya.

Cinta yang terbesar dan paling langgeng adalah cinta kepada Allah dan cinta antar-sesama manusia yang dijalin karena Allah. Cinta yang dikehendaki agama adalah memandang lawan jenis sebagai makhluk dwi dimensi, roh dan jasad, yang memiliki keindahan rohani dan jasmani. Cinta adalah kecendrungan hati yang mendalam terhadap sifat lahir dan batin kekasih, sedangkan syahwat hanyalah dorongan nafsu kepada sifat lahiriah kekasih, kepada jasad saja.

Semestinya tidak ada yang namanya cinta pada pandangan pertama karena belum bisa melihat sisi-sisi batiniah sang kekasih, baru sebatas lahiriah. Cinta menuntut kesetiaan dua 'aku'. Menepati janjinya, memelihara nama baik kekasih, menjauhkan segala sesuatu yang mengeruhkan jiwanya, membantu memperbaiki aktivitasnya, menutupi kekurangannya, serta memaafkan kesalahannya.

Cinta adalah pohon yang tumbuh subur di dalam hati. Akarnya adalah kerendahan hati kepada kekasih, batangnya adalah pengenalan kepadanya, dahannya adalah rasa takut kepada Tuhan, dedaunannya adalah rasa malu, buahnya adalah kesatuan hati yang melahirkan kerja sama, sedangkan air yang menyiraminya adalah mengingat dan menyebut namanya.

Pada zaman Yunani kuno saat hidup filosof kenamaan seperti Plato, Socrates, dan Aristoteles, martabat perempuan sangat rendah. Socrates berpendapat kalau dua sahabat setia harus mampu meminjamkan istrinya kepada sahabatnya. Demosthenes berpendapat bahwa istri hanya berfungsi melahirkan anak sedangkan Aristoteles berpendapat kalau perempuan sederajat dengan hamba sahaya.

Seandainya seorang lelaki harus memilih ketenangan tanpa perempuan atau kesusahan bersama perempuan, niscaya lelaki itu akan memilih pilihan yang kedua. Pada dasarnya tidak ada yang suka dengan kesendirian, kesepian, dan kegelisahan. Kita sangat familiar dengan ucapan sebagai berikut, di belakang lelaki yang sukses ada perempuan.

Istri adalah pakaian bagi suami, begitu juga sebaliknya, suami adalah pakaian bagi istri. Tidak bisa dipungkiri, salah satu fungsi istri adalah fungsi reproduksi. Ibaratnya, istri adalah tempat bercocok tanam bagi para suami maka garaplah lahan bercocok tanam itu kapan dan bagaimana saja yang dikehendaki. Oleh karena itu, harus pintar dalam memilih tanah garapan. Tanah yang subur pun harus diatur masa dan musim penanamannya. Setelah ditanam, tanah garapan tersebut juga harus dijaga dari hama atau alang-alang. Dengan demikian, buah yang dihasilkan merupakan buah dengan kualitas tinggi.

Keberpasangan manusia bukan hanya didorong oleh naluri seksual, tetapi lebih dari itu. Ia adalah dorongan jiwanya untuk meraih ketenangan. Sakinah dalam rumah tangga bukan sekedar apa yang terlihat pada ketenangan batin yang tercermin pada kecerahan raut muka. Lebih dari itu, kecerahan raut muka yang diiringi dengan kelapangan dada, budi pekerti yang halus, yang dilahirkan oleh ketenangan batin akibat menyatunya pemahaman dan kesucian hati, serta bergabungnya pandangan dengan tekad yang jelas dan kuat.

Perempuan berbeda dengan lelaki namun perempuan setara dengan lelaki. Kesetaraan tidak berarti persamaan dalam setiap hal. Perbedaan bukan hanya terletak pada alat reproduksinya, tetapi juga struktur fisik dan cara berpikirnya. Perbedaan ini tidak menjadikan satu jenis kelamin lebih unggul atau istimewa daripada yang lain, tetapi justru menggabungkan keduanya untuk mencapai kesempurnaan kedua pihak.

Seandainya jarum tidak lebih keras daripada kain dan cangkul tidak lebih kuat daripada tanah, maka tidak akan ada jahit-menjahit dan hasil pertanian. Artinya, kekuatan dan kelemahan satu pihak tidak menunjukkan superioritas, tetapi merupakan keistimewaan yang saling membutuhkan guna mencapai tujuan bersama.

Perempuan tidak lepas dari pembentukan watak anak-anaknya. Sifat keibuan seorang perempuan sangat luar biasa. Dorongan ini jauh lebih kuat daripada dorongan haus, lapar, kebutuhan seksual, dan rasa ingin tahu. Seorang Napoleon berkata bahwa dia adalah ciptaan ibunya. Begitu pula Abraham Lincoln yang berkata kalau apa yang dia ketahui, dia kerjakan, dan dia impikan adalah hasil kerja ibunya. Karena itu peranan yang paling agung dan besar bagi seorang perempuan adalah peranannya sebagai ibu. Peranan ini mustahil digantikan oleh lelaki.

Kau luar biasa, Perempuan.

Minggu, Februari 20, 2011

Grand Seminar IEC 2011

Sabtu, 19 Februari 2011 aku mengikuti sebuah seminar tentang kewirausahaan di Sabuga bersama teman-temanku. Seminar ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan IEC (ITB Entrepreneurship Challenge). Pembicaranya gokil-gokil, Sob. Enggak rugi lah datang ke seminar ini. Giga luar biasa inspiratif!

Aku mencatat poin-poin yang aku anggap w-o-a-h selama seminar berlangsung. Just check these out, Dude.

1. Hendy Setiono
Beliau adalah pemilik Kebab Baba Turki. Usahanya terinspirasi saat dia pergi ke Qatar dan membeli kebab di sana. Sekarang sudah ada ratusan cabang di Indonesia dan mempekerjakan ratusan, bahkan ribuan orang. Aku lupa jumlah pastinya.

Jatuh bangun adalah hal yang biasa dalam berbisnis. Yang penting adalah kemauan. Satu hal yang perlu diingat, semuanya butuh proses karena tidak ada yang instan di dunia ini.

2. Silverius Oscar UnggulIni dia pembicara yang paling atraktif menurutku. Biasa dipanggil Onte, beliau memulai usahanya sejak mahasiswa. Onte berkecimpung di Unhalu, Kendari, Sultra. Nomor polisi Kota Kendari adalah DT. Banyolannya: Unhalu (Universitas Hati yang Terluka), Kendari (kenapa datang kemari?), Sultra (sulit transportasi), DT (daerah tertinggal).

Mungkin pembaca tidak akan tertawa membaca paragraf di atas tapi begitu Onte yang mengucapkan, aku yakin semuanya akan terbahak-bahak. Harus dapet feel-nya, Sob. Hehe.

Usaha Onte bukan dari peluang bisnis melainkan dari rasa keprihatinan. Dulu masyarakat Sultra terpaksa bekerja untuk para cukong kayu, terpaksa melakukan penggundulan hutan di daerah mereka sendiri demi sesuap nasi. Akhirnya Onte membuat pengolahan hutan yang dananya berasal dari koperasi.

Awalnya sulit. Sulit sekali. Yang Onte tekankan adalah dignity dan konsistensi. Bagaimana caranya membuat orang lain menjadi percaya diri dan yakin dengan diri kita.

Tindakan nyata lain yang Onte lakukan adalah membuat stasiun televisi dan radio di Sultra. Lagi-lagi awal adalah masa yang tersulit. Namun dengan kebulatan tekad akhirnya stasiun itu menjadi stasiun yang terbesar di Sultra. Lucu sekali, acara televisi berupa acara keluarga seperti sunatan, kawinan, dan lain-lain. Haha. Ada pula acara dapur dengan format ala kadarnya.

Katanya, jangan main-main dengan simplicity! The power of kesederhanaan! Hidup ini singkat, mari buat bermanfaat untuk orang lain, tidak memperkaya diri saja.

3. Ananda SiregarCEO Blitz Megaplex. Seorang yang jeli melihat peluang usaha bioskop di Indonesia. Dulu, mengapa di negara sebesar Indonesia hanya ada 21? Singapura, Malaysia, dan Thailand yang sekecil itu saja memiliki lebih dari 2. "Tidak akan pernah telat untuk belajar", katanya.

4. Pandji PragiwaksonoSiapa yang tidak kenal dengan Pandji? Namanya mencuat sejak acara 'Kena Deh'. Setelah itu doi menjadi pembawa acara 'Hole in The Wall'. Dan yang sekarang dia sedang naik daun karena acara 'Provocative Proactive' di Metro TV.

Pembawaannya santai dan jiwa mudanya sungguh menggelora. Pandji adalah alumni FSRD ITB angkatan '97. Doi memulai bisnis dengan empat orang teman dan satu orang pacar yang kini menjadi istrinya. Untung saja. Haha. Modalnya masing-masing Rp. 500.000,00.

Prinsip seorang Pandji adalah, jika seharusnya ada tapi ternyata tidak ada, maka adakan sendiri. Dengan modal keberanian (atau nekat?) akhirnya mereka memulai bisnis semacam baju basket di Indonesia. Tidak ada yang mudah, jalan penuh liku dan kadang kerikil malah membuat mereka terjatuh. Akan tetapi bisnis yang bangkrut adalah bisnis yang menyerah.

Empat orang yang aku telah aku jabarkan ada di sesi satu. Di sesi dua ada Hiramsyah Sambudy (Presiden Direktur Bakrieland), Dahlan Iskandar (CEO Jawa Pos & Direltur Utama PLN), dan Karmaka Surdaudaja (Chairman OCBC NISP). Agaknya terlalu panjang jika dikisahkan di sini. Hei, mereka juga tak kalah inspiratif loh!

*

Benang merah yang bisa ditarik dari semua pembicara adalah passion. Bagaimana memulai bisnis kita sesuai dengan apa yang kita suka. Selain itu, kompetensi bersifat mutlak, harus tahu bidang bisnis yang digeluti secara detail, menjadi the best in what we're doing. Belum tahu? Belum mahir? Satu kata: Belajar.

"Tiru semangat kami. Eksekusi dengan caramu sendiri", ucap Pak Onte.

Rabu, Februari 02, 2011

Obrolan

Halo, Semester 6! Apa kareba? Tak terasa kira-kira sudah tiga tahun aku menuntut ilmu di Institut Cap Gajah. Aku pikir akan semakin santai, tetapi perkiraanku salah. Di semester 6 ini aku kuliah dari hari Senin hingga Jumat pukul 7 pagi. Oh luar biasa. Tiada waktu untuk mengeluh, mari jalani semester ini dengan senyuman yang merekah.

Selanjutnya, aku diamanahkan menjadi kepala departemen kominfo HMS, menggantikan Bos Ignatius Vincent. Bisa dilihat foto di atas, itu semacam visualisasi regenerasi yang sangat apik dibuat oleh Arka. Akan tetapi percayalah, ide foto di atas bukan dari diriku. Hehe.

Semakin ke sini, ternyata obrolan semakin dalam.

Dhimas Satria Pinilih
Obrolan ini terjadi saat aku makan ayam tulang lunak featuring Taufan. Intinya, kita sebagai laki-laki harus jauh mikir ke depan. Kita laki-laki, kita calon suami, kita calon ayah. Tanggung jawab laki-laki adalah sebagai tulang punggung perekonomian keluarga. Sudahkah kita terbayang berapa kocek yang harus dikeluarkan untuk membeli sebuah rumah? Atau pengeluaran rutin susu bayi setiap bulannya yang pastinya tidak murah? Belum lagi pengeluaran untuk membahagiakan sang istri dengan indahnya dunia.




Rendy Anditya
Obrolan ringan di sela-sela kuliah manajemen konstruksi featuring Manu. Intinya, jangan berhenti di S1. Cari beasiswa untuk meneruskan pendidikan hingga S2 dan S3. Orang tua cukup membiayai kita hingga S1. Oh tidak lupa seputar wanita. Enaknya gini, Gan. Lo sudah menjalin hubungan dengan seorang wanita dari sekarang. Saat akan berangkat S2 ke luar negeri, berjanji padanya sebuah cincin akan melekat di jari manisnya nanti. Kembali dari luar negeri, pergi ke rumahnya. Hadapi ayah dan ibunya, tegaskan kalau kita sudah lulus S2, siap kerja dan mapan. Bilang kalau kita mau menjadi pendamping hidupnya. Gokil. Haha.

Obrolan yang ringan namun berbobot. Senang sekali bisa bertukar pikiran dengan teman-teman super yang bervisi ke depan. Semoga dimudahkan meraih mimpi kita masing-masing. Amin.

Hidup adalah perjuangan, Sob.

Minggu, Januari 23, 2011

Songbird

Your voice is just so tender.
Anyone who tried to deny you must be out of their mind.
Cause I'm the one that loves you lately.
Oh you're seem so wonderful to me.

Tidaklah mawar hampiri kumbang.
Jika memang adanya, aku dan kamu, kita bahagia.
Hingga pagi pun mau bila oh denganmu karena ku selalu senang bersamamu.
Celakanya hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu.

I need to know what's on your mind so I'll let you know what's on my mind.
You're the one, you're my inspiration.
My hands are shaking from carrying you this torch for you.
Cause you give me something that make me scared alright.

Biding my time, trying to find a heart that's lonely.
So come and spend some time with me.
Tell me I'm special even when I know I'm not.
I need you more than ever.

Smile like you mean it.
Tanpa buat kata, kau curi hatiku.
And I'll find her, cause it's about time.
But life is for living we all know and I don't wanna live it alone.

Big girl, you are beautiful.
Could you smile a little smile for me?
I love you anyway no matter how things have gone.
My love is so articulate but I'm such a mess.

Your skin, oh yeah, your skin and bones turn into something beautiful.
Aku sedang mencari sesuatu di balik matamu yang mampu membuatku terpesona.
My heart is drenched in wine but you'll be on my mind forever.
Your hypnotic compassion always grabs my attention.

If you don't know then you can't care.
My cold hands needed a warm, a warm touch, and I was thinking about you.
Relax your back and let the noise sing you to sleep in my arms.
Desperately need you.
Knowing that love is to share.

Because it takes to two whisper quietly.
Would it be alright if we just sat and talked for a little while?
Tell me things even you never even tell your closest friends.
And I'm ready to make someone mine.
Do you wish we'd fall in love?

#

Untuk Dia

Rabu, Januari 19, 2011

Warung Bandrek

Warung Bandrek atau biasa disingkat menjadi Warban adalah trek favorit untuk bersepeda di Bandung. Jaraknya relatif tidak jauh (atau jauh?) dari Dago. Menuju Warban berarti tanjakan. Belok kiri sehabis melewati Alfa Mart Dago atas sana maka kita sudah bukan berada di jalan utama lagi.

Ikuti jalannya maka kau akan bertemu dengan tempat isitirahat pertama di sebelah kiri, Warung Bacang namanya. Biasanya, pesepeda yang sudah kuat langsung hajar tanpa beristirahat terlebih dahulu di Warung Bacang. Lanjut! Ambil jalan yang ke kanan. Terus ikuti jalannya!

Tanjakan.

Sekarang kita mulai disuguhi dengan keasrian alam Bandung. Udara segar di pagi hari ditambah dengan warna hijau di kanan-kiri merupakan kombinasi yang sangat memikat hati. Kita pun mulai bisa melihat Bandung dari ketinggian, semakin ke atas, semakin bagus. Beginilah kira-kira medan yang harus dilalui:

Oh, kelupaan! Gue gak sendirian melewati ini semua. Perkenalkan partner aing. Dia ganteng dan juga cantik. Silpy! Sudah berapa bulan ya gue jadian sama Silpy? Dia putih, tinggi, dan langsing. Akan tetapi yang terpenting adalah dia mau menerima gue apa adanya.

Gue jadi ingat sebuah kuotasi di film Jomblo. Gak bakal ada dua orang yang cocok banget, tetep harus saling mengerti, saling menerima, dan saling menghormati. Oke, makin ngaco aja tulisan ini. Haha.

Ini adalah gambar kokpit sepeda aing:

Singkat cerita, setelah penuh perjungan menanjak, sebentar lagi kita akan sampai di Warban.
Saat foto di atas diambil, cuacanya sangat dingin dan berkabut tapi sangat sedap untuk dihirup. Enaknya, setelah mencapai puncak tanjakan, jalanannya menurun menuju Warban jadi benar-benar melegakan jiwa dan raga.

BAM!

Sampailah kita di Warban! Yuk kita parkir sepeda dulu. Parkiran sepedanya sangat unik. Parkiran sepeda ini berupa bambu yang dibentangkan lalu diberi perletakan di kedua ujungnya. Taruh sadel di atas bambu maka sepeda akan tertata dengan rapi.

Ada apa aja sih Warban?
Pesepeda disuguhi dengan berbagai macam makanan dan minuman. Pisang, pisang rebus, telur rebus, bakwan, tahu, lontong, dan lain-lain. Teh, jus jambu, jus mangga, jus alpukat, dan tentu saja BANDREK!

Ini nih si Ibu yang bakal melayani kita. Orangnya baik dan ramah loh.
Wah nikmat banget deh menyantap jajanan sambil menyeruput bandrek bersama teman-teman sambil duduk santai. Kalau pergi nanjak, maka pulang berarti... TURUN!

Heaven yeah, this is the best part of all!
You gotta feel it but be careful, it's addictive!

Think of bicycles as rideable art that can just about save the world.
-Grant Petersen

Jumat, Januari 07, 2011

Seputar Sepeda

"Sepeda itu berasal dari bahasa Jawa loh!", ungkap Iswartono bersemangat. Bahasa Inggris sepeda adalah 'bicycle' dan itu diyakini diambil dari bahasa Jawa yakni 'obahe sikil' yang artinya kayuhan kaki.

Itu hanya guyonan seorang onthelis asal Solo.

Mari berbicara sedikit tentang sejarah sepeda. Sebenarnya sulit untuk mencari sejarawan yang mengetahui pasti tentang asal-usul sepeda di muka bumi. Berikut adalah salah satu sumber menurut Mick Hamer di majalah New Scientist pada tahun 2005. Percaya tidak percaya, Indonesia adalah negara yang memiliki kontribusi besar dalam kelahiran sepeda di dunia.

Oh, benarkah?

5 April 1815 dia mulai bergejolak. Siapa dia? Sebuah gunung yang berada di Pulau Sumbawa, Indonesia. Dialah Gunung Tambora. Seminggu kemudian dia memuntahkan apa saja yang ada di dalam perutnya hingga bulan Juli. Ini adalah erupsi terbesar sepanjang sejarah, menewaskan lebih dari 92000 orang dan membuat langit menjadi penuh abu. Selain itu, letusannya memicu pemanasan global, suhu di bumi naik sebesar 3 derajat Celcius.

Lalu apa hubungannya dengan sepeda, Gan?

Tahun 1816 di Eropa disebut sebagai tahun tanpa musim panas. Salju terus turun dan langit terus menunjukkan warna kelabu sehingga menyebabkan gagal panen massal. Kuda adalah transportasi darat pada masa itu. Kasihan, para kuda disembelih karena manusia tidak punya cadangan makanan lagi. Karl Drais, seorang Jerman berusia 34 tahun membuat sebuah alat yang bernama draisine. Draisine terbuat dari kayu dan tidak berpedal. Cara mengendarainya adalah dengan menjejakkan kaki ke tanah agar draisine meluncur. Tahun 1818 draisine dipatenkan sebagai sepeda pertama.

Hormatilah sepeda karena ia adalah nenek moyang dari segala jenis kendaraan darat.

Sepeda adalah moda transportasi yang merakyat. Selain harganya yang terjangkau, pergerakannya yang lambat membuatnya lebih manusiawi. Interaksi dan komunikasi antara pengendara sepeda dengan orang-orang di sekitarnya sangat mungkin terjadi. Berbeda dengan kendaraan bermotor seperti mobil atau sepeda motor di mana interaksi ini hampir tidak mungkin terjadi selama berkendara.

Di Jombang, polisi bersepeda sudah tidak asing. Mereka berpatroli dengan menggunakan sepeda. Melintasi pasar, terminal, hingga pertokoan. "Harus ada sesi ngomong-ngomong dong dengan warga. Ini tujuannya, selain pelayanan masyarakat juga pendekatan," ucap seorang perwira polisi kepada wartawan Kompas.

Di Yogyakarta, ada semboyan segosegawe. Sepeda kanggo sekolah lan nyambut gawe yang artinya bersepedalah ke sekolah dan tempat kerja. Di Pekalongan lebih hebat lagi, sepeda jengki asal Jepang sudah menjamur di masyarakat. Sepeda itu sangat khas dengan keranjang yang ada di depan. Tua, muda, pria, dan wanita menggunakan sepeda sebagai moda transportasi.

Bersepeda bukan hanya sekedar teknik mengayuh pedal, tetapi juga menyeimbangkan irama emosi dan pikiran.

Lihat! Bung Karno saja bersepeda! Beliau membonceng Ibu Fatmawati! Alangkah romantis!
27 Agustus 2005 adalah tanggal berdirinya komunitas sosial Bike To Work. Berbagai alasan orang bersepeda, mulai dari penghematan dari segi ekonomi, menyehatkan raga, hingga pemikiran idealis untuk mengerem laju pemanasan global.

Sejak saat itu hari pengharaman kendaraan bermotor (baca = car free day) mulai digencarkan di beberapa kota di Indonesia. Betapa masyarakat merindukan jalanan yang lebih manusiawi dan sepedawi, jalanan yang bebas dari hiruk-pikuk klakson dan yang tidak pengap karena emisi gas buang kendaraan bermotor.

Ada orang yang bersepeda untuk hidup. Tengah malam dia bangun untuk mengangkut sayuran dari rumah dan tiba di Pasar Palmerah pukul dua dini hari. Ada juga yang bersepeda untuk menikmati lukisan Tuhan, menjelajah alam dan isinya dengan sepeda.

Bersepeda bukan sekedar berolahraga, tetapi juga upaya mengendalikan diri dan emosi, serta menyeimbangkan otak dan otot.

Kalau Selandia Baru terkenal dengan populasi domba yang melebihi penduduk, maka Belanda terkenal dengan populasi sepeda yang melebihi penduduk. Jika dibandingkan, maka setiap orang di Belanda memiliki 1,1 sepeda.

Di Belanda, 41% orang bersepeda di bawah 2,5 km tiap harinya. Di Indonesia, banyak orang yang bersepeda hingga 20 km tiap harinya untuk menuju tempat kerja atau tempat mengais rejeki. Ini gila sebenarnya. Belanda yang sudah sangat memanjakan pesepeda dibandingkan dengan Indonesia yang masih miskin dengan prasarana untuk moda transportasi sepeda.

Pemerintah dan masyarakat Eropa sadar kalau mobil sudah tidak bisa lagi diandalkan untuk mobilitas warga. Kebijakan prosepeda benar-benar digodok, mulai dari jalur, parkir, hingga integrasi moda sepeda dengan moda transportasi lain, kereta api misalnya.

Bagaimana di Indonesia?

Mirisnya, pemerintah seolah-olah tutup mata tentang kebijakan prosepeda. Pemerintah sudah terbuai dengan maraknya kendaraan bermotor yang memang menghasilkan keuntungan buat mereka. Aku berharap akan ada kebijakan radikal prosepeda. Buka matamu, Kawan!

Hidup ini seperti naik sepeda. Untuk mempertahankan keseimbangan, kamu harus tetap bergerak.

Sumber: Jelajah Sepeda Kompas, Melihat Indonesia Dari Sepeda

Rabu, Januari 05, 2011

Garuda (tetap) di dadaku!

Selamat datang! Selamat datang di Stadion Utama Gelora Bung Karno!
Masih seputar final AFF, kalau tulisan sebelum ini membahas jerih payah kami memperoleh tiket final, tulisan sekarang menggambarkan kondisi stadion saat pertandingan final di kandang Garuda!

Bisa dilihat, warna merah sangat dominan, tidak ada tempat untuk si biru atau kuning. Sudah sepatutnya Harimau Malaya menjadi ciut karena sorak-sorai pendukung Garuda.

Menurutku, momen paling mengharukan adalah saat kami, ya kami, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia: Indonesia Raya. Aku menggenggam erat Garuda yang ada di dada sebelah kiri dengan tangan kanan. Terlepas dari suaraku yang amburadul, aku berteriak tanpa mempedulikan seraknya tenggorokan, demi menyanyikan Indonesia Raya! Aku bernyanyi Indonesia Raya hingga paru-paruku menyerah!

Bayangkan, puluhan ribu orang dari berbagai macam umur, agama, dan suku melafaskan satu nada, Indonesia Raya! Aku gemetar!

Unexplainable! Dude, you gotta FEEL that!

Garuda menang di kandangnya, tetapi tidak berhasil menyabet juara AFF. Sungguh malang.

Garuda (tetap) di dadaku!