Minggu, Agustus 08, 2010

Stipendium

'Stipendium' means scholarship. It is a German language. Why Germany? Never mind, just my random thoughts.

Pertama-tama aku ingin meneriakkan 'Alhamdulillah' sekeras-kerasnya walaupun kalau diucapkan di dalam hati akan tetap didengar Allah SWT. Alhamdulillah aku mendapatkan beasiswa dari Total E&P Indonesie.

Dalam pikiranku, setidaknya harus meringankan beban kedua orang tuaku. Beasiswa adalah cara yang paling visible saat ini. Sejak awal masuk ITB, aku selalu mencari beasiswa, sering ke CC Barat untuk melihat pengumuman penyelenggaraan beasiswa. Sebenarnya, menurutku, ada sebuah beasiswa yang mudah didapatkan di ITB, namanya PPA (Peningkatan Prestasi Akademik). Tinggal isi formulir, tunggu, lalu kemungkinan besar akan dapat.

Unfortunately, I can't achieve that. Aku sudah mencoba tiga kali dan aku heran mengapa namaku tidak pernah terpampang di papan pengumuman. Aku kesal bukan kepalang, teman-temanku yang lain dengan mudah mendapatkannya. Akhirnya aku bertanya kepada si petugas. Ternyata oh ternyata ada satu syarat yang memang tidak bisa keluargaku penuhi. Cih kenapa tidak ngomong dari awal! Usut punya usut, ternyata hal ini bisa diakali dengan sebuah manipulasi. Banyak yang melakukan demikian. Oh aku sms ibuku dan langsung dibalas.

"Mama, aku gak bisa dapet beasiswa PPA karena bla bla bla tapi bisa kok diakalin. Gimana?"

"Nanti ya mama tanya papa dulu."

Keesokan harinya, ibuku mengabari.

"Ndi, mama udah diskusi dengan papa dan gak setuju kalo kayak gitu. Kita masih mampu kok. Coba cari beasiswa yang lain saja ya. Insya Allah kesempatan masih terbuka luas. Oke?"

Aku langsung terhenyak membaca sms itu. Aku balas apa adanya dan langsung bertekad mencari beasiswa lain. Jalan itu semakin cerah ketika ada beasiswa Total dan Sime Darby. Aku coba keduanya. Prosesnya tidak mudah. Untuk Sime Darby, setelah lolos administrasi ada psikotes. Dilanjutkan dengan semacam studi kasus di Hotel Atlet Century. Sayang sekali aku tidak lolos di putaran terakhir.

Untuk Total, setelah administrasi ada tes verbal/aritmatik. Lalu ada FGD (Focus Group Discussion). Lanjut dengan interview pertama. Kalau lolos ada interview terakhir. Kedua interview dilaksanakan di Kantor Total E&P Indonesie di Jalan H.R Rasuna Said, Jakarta. Prosesnya panjang dan aku selalu 'digantungin' menunggu pengumuman setiap jenjangnya. Aku PD di interview pertama namun hopeless di interview terakhir. Aku dibantai. Akan tetapi terima kasih Allah aku masih diberikan kesempatan.

Teman-teman pembaca, aku tidak bermaksud riya, aku hanya menyalurkan kesenangan yang luar biasa ini melalui sebuah tulisan. Ini adalah beasiswa pertamaku dan aku gembira sekali.

Mama, papa, Alhamdulillah aku dapat beasiswa. Mama dan Papa tidak usah bayar uang semesteran dan beberapa kebutuhan lainnya selama satu tahun ini. Semoga aku juga dapat beasiswa perpanjangannya untuk tingkat akhir.

Mama, papa, maaf aku baru bisa bantu segini, belum secara totalitas. Kasih sayang mama dan papa sepanjang masa. Walaupun kasih sayangku hanya sepanjang galah, aku jamin aku memiliki galah itu.

Mama, papa, terima kasih sudah mengajarkan kejujuran dan kerja keras. Kedua hal ini Insya Allah akan selalu tertanam di dalam benakku.

Kejujuran selalu berbuah manis. Selalu.
Tidak pernah tidak.

3 komentar:

meisa mengatakan...

You deserve it! :)

Gandrie mengatakan...

Thanks, mei!
:D

Robet's Blog mengatakan...

Beasiswa TOTAL keluarnya biasanya kapan ya?