Rabu, April 04, 2012

Al-Irsyad


Sudah lama saya ingin melihat secara langsung masjid kotak itu karena selama ini hanya melihat dari dunia maya. "Pokoknya gue harus ke sana!" adalah perkataan dalam hati seketika melihat masjid itu di layar kaca laptop. Telusur punya telusur, ternyata masjid itu terletak di Kota Baru Parahyangan. Namanya Masjid Al-Irsyad.

Kota Baru Parahyangan itu di sebelah mananya Bandung? Teman saya bilang ke arah Padalarang dan ada di sebelah kiri; lebih cepat naik mobil karena via jalan tol. Semuanya terjawab dengan jelas saat saya melakukan perjalanan Bandung-Jakarta dengan moda transportasi sepeda beberapa minggu yang lalu. Cerita perjalanannya bisa dilihat di sini. Setelah gowes melewati Cimahi lalu menuju Padalarang, ada papan penunjuk jalan berlatar hijau dan bertuliskan Kota Baru Parahyangan dengan arah panah ke kiri. Beberapa meter kemudian terdapat gerbang yang luas. Ini dia!

30 Maret 2012

Setelah Salat Jumat, saya memutuskan pergi ke lokasi bersama pacar saya, Sasya namanya. Tidak lupa saya membawa pacar ketiga saya, Keny namanya. Silvi pacar kedua sayasengaja tidak saya ajak karena bisa sedikit merepotkan. Aduh, pacar saya banyak, ya. Sekilas foto tentang Sasya bisa dilihat di sini. Foto Silvi bisa dilihat di sini, tetapi sayangnya saya belum punya foto pacar ketiga saya, padahal dia yang membantu saya mengambil gambar. Cukup dengan pacar.

Perjalanan sempat tersendat karena ada arak-arakan demonstrasi penolakan kenaikan BBM yang diadakan oleh serikat buruh di Kota Cimahi. Keadaan sangat macet tapi dengan bermodalkan selap-selip dan kenekatan, saya berhasil menerobos hingga barisan terdepan dan melaju meninggalkan demonstrasi. Selebihnya perjalanan lancar, hanya saja harus berbagi jalan dengan banyak truk besar.

Memasuki Kota Baru Parahyangan, saya disuguhi dengan jalan dua arah yang sangat lebar dan mulus dengan median yang lebar dan ditanami pohon. Tidak hanya itu, ada jalur khusus sepeda! Dengan kontur yang sedikit naik-turun, tempat ini sangat cocok untuk sepedahan! Satu hal yang membuat saya kaget adalah adanya sebuah SPBU di dalam komplek Kota Baru Parahyangan.

Saya melaju terus tanpa bertanya. Bentuknya yang khas langsung menarik perhatian dan membuat saya yakin kalau itu adalah Al-Irsyad. Turun dari motor, saya diam sejenak sembari mengarahkan pandangan ke masjid. Wah, puas. Sore itu sedikit berawan dan berangin. Saya mengambil air wudu dan lekas menunaikan solat asar. Kondisi di dalam masjid juga membuat saya terkesima. Tanpa kolom, masjid ini terasa lebih lapang seperti Masjid Salman di depan ITB.

Nikmatnya solat asar saat itu. Angin dari empat arah senantiasa mengalir. Beres solat, saya celingak-celinguk memerhatikan interior mesjid. Di bagian pinggir ditabur banyak batu koral berwarna putih. Terdapat semacam kolam memanjang sepanjang sisi samping masjid yang berisi air jernih dan bermuara ke belakang mimbar. Di bagian depan tidak terdapat dinding, dibiarkan bolong begitu saja. Di tengah kolam, terdapat sebuah bola yang diukir dengan simbol Allah.

Saya melihat ke langit-langit masjid. Terdapat banyak pilar yang menjulang pendek dari atas ke bawah. Dugaan saya benar, jumlahnya 99. Dengan susunan 9 baris dan 11 kolom, terdapat 99 inisial nama Allah atau biasa disebut Asmaul Husna. Saat gelap, lampu-lampu nama Allah itu akan dinyalakan. Sebelum jepret sana-sini, saya meminta izin terlebih dahulu kepada pengurus masjid dan alhamdulillah direstui.

Selesai di dalam, saya beranjak ke luar untuk memerhatikan dinding masjid secara lebih detail. Arsitektural masjid ini luar biasa indah. Tumpukan dua warna bata yang salah satunya berjenis hollow section disusun sedemikian rupa hingga membentuk kaligrafi. Burung gereja dengan cerdiknya memanfaatkan hollow section itu sebagai tempat peristirahatan. Saya pikir sengaja salah satu bata yang digunakan berjenis hollow section agar kesegaran dan kesejukan senantiasa terasa di dalam masjid. Saya menjauh, menikmati sebuah bentuk kotak simpel yang memikat setiap orang yang beribadah di sana.

Masjid Al-Irsyad berhasil memesona batin saya dengan kesederhanaan desainnya, belum lagi matahari sore dan suasana senja yang terasa hangat bila disantap oleh hati yang damai.

2 komentar:

Arif Nurizki mengatakan...

gilak foto2 oke2 abis

Hario Noviyanto mengatakan...

Bang, kalo mau ke Masjid Al-Irsyad, rute dari Kota JAKARTA ke Masjid Al-Irsyad dengan biaya transportasi yang rendah gimana ya?

Transportasi biasa yang bisa sampai tujuan dan biaya yang dikeluarkan sedikit

Terima Kasih