Jumat, Mei 15, 2015

Bersepeda ke Kantor

Ilustrasi Bersepeda.
Mereka yang rutin bersepeda ke kantor di ibukota pasti hanya berlandaskan satu alasan: kesenangan. Ada orgasme yang timbul ketika mengayuh pedal, menyelip di antara kendaraan bermotor, atau berhasil sampai di tempat tujuan. Tentunya modifikasi dan perencanaan bisa dilakukan demi meminimalisasi ganasnya perjalanan. Faktanya, tantangannya teramat banyak, tetapi kesenangan bisa mengalahkan itu semua.

1. Hujan
Mikail sepertinya lebih bersemangat ketika bekerja di daerah tropis. Ketika hujan lebat, sejauh ini mobil masih berada di peringkat pertama. Intinya, tidak ada yang suka menjadi basah ketika harus mulai bekerja.

2. Perkerasan Jalan
Lagi-lagi mobil bisa dinobatkan sebagai moda yang paling unggul. Lubang kecil di jalan tidaklah berarti buat kendaraan roda empat tapi bisa begitu menyengsarakan buat sepeda. Jumlah dan ketebalan ban mobil membuatnya unggul ketimbang sepeda. Ketidakrataan permukaan jalan dan polisi tidur juga menjadi isu buat sepeda.

3. Gembok Pengaman
Kryptonite, salah satu merek terkenal untuk gembok pengaman sepeda.
Pesepeda menghadapi dua pilihan yang sama-sama tidak enak: gembok pengaman yang ringan tapi kurang aman atau gembok pengaman yang cenderung aman tapi memiliki bobot yang berat. Saya memilih opsi yang kedua dengan konsekuensi penambahan berat dan volume yang signifikan di dalam tas saya. Seiring berkembangnya teknologi, Litelok menawarkan keamanan sekaligus bobot yang ringan. Sayangnya hingga saat ini Litelok harus ditebus dengan harga yang cukup mahal, belum lagi tambahan ongkos kirim beserta biaya bea cukai.

4. Parkir
Parkir sepeda di kantor saya (Recapital Building).
Sebuah perjalanan dengan kendaraan pribadi dimulai dan diakhiri dengan parkir. Pesepeda harus putar otak memarkirkan sepedanya terutama di tempat yang belum menyediakan tempat parkir khusus sepeda.

5. Kualitas Udara
Masker dan lampu (depan dan belakang) merupakan barang yang sebaiknya dimiliki pesepeda. Helm dan kacamata merupakan opsional.
Bersepeda itu sehat? Tidak selalu menurut saya. Bersepeda di lingkungan dengan kualitas udara yang buruk justru mempercepat kematian. Efek polusi udara ini jangka panjang karena polutan yang mengendap sedikit demi sedikit di dalam tubuh. Isu ini menjadi pertimbangan utama saya memodifikasi sepeda saya menjadi moda hibrida. Dan jangan lupa pakai masker!

6. Tempat Menaruh Barang
Menggunakan rak depan (Kanga Rack) adalah pilihan yang tepat agar punggung terbebas dari beban selama bersepeda.
Sepeda membutuhkan aksesoris tambahan berupa rak atau tas khusus (pannier) untuk menaruh barang bawaan. Saya sebisa mungkin menghindari pemakaian tas punggung ketika bersepeda rutin ke kantor. Efek jangka panjangnya adalah sakit punggung karena beban repetisi.

7. Mandi
Recapital Building menyediakan shower beserta air hangat.
Ini juga penting bagi banyak pesepeda. Tidak enak rasanya memulai hari dengan kondisi berkeringat dan bau tidak sedap. Selayaknya gedung perkantoran memiliki fasilitas kamar mandi. Tentunya harus dipikirkan pula membawa baju ganti, handuk, alat mandi, dan lokasi meletakkan itu semua.

8. Teman Bicara
Anda bisa mengobrol dengan teman atau pasangan Anda sepanjang perjalanan ketika menggunakan mobil, sepeda motor, atau bus. Sepeda? Opsinya ada dua: membonceng teman Anda atau mengobrol dengan sama-sama menggunakan sepeda secara beriringan. Keduanya bukan ide yang baik.

*

Dengan segala faktor di atas, mengapa seorang harus bersepeda ketika moda lain (terutama mobil) menawarkan kenyamanan ekstra?

1 komentar:

Eric Hafidz mengatakan...

beli dmn om kanga rack nya, brp an? trims